lega

Posted on Oktober 25, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..)

sejujurnya, saya lega telah berani dan bisa menyatakan sikap sebagei indonesia tanpa embel-embel. baik apapun agama saya dan siapapun diri saya.

mungkin buat semua di sini, saya nih iseng amat nulis kaya gitu. hehehe.. tapi buat saya itu berarti banget loh 🙂

curhat nih…

jadi mualaf di tengah kondisi islam yang banyak ragam dan ekspresi ini, dan menguat ga kira-kira di ruang publik saat ini, pernah sangat membingungkan loh buat saya. hehehe 😀

sementara tuk sekedar ikut-ikutan, saya nih ga bisa. saya masuk islam karena diri saya sendiri. maka sulit tuk saya kalau sudah islam malah disuruh ikut-ikutan. lah, kalau islam itu satu persepsi.. ya saya tinggal ikut saja. berhubung ini ga cuma satu persepsi, ya saya kudu mikir dongg.

sehingga dalam banyak berpikir dan merenung selama ini, lalu saya bisa tuk menentukan sikap saya sendiri, itulah kebahagiaan saya.

hehehe, sederhana ya ternyata bahagia itu
yaitu ketika bisa menjadi diri sendiri 🙂

berani menjadi indonesia, membuat saya mengenang teman-teman bermain saya dulu. mereka ada yang muslim, kristen, budha, hindu dsbnya tapi seru dan solider. bahkan kami dulu dekat dan kompak banget. sebut saja teman sd, smp dan sma saya. itulah kenangan terindah dalam ruang beragama saya dulu.

kami masih saling berkirim kartu lebaran dan kartu natal. karena zaman itu belum ada “fatwa” tidak boleh mengucapkan natal kepada yang merayakan natal.

teman-teman saya yang muslim dan sekolah di xaverius terbukti santai saja dan sampai saat ini tetap menjadi muslim. dan teman saya yang kristen dan budha dan sekolah di sekolah negeri juga santai saja, tetap menjadi kristen dan jadi budha sampai saat ini.

saya juga menikmati berkunjung ke borobudur, karena dulu tidak ada “fatwa” kalau ke sana sama dengan ke tempat peribadatan agama lain. atau apapunlah..

juga diantara kami tidak ada isu kristenisasi, karena percaya bahwa urusan agama itu urusan pribadi. masjid dan gereja di kampung halaman saya dulu tuh berdampingan dan baik-baik saja.

wah, merdeka deh rasanya…
legaaaa…..

saya ga lagi harus bingung dengan katanya nanti ini dan itu kalau ga ini dan itu. saya ga lagi takut oleh yang katanya begini dan begitu maka harus ini dan itu.
dalam kapasitas saya pribadi, saya akan selalu mempertanggungjawabkan semua yang saya katakan dan kerjakan.

sungguh, kemerdekaan jiwa saya adalah yang utama.
manusia lain boleh menilai saya kurang ini dan itu
bahkan boleh saja menilai saya tidak ini dan itu
selama saya tidak terbukti merugikan siapa-siapa
mengapa saya harus takut?

saya telah melewati perjalanan cukup jauh tuk sebuah keyakinan
sesuatu yang ada di dalam jiwa dan kehidupan pribadi saya
maka sudah saatnya saya berpikir banyak hal tuk sekitar saya
dan di keterbatasan tuk bisa melakukan banyak hal itu
setidaknya saya sudah berani mengambil sikap
tuk bergandengan tangan dan bersedia bersama siapa saja
di negara yang nyata tuk saya : indonesia

hehehe..
legaaa…
😀

*

Tuhan, aku yang memilih berjalan menujuMu
dengan pilihan jalanku sendiri untukMu
tidak untuk siapapun selainMu
maka adakah yang paling membahagiakanku
selain kemerdekaanku didalam namaMu

beri pula kemerdekaan itu
tuk saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air
beri pula kemerdekaan itu
tuk negaraku
tumpah darahku
Kau yang memilihkan tanah ini untukku
Kau yang telah mengizinkanku
ada di sini
nyata di sini
terimakasih..

duh, leganyaaaaa…. 😀

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: