indonesia menjawab

Posted on Oktober 24, 2008. Filed under: islam indie |

(dilepas yaa..)

sedari tadi baru buka imel nih. tau-tau ada imel dari suami. subjectnya : kyai ngawur.
apaan sih?
ealaaaaaahhhhh…. kyai kawinin anak umur 12 tahun?? hari gini?? dengan alasan agama? nabi?

gusti… 😦

di saat kita seharusnya memikirkan bagaimana mereka bisa sekolah dan mencapai cita-citanya, ini kok dikawin?
di saat kita seharusnya memikirkan bagaimana mereka mengerti bagaimana menjadi wanita dengan wawasan yang memadai tentang kewanitaan dan menjadi bagian dari kehidupan yang lebih luas dan luaslagi, ini kok segitu saja mereka diperlakukan?

12 tahun?

apa yang ada dalam pikiran saya diusia 12 tahun ya?
duh, saya masih asyik sekolah. saya masih berlari-lari menembus hujan setiap pulang sekolah di musim hujan. hehehe, karena ibu saya pasti tidak bisa ngomong apa-apa lagi. hehehehe 😀
saya masih suka diingetkan teman tuk gunting kuku, kalau ga mau dipukul jarinya oleh suster yang galak. saya bahkan masih suka disiram air oleh ibu saya kalau keasyikan baca sambil ticuran dan lupa jam makan.. 😛

lalu menikah diusia 12 tahun yang katanya yang penting sudah menstruasi?
aduhhhh, pertama menstruasi saya masih menjerittttttt….
aaaarghhhhh…. apaan nih?
hiiiii… ibu saya bahkan bukan nolongin, malah ngetawain 😛

lah, ini kok malah disuruh kawin??

mendengar cerita teman yang menikah di suia 20 tahun saja, saya bingung. ihhh, kok nikah sih?? saya masih ke papandayan tuh usia segitu. hihihi, masih naik gunung 🙂
ga kepikirrr…

karena kyainya milyader?

astaghfirullah! makan deh tuh duit, ga akan bikin sehat!
mbok kalau banyak duit bikin sekolah!
manfaat dan masuk surga.

sedih yaaa???

sebagei wanita, saya sedih banget..
sebagei ibu, saya lebih sedih lagi..
sebagei orang beragama, saya lebih-lebih sedih lagi..
sebagei bangsa indonesia, saya lebih-lebih-lebih sedih!

rasanya cukup deh!
yuk bangkit, bangsa ini sudah terlalu lama dibodohi, bahkan oleh bangsa ini sendiri!
agama?
halah! basi!

baca tuh kitab suci, lalu tutup.
trus kerjain nih soal-soal ujian hidup
bikin hidup ini bermanfaat
bikin hidup ini maju
biar hidup yang kasih nilainya
bukan siapa-siapa selain hidup juga gurunya
ga usah muluk-muluk pake ayat ini – ayat itu deh
malah ga karuan-karuan rasanya…

di mata saya, gaya hidup ngutip-ngutip ayat tuh
atau gaya hidup ngutip-ngutip nabi tuh
seperti orang disuruh jawab soal ujian, bawaannya buku pintar
sudahkah nyontek mulu, dikit-dikit buka buku mulu
trus… lain yang ditanya, lain pula yang dijawab..

kehilangan orientasi gitu deh..

huaaaaah, ga tahu nih mau bilang apa..
sebal..
sedih..
dan basi..

*

kemarin, teman saya masih asyik mengajak saya membicarakan agama, mengamati ekspresi agama yang berpotensi memecah belah. sektarian yang masuk dalam kehidupan sosial kita.
saya bilang gini padanya,
– sudahlah.. cape bicara gituan. abaikan aja..
– abaikan? tumben anis kaya gitu? bukannya anis selama ini sangat concern soal itu?
– bukan gitu..
– bukan gitu apaan?
– saya ga mau lagi bawa-bawa agama. saya merasa kita memang dipancing tuk terus membicarakan agama, dan lupa sama persoalan nyata disekitar kita.
– bukannya agama bisa menjawab persoalan disekitar kita?
– ga!
– e, anis kenapa nih?
– aku ga mau masuk dalam jebakan.
– maksudnya?
– sudah cukup deh, bicarain agama melulu. saya ingin yang aktual aja. saya ingin bicara moral secara umum, saya ingin bicara nilai indonesia secara nyata. karena saya kan indonesia..
– nis?
– gini nih…, katanya kan agama itu seperti candu. nah, ini ada yang menggunakan agama sebagai candu. sudah, jangan masuk dalam perangkap candu yang bernama agama, yang disebar saat ini.
– jadi anis tidak beragama nih?
– bukan gitu, maksudnya… sudahi dan jangan terlalu bawa-bawa agama deh. merdeka aja sebagai indonesia, apapun kita. pokoknya kita bisa bersama siapa saja di indonesia. paham?
– hmm.. nis, lu kenapa sih?
– ga papa. aku hanya sedang merasa muak sama persoalan agama. agama apapun! karena kita memang seperti dipancing tuk ribut mulu satu sama lain. dulu kita ga ribut gini-gini amat soal agama. ya kan?
– hmm, lu ga lagi menstruasikan nis? kok kaya ngambek gitu sih?
– biarin!
– nisssssss??????

nah, beneran kan, hari ini baca imel kaya gitu..
agama diperalat tuk praktek pembodohan kaya kawin muda gitu!
karena mereka miskin dan pelakunya kaya plus beragama?
dan itu surga?????

surga duniamu, bukan surga duniaku!
surga duniaku harus bisa nyata di indonesia!

maaf ya, gi suntuk deh baca gituan..
hehehe… maaf banget yaa.

*

ketika ekspresi beragama kita saat ini terasa semakin memecah belah dan mengurangi akal sehat, saya merasa kita seperti masuk dalam perangkap candu bernama agama. padahal sungguh, bukan begini kok yang namanya beragama itu.

kita hanya diperalat deh oleh mereka yang merasa beragama. padahal mereka tidak lebih baik selain hanya ingin menguasai kita, mengombang-ambing kita.
so, cukup!
emang kita air didaun talas???

duh, saya kok errror gini yaa?? 😛

yuuk, mendayung pelan-pelan, agar dua tiga pulau terlampaui
mari tenang dan jangan masuk di soal-soal yang semakin memecah belah kita.
mereka boleh sok beragama,
buat saya sih… tuhan ga kemana-mana 😀

***

ayo, bangkit indonesia!
jangan takut bersama siapa saja di indonesia
semua warga negara indonesia sama dimata indonesia
mari mulai sekarang berpikir sebagai indonesia…

mari kita bersatu,
mari kita bersama.
jangan terhalang oleh apapun meski itu bernama agama.
mari jangan biarkan terlalu banyak mereka yang lemah yang dijadikan korban karena kebodohan dan ketidak berdayaan mereka.
gimana?

cuma itu deh jawaban tuk semua persoalan kita
gitu ga sih?
salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

21 Tanggapan to “indonesia menjawab”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

saya juga miris dengernya mbak. Lagi2 agama dijadikan apologi untuk menutupi kebejatan moral.

jadi inget tulisan dari salah seorang seleb blog. Yang intinya, bahwa agama, kini sering digunakan sebagai amplify nafsu hewani pemeluknya. Yang hobi kawin, tinggal pelintir ayat2 poligami, yang hobi bunuh, cuman perlu memutilasi ayat2 jihad sbg pembenaran, dan kini, yang punya kelainan pedofili, bisa dg mudah menggunakan dalih mengikuti sunah nabi untuk menjustifikasi perbuatannya menikahi anak2 di bawah umur. Sunnah yang mana??? sunnah dari Hongkong?!?!?!?!

*masygul*

Anda tidak cukup Islam untuk memahami agama yang dibawa oleh nabi tercinta kami Muhammad SAW! Bahaya jika muallaf tanggung2 seperti anda masuk Islam hanya akan menggerogoti nafas Islam yang sesungguhnya..

Nauzubillah…

Dan kenapa harus membawa2 nama mullaf di blog anda jika pandangan anda masih seperti mualaf abangan, anda sebagai muallaf mau menggugat Islam?

Anda berhadapan dengan saya!

@agiek
iya mas agiek, miris yaa..

@ajaran
anda ini berbicara sebagai apa?
sebagai tuhan?
anda ingin apa?
anda hanya ingin mualaf yang seperti mau anda saja?
ok, silakan cari mualaf yang seperti anda mau deh
ga usah ke sini lagi
dan coba deh liat dunia, orang islam itu ga cuma anda..

sukses selalu yaa 😀

ngga usah ke sini lagi… waduh ini kata2 membuat saya tertegun. hargain dong sebagai kebebasan pemilik akun. yang masing2 punya idealisme untuk apa blognya dibangun.
menjadi blogger adalah idealisme tentang membangun. berpikir dan menulis dengan kebaikan dan kebenaran yang menuntun. diekpresikan dengan niat baik dan cara yang santun. kalau bisa dengan konsep blog yang spesifik yang berbeda dan membentuk sebuah rumpun. untuk suatu kebutuhan yang definitif, efektif dan membuat kita tertegun. demi tujuan mulia membentuk peradaban dengan masyarakat yang rukun.
untuk seperti itu, banyak dari kita yang tetap harus belajar tekun. terus memperbaiki diri sampai tidak ada cela sedikitpun. sehingga masyarakat, bangsa dan alam semesta ini mengakui para blogger sebagai kampiun yang hadir dengan solusi yang dahsyatnya minta ampun.
kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan turun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

@kang trend
hehehe, kalau mas ajaran bisa becanda, mengapa kita tidak?
santai ajalah kang.. pisss 😀

Ok lah coba kita ngobrol sementara tidak usaha bawa agama…
saya coba bayangin diri saya sendiri…
disebelah saya ada anak umur 12 tahun yang
akan saya ajak “berlayar”…
umurnya lebih muda dari anak saya sendiri…
Rasanyasaya tidak kuat, tidak mampu
bahkan tidak tega
untuk menegakkan
tiang layarnya….

Untuk mengajari si anak menjadi general manager..
perusahaan tidak dimulai dengan belajar menegakkan
tiang layar bukan ?

Mungkin si anak harus belajar dulu mengetahui bagaimana
gambar kapalnya terlebih dahulu…

hhhhhhh saya cuma bisa menghela nafas…

@mas datyo
kalau saya adalah otoritas indonesia, saya akan menindak tegas kyai tsb dengan pasal UU Perlindungan Anak. dia boleh punya uang, tapi negara punya hukum tuk melindungi warganegaranya dari praktek2 demikian, sekalipun itu mengatas namakan agama.

saya pikir pemerintah harus bersikap tegas, kalau tidak mau hal ini terus menerus membusuk di masyarakat kita. ini demi kemanusiaan yang adil dan beradab deh mas, sila ke 2 dasar negara kita.

gitu ga sih mas?

ada 3 hadist yang menyebutkan umur aisyah ketika menikah masing-masing menyebutkan 6, 7 dan 9 tahun eh semuanya shahih (???) ada juga hadist yang menyatakan aisyah masih bermain selayaknya anak2 tapi hadist lain menyebutkan dikurun waktu yang sama aisyah jadi tempat curhat istri2 nabi yang lain
Mengingat 1. Penanggalan islam baru dibikin ketika jaman umar
2. orang jaman itu tidak perhatian detail pada tanggal
tanpa bermaksud sok apologetik mungkin hadist itu yang pas menjabarkan waktunya ..
a child is a child tapi di amerika sono banyak juga sih yang umur 13 sudah berhubungan seksual berhubungan

Ikut nimbrung…

a child is a child tapi di amerika sono banyak juga sih yang umur 13 sudah berhubungan seksual berhubungan

Bedanya yang jamak di sana itu dua anak di bawah umur berhubungan seks (namanya juga remaja, coba-coba). Tapi kalau orang dewasa berhubungan seks sama anak di bawah umur, hukumannya lumayan sadis. Bahkan kalau sudah residivis, mereka gak boleh dekat2 sekolah atau punya pekerjaan yang terkait dengan anak-anak. Belum lagi sanksi sosialnya… susah dapet kerja, sewa rumah, atau cari pacar. setidaknya untuk yang ini hukuman di amerika itu tegas sekali.

@mas budi
ini indonesia, mas budi
ini milenium ke 3 lagi 😀

otak kita juga udah tahu kurang lebih gimana efek dari nikah muda itu baik secara medis maupun secara psikis. efek secara materi juga lemah loh. itu kan masih anak-anak, gimana mau memperjuangkan hak ini-itu termasuk gono-gini kalau ada apa-apa dan dicerai gitu aja coba??

eeee… amerika sekarang sedang banyak mikir tuh, apalagi dengan krisis kaya gini. kali-kali amerika malah tobat duluan?? ntar kita ketinggalan lagi sama mereka kalau ternyata mereka bisa menanggani masalah moralitasnya dengan lebih baik. who knows?? hihihi.. 😉

jangan lihat orang lain deh. yuk jadi diri sendiri, termasuk jika tuk memiliki sikap sendiri soal anak-anak ini. gimana? hidup jangan mundur dongg..

e, kalau ga salah, dulu tuh kan ada tuh di pelajaran apa sih? yang katanya usia ideal tuk wanita menikah minimal 20 thn. hmm, dari BKKBN ya. dulu kayanya saya tahunya usia cukup nikah tuh ya segitu deh. hehehe, pak Harto kan memang pernah berhasil mengatasi masalah kependudukan yaa? itu
kenang-kenangan terindah dari doi deh. setidaknya saya menikah usia 25 karena paham peraturan itu loh. hehehe 😀

sudah ah, ga ngerti deh.
siapa yang kawin… kok malah kita yang ribut ya?
hehehe, apatisnya kumat deh 😛

@catshade
setujuuuuu..
soal hukum – saya suka amerika.
kasus penganiayaan TKI kita aja diperlakukan baik oleh hukum amerika dari di arab.. ya kan?

hmm… ini scr implisit udah saya singgung di komen terakhir saia di blog bang toga kemaren or kemaren lusa (lupa, pokoknya terakhir deh). Dan ternyata kekhawatiran saia gak meleset2 amat, ya kayak diskusi begini ini yg berbahaya (bagi keimanan) bikin orang bingung n linglung. Ini masih mendingan di blog yg notabene berpendidikan, gimana coba kalo diskusi kayak gini di orang2 pedesaan ato kelas bawahnya papan bawah yg pola pikirnya aja tak terjangkau oleh pikiran kita?

di bbrp komen belakangan ini saia suka terkesima dg komen (belum tentu pendapat) Pak Budi yg straight forward nunjukin jalan keluar or nunjukin dimana pintunya. Namun disini, saia gak 100% sepakat dg cara penyampaian spt itu, ato mungkin juga saia yg kurang bisa menangkap kemana arahnya. Bagaimanapun juga ini adalah wilayah publik, ada yg pantas dan tak pantas disampaikan, ada kalanya boleh ngawur wurr poll (silahkan ngomen diblog saia kalo mau gini, sampe2 saia sendiri ga paham arti kata2nya, hurup2 besar kecil, singkatan2, kode2, dsb) ato kita semustinya serius dg kata2 kita (kayak di blog ini).

Ini bukan setuju ato gak, bukan pula fiqih, tafsir, etc. Ini masalah pemahaman, moralitas, etc aah.. kalo bahas ini bakalan terlalu panjang buat ngomen2nya. Pendek kata, saia terpaksa (ga spt biasanya) ngungkapin sikap saia: saia turut prihatin dg berita ini.

Dan saia akan lebih prihatin lagi, bila pihak2 yg berwenang apalagi yg berwajib tidak segera menuntaskan permasalahan ini secara hukum yg berlaku di negeri ini.
Seharusnya hukum berlaku tanpa pandang bulu, termasuk juga bagi mereka2 yg merasa sudah bebal hukum dan tak pernah mengakui kebenaran hukum yg berlaku di indonesia, dg dalih gara2 hukum2 di indonesia dibikin oleh orang2 yg tidak sefaham ama mereka. Naudzubillahimindzalik.

Maaf jika kepanjangan dan terimakasih bagi yang membacanya.

@mas JM
antara agama dan moralitas, sepertinya dulu itu lebih diutamakan moralitasnya ya… lebih utama nilainya.
gitu ga sih mas?

senang sekali dengan diskusi teman teman disini.
diskusi seperti inilah yang baik,
tidak perlu pake emosi…
hormat saya untuk teman teman..

rekan 2 , saya cuma mau bilang bahwa harus ada penelitian yang lebih dalam sebelum orang mengklaim bahwa ini mengikuti sunnah nabi , buktinya ada 2 kotradiksi yang sudah saya kutip, Banyak sunnah lain yang bisa diikuti toh ngga bisa diikuti,contoh Nabi Muhammad tidak pernah menginap kan uang/emas dirumahnya .. itu satu belum lagi yang lain.
kita berdoa aja pak Kyai segera di urus sama menag dan Kak seto biar ga dicontoh orang lain

@mas budi
hehehe, setuju mas. semoga menag dan k’seto bisa membereskan soal ini. kita doain selalu.

selebihnya, saya suka prihatin mas dengan kutipan-kutipan soal sunnah nabi ini. yang kadang suka kontradiktif satu sama lain. ya maklumlah, penulisan tentang beliau sendiri dilakukan jauh dari zaman ketika beliau hidup. bisa dibayangkan sejauh apa kemungkinan biasnya..

atau mungkin mas budi bisa lebih mencerahkan tuk soal ini?
cerita dongg.. 😀

emosi lagi….emosi lagi…capek akh!

@Pak Budi
thengs. nah gitu doong… penyampaiannya lebih krasa manusiawi. Soalnya yg diatas krasanya dingin banged boo, ga pake saran n harapan sbg tanda2 mau kemana ato lewat mana. Maap ye gw kritik cara penyampaiannya, abisan ga tega sih n (rada) emosi juga denger brita ginian (ngaku). Pis ah, he he…

eniwe sekedar turut menegaskan Pak Budi (biar ga bilang setuju, hehe..) saat ini qt yg berilmu pas2an musti waspada (=tidak harus takut) di trend klem2an dg aneka dalih dolal-dalil. Mempelajari (apalagi jd pakar yg mrasa bisa klem2 gitu) ilmu2 hadis, tafsir, fiqih, dan ilmu2 agama maupun ilmu2 lainnya so pasti ga segampang belajar bikin indomi

dah dulua yaa.. tvya lagi asik nih

@Budi
sepakat mas bro, masalah nabi menikahi gadis di bawah umur, memang banyak perbedaan riwayat. Dan saya (by intuition) ga yakin dengan riwayat nabi menikahi aisyah di bawah umur. Dari beberapa diskusi, dan beberapa artikel yang saya baca. Argumen dan Riwayat yang lebih kuat mengatakan bahwa Nabi menikahi Aisyah ketika
Aisyah berusia 19-20 tahun.

Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec, dalam buku “The Super Leader, Super Manager”, Agustus 2007, berdasarkan kajian terhadap sejarah kehidupan Abubakar As Shiddiq dalam kitab Al Maktabah Al Athriyyah, Siti Aisyah dinikahi pada usia 19-20 tahun. Istri-istri sebelumnya adalah janda2 berusia 45 – 70 tahun. Dengan anak yang banyak. Puji Cahyo adalah Paedophyl yang memfitnah Rasulullah SAW”

@Mb Anis
Salam kenal juga mb. Maaf kenalannya baru sekarang, padahal sudah lama saya telah menjadi silence readernya blog ini. Makasih dah berkunjung. Jadi malu, dikunjungi seleb.. hehe 🙂

@agiek
makasih tuk informasinya nih..
yup, semoga bisa diatasi oleh komisi perllindungan anak kita ya.

tapi sebelnya nih, sore kemarin sempat lihat di berita :
ortunya anak itu bilang kalau anaknya mengaku bahagia kok menikah dg sang kyai.

duh, apa sih definisi bahagia pada anak seumur itu?
ketika mau ini itu bisa dibeliin? lah, bagaimana dengan masa remajanya yang seharusnya bersekolah dan mencapai cita-cita?
persoalan ini kompleks emang, ini soal kemiskinan juga sih.
semoga kita bisa merubah ini yaa. amin.

btw, ga papa kan dikunjungi balik?
seleb??? mas agiek menghina kok terang-terangan.. hahahahaha 😀
makasih juga ya sudah berkenan meninggalkan komentar dan turut meramaikan diskusi. jadi makin seru nih.. makasih 🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: