indonesiaku luar biasa

Posted on Oktober 25, 2008. Filed under: islam indie |

(dilepas yaa…)

kalau ga mau dengerin pendapat dari mualaf yang ga berilmu kaya saya, nih deh saya kasih cerita dari teman saya yang ilmu islamnya keren. mau naik haji di november ini loh, padahal usianya jauh lebih muda dari saya.

katanya gini..

Muhammad saw menghapuskan kata “rasulullah” pada perjanjian Hudaibiyyah. sebuah perjanjian genjatan senjata. Ali bin abi Thalib saja hampir marah tuh. tapi Muhammad saw biasa saja. padahal posisi tawar muslim saat itu sudah kuat loh.

baca sendiri deh kisah lengkapnya. bahkan jangan dari satu buku doang, banding2in dengan buku2 yang lain dari banyak buku ttg siroh nabi. biar lebih luas melihatnya. ok?

lah, lalu kalau hanya tuk strategi, mengapa Muhammad saw begitu? muslim kuat toh? mengapa beliau rela-rela saja ga pake kalimat “rasulullah”?

menurut teman saya, itu ya karena Muhammad saw memang bersikap setara-setara saja, egaliter dan menghormati keberagaman yang ada, bahkan pada lawannya sekalipun.

hmm..

nah, lalu teman saya bilang gini..
maka kalau Muhammad Hatta adalah orang yang menghapuskan kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat islam” pada sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa yang tercantum di Piagam Jakarta, ya itu memang cermin setara-setara saja, egaliter dan menghormati keberagaman yang ada.

menurut teman saya, ya karena itulah yang dicontohkan Muhammad saw.

hmm..

kita tahu pak Hatta sangat religius. basic agama beliau sangat kuat meski mengenyam pendidikan barat. dan apapun deh, pak Hatta terbukti oleh sejarah adalah pahlawan bagi bangsa dan negara ini.

so, apakah kita meragukan komitmen beliau tuk indonesia hanya karena telah menghapus kalimat menjalankan syariat itu dari piagam jakarta? dan sekarang tiba-tiba ingin diperjuangkan kembali? bahkan oleh mereka yang bahkan baru saja melek beragama di negara ini?

jangan sebelah matalah dalam melihat negerinya sendiri. ya ga?
hehehe… 😀

*

kalau saya pribadi sih, melihat tindakan dari bapak pendiri republik ini yang bernama Muhammad Hatta itu sebagai sebuah sikap satria.

mencontoh rasul atau tidak, itu tetap sebuah sikap yang luarbiasa. penuh dedikasi dan integritas tinggi.

beliau-beliau para pendiri negeri ini tahu sekali bagaimana membuat indonesia ini tetap bersatu dan tidak terpecah belah. kompromi-kompromi seperti itu bukan untuk merendahkan diri dan agamanya loh. justru di situlah terlihat kebesaran jiwanya.
beliau-beliau itu bisa menekan kepentingan pribadi dan golongannya tuk kepentingan indonesia yang lebih besar.

kalau saja itu dulu tidak dilakukan, indonesia tentu ga merdeka deh. ya ga?
hehehe 😀

maka sedih deh melihat hari ini, indonesia kok maunya pecah-pecah gini sihh??

satu deh, ini akibat sikap pemerintah yang ga bener-bener ngurus negaranya. sibuk kampanye semua sih.
miris yaa…

islam indonesia yang sebelum ini terkenal toleran, kini dipecah-pecah. nasionalisme kita yang selama ini masih bisa bertahan di ketimpangan ekonomi sekalipun, juga dipecah-pecah.
di adu domba satu sama lain
karena indonesia ini mayoritas islam ya wajar islamnya yang dijadikan alat tuk memecah belah.

tapi saya yakin..
indonesia bisa melewati semua ini.
ini bukan sejatinya persoalan agama
ini persoalan kepentingan
agama hanya dijadikan alat tuk kepentingan itu
bahkan diikuti oleh mereka yang tidak benar-benar mengerti
mana sih yang bener-bener membela agama?
partai islam saja sudah bermain sebatas kepentingan politik?

maka hanya rasa dan jati diri indonesia yang bisa menjawabnya..

Muhammad saw yang mulia toh sudah mencontohkan tuk rela menekan kepentingan pribadi dan golongannya tuk kepentingan yang lebih besar. mencontohkan sikap setara bersama siapa saja.
itu kata teman saya loh, yang islamnya dari lahir..

gimana?
teman saya itu ga perlu diragukan keislamannya kan??
hehehe… 😉

*

sejak kecil, guru-guru saya membacakan saya tentang Kartini, Cut Nyak Dien, Soekarno, Hatta, Syahrir, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dsb.. mereka juga sebagian besar muslim. tapi mereka tidak picik..
padahal jelas, tanpa mereka… kita semua tidak akan ada hari ini. ya kan?
hehehehe 😀

untuk Indonesia, saya siap berhadapan dengan siapa saja..
loh? hehehe… demi dewasa dalam berdemokrasi toh? 😉

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “indonesiaku luar biasa”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Ayo Merdeka !!!

Aku dukung sepenuh hati Mbak, aku bersedia berhadapan dengan siapa saja UNTUKMU INDONESIA,tapi spesialisasi saya di jalanan hehehehe ga apa-apa kan Mbak? Mbak di forum dan aku di jalanan, OK

benar benar tulisan gaya Anis…:)

@bang Syahrul
dimana saja masing-masing kita berada, selama kita indonesia, kita akan terus sama-sama bang..
gitu ga sih?

merdeka!

@mas datyo..
hehehe, mas datyo seperti ga kenal anis aja.. 😉

sorry ni mbak anis, kuperhatikan banyak di komentarmu selalu (ga selalu sih hehehehe) ada kalimat “Gitu Ga Sih?
Seakan-akan ga PD gitu, jadi ketika baca komentarmu aku semangat bacanya nah pas bagian akhir ada kalimat “Gitu Ga Sih” aku langsung patah semangat hehehehe sorry nih sekali lagi

@bang Syahrul
hahaha, makasih buat kritiknya bang..
saya justru merasa biar ga terlalu terkesan memaksakan kehendak tuh.. jadi pake “gitu ga sih?”
padahal sih maksudnya “gitu kan??”
hihihi.. 😀

sekali lagi, makasih kritiknya yaa..
yang penting subtansinya bisa diterima dan di mengerti,
tetap semangat 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: