sex

Posted on Oktober 29, 2008. Filed under: islam indie |

(huahhhh, judulnya vulgar nih… sudah deh, to the point aja ya soal ini. demi mengentaskan masalah yang bernama porno – diantara kita. terlebih dari komen tuk kutipan soal diskriminasi sebelum tulisan ini. mas datyo, bantuin kalau salah yaa??? hehehe šŸ˜€ )

sodara-sodara.. maafkan sebelumnya jika saya agak tidak sopan, di hari rabu nan ceria ini, karena mau menyoal yang agak sensi dan seksi. sebelum RUU pornografi di sahkan dan sebelum mati lampu. hehehe šŸ˜€

saya tertarik menulis ini, demi melihat di kehidupan kita saat ini, dimana seks kok malah dijadikan konsumsi yang -maaf- terkesan rendahan. padahal, sejauh saya memahami hidup dan agama, sex is beautiful.. šŸ™‚

sebelumnya…
seperti kita tahu, sebagai manusia yang berjasad, maka kita memiliki kelengkapan instrumen-instrumen terkait jasad itu. sebagai fungsi-fungsi tertentu dari manusia itu sendiri. tapi sebagai manusia pula, kita ternyata tidak cuma jasad itu. kita adalah manusia yang jiwa. yang membuat manusia ini memiliki energinya atau spiritnya, atau memiliki auranya.

lalu, apa yang mengikat antara yang jiwa/energi dan yang jasad ini? jawabnya adalah nafas. maka kemudian secara keseluruhan itulah yang disebut ruhnya manusia.

ketika tubuh yang jasad ini tumbuh kembang, selayaknya tubuh yang jiwa itu juga tumbuh dan berkembang. bukan tubuhnya tumbuh tapi jiwanya mati. sayang sekali dongg… ibarat padi ntar hanya gabah kosong belaka ketika di panen. šŸ™‚
inilah yang kemudian kita kenal dengan adanya makanan bergizi -secara yang fisik- dan santapan rohani -secara yang jiwa- itu.

nah, adalah sebagaimana fisik yang harus tumbuh dan berkembang secara terintegrasi, demikian pula dengan jiwa ini.

walau terkesan ada jenjang pencapaian, atau secara fisik ada masa akil baligh, ada masa dewasa dst-dstnya, atau secara jiwa dikatakan ada tingkatan-tingkatannya, tapi total adalah terintegrasinya secara keseluruhan proses tumbuh kembang itu.

nah, konon ada yang namanya jiwa spiritual, -tempatnya kesadaran berketuhanan- yang akan mampu membangkitkan kesadaran estetika dan etika pada sang manusia itu.

sehingga di sinilah ekspresi yang berbudi pekerti luhur itu atau kerennya akhlaqul kharimah itu menjadi aktual.
di sini beda dengan karakter ya. karakter dan (mas) budi itu berbeda..

eee, sampe sini dulu yaa…
saya ada perlu, maaf.
ntar di lanjuttt….
šŸ˜€

btw, sampai di sini kalau soal tingkatan perkembangan manusia secara fisik dan psikis, silakan tanya sama catshade tentang psikologi perkembangan dan soal tingkatan jiwa, silakan tanya sama mas dana… hehehe šŸ˜‰
saya ga mau ngomongin teori ah, pusing.. šŸ˜¦

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

10 Tanggapan to “sex”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

sex itu indah, kalau sudah ‘halal’ šŸ™‚

yang indah dari yang halal tetap harus diperjuangkan.

pandangan yang salah, ketika kita sudah menikah maka kehidupan kita akan menjadi indah dan tinggal menikmati. banyak permasalahan keluarga sampai kepada perceraian terjadi karena pasangan merasa pernikahan adalah akhir perjuangan dan tinggal menikmati.
padahal sesuatu yang indah ketika di ‘halal’ kan belum tentu terlihat indah. tetap saja yang haram lebih terlihat indah dan menggoda. maka perjuangan yang sesungguhnya adalah tetap mempertahankan cinta pasca pernikahan.

mba anis, maaf kalau komennya agak kurang nyambung. soalnya tulisannya digantung. mba, bahaya lho… nulis yang beginian koq digantung sih.

tapi memang saya bisa nangkep soal adanya kematangan spiritual yang ekspresinya adalah sense tentang keindahan. tentang kepuasan yang tak berbilang angka. tentang persaan yang melambung. tentang kemuliaan yang tinggi.
dan mungkin sekarang sense itu sekarang tengah dirusak akibat perebutan yang tidak terlalu elegan. gitu ngga mba?
ya udah terusin aza dulu deh…

Hmmmm…kalo bicara Sex kok jadi nyebut nyebut
saya hehehehehehe…ini pasti gara gara FHM yang dibuang Myra…. šŸ™‚
Saya sih ok saja bu..cuma betul kata mas trend…
kok digantung tulisannyanya šŸ™‚
Jadi saya yang otaknya cuma 1 Kb ini malah bingung…

tiga huruf yang bisa merubah total kehidupan seseorang :p

Hmmm… saya dulu pernah menulis mengenai 6 tahap perkembangan iman… šŸ˜•

some say after years of marriage sex just like going to dentist,
“just sit down and relax, this won’t take long and you won’t feel anything ”
hehehehehe

@warmorning
sipp..

@kang trend
sedikitnya sudah nangkep ya maksud saya. sipp juga..

@mas datyo
hehehe, maaf ya mas. abis mbak myra lucu sih. jadi bikin ikutan pengen ngisengin pipapnya..
wah, jangan bingung mas. ini kan cuma ngeblog.. šŸ˜›

@darnia
masa sih mbak?

@cashade
wuiiihh, ternyata emang ada ya rumusan tuk tahap perkembangan iman. hehehe, baru tahu šŸ™‚
emang ga bisa di rumuskan secara menyuluruh dengan tinjauan psikologi sih, tapi lumayan buat pemetaan.

dari dulu saya memperlakukan psikologi (terutama psy populer) sebagai pemetaan saja, selebihnya karena manusia itu tidak bisa di-eksak-kan, maka saya memilih fleksibel dan kompromistis. ga bisa saklek juga mesti itu sudah secara psikologi. walau tentu, semua ya jangan sampai lari dari moralitas dasarnya.
naonnn??? hehehe.. iseng komen. šŸ˜€

@mas budi
wahhhh…. sepertinya ini masalah mas budi nih..
hahahaha, maaf – becanda mas šŸ˜€

Iya… segeralah… mensyukuri karunia ini dengan jalan yang benar dan diridhoiNYA

@mbak yanti
makasih..
salam hangat dan doa selalu tuk aini šŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: