kutipan : Economists with Guns – sejarah kelam Indonesia

Posted on Oktober 31, 2008. Filed under: islam indie |

saya dapat imel dari teman saya nih. kakak buat saya tepatnya.
hmm, luar biasa tuk membuka mata dan keindonesiaan kita.

sudah dapat izin darinya tuk dikutip di sini. sengaja tidak banyak edit atau diformulasi ulang, biarlah menjadi apa adanya.

satu perasaan saya ketika membacanya, saya bangga sebagai indonesia. bangga memiliki bapak bangsa sebesar Soekarno.
dan kemudian saya merasa wajib tuk terus memperjuangkan cita-cita dan pengorbanan beliau.

bahkan di sebuah tulisan, saya temukan bahwa sebenarnya pak Karno saat Soeharto melakukan gelagat kudeta, beliau bisa-bisa saja tuk sesegera mungkin menghabisi Soeharto. tapi saat itu, pak Karno memilih tuk menjaga keutuhan indonesia.
saya percaya pada integritas pak Karno. waktu dan sejarah telah membuktikan. terlepas dari lebih kurangnya beliau sebagai manusia tentu. maka saya percaya pada keputusannya saat itu, yang sesungguhnya malah mendeskriditkan dirinya sendiri.

ayah saya adalah pengagum Soekarno. maka beliau memberikan nama megawati pada nama belakang saya. waktu itu saya cuek saja dan tidak pernah mengerti kenapa Soekarno begitu di idolakan. tapi hari ini, setelah mengikuti perjalanan yang panjang – baik sebagai pribadi dan sebagai warga negara indonesia – saya baru menyadari arti Soekarno bagi bangsa dan negara ini.

higs, sungguh.. saya bangga menjadi indonesia!

selamat menikmati
semoga menginspirasi..

***

Economists with Guns: sejarah kelam Indonesia
From: Firsty Husbani
Date: Oct 30, 2008 10:39 AM

baru aja selesai buku ‘Economists with Guns: Authoritarian Development and U.S. – Indonesian Relations, 1960-1968’. kalo ngerasa jadi orang Indonesia, ini buku bacaan wajib, kudu dibaca, apalagi kalau pengen merenungkan ke-Indonesia-an kita.

buku ini sendiri sebagai buku sejarah, emang menarik banget, apalagi cuplikan-cuplikan dan data-data yang dimuat di buku ini bersumber dari dokumen CIA. di Amerika kan ada ketentuan dokumen rahasia tidak boleh diungkap sebelum 20 tahun. dan penulis buku ini memberanikan diri membedah dokumen-dokumen tersebut – yang udah bukan kategori rahasia lagi – dan membuatnya dalam bentuk buku yang enak dibaca.
cuma ya itu… bahasa inggrisnya agak rumit. buat yang bahasa inggrisnya ga secanggih Iman yang di Toronto sana, lumayan agak kesulitan jugalah memahami makna-makna bahasanya.

kalo bandingin ama buku-buku sejarah yang kita baca jaman kita sekolah dulu, pasti deh informasi-informasi yang ada di buku ga bakalan ada. apalagi bagi yang pemikirannya sederhana-sederhana aja, pasti deh, ga akan nyangka bisa segitunya ya waktu itu.

di milis ini kayaknya ada penggemar presiden Sukarno.. nah di buku itu juga diulas tuh.. gimana prilakunya presiden Sukarno kala itu, yang dengan cerdas bisa mengambil manfaat untuk keuntungan Indonesia, tapi kemudian tidak mendapat dukungan dari orang-orang Indonesia sendiri. setelah baca buku ini, beberapa teman yg juga baca buku ini, malah jadi benci ama Amerika tuh… hehehhee…

dulu, sejarah yang kita pelajari waktu di sekolah cuma menyebutkan ada gerakan-gerakan pemberontakan di daerah-daerah, ada PRRI, Permesta, dll… nah.. di buku ini disebutin tuh.. kenapa gerakan itu sampai terjadi, apa pemicunya… dan siapa dalang yang mendukung gerakan itu: tak lain tak bukan ya CIA alias Amerika… termasuk juga peristiwa 30 Sep dan pergantian dari orde lama ke orde baru, semuanya dibahas, berdasarkan data dan dokumen CIA. jadi, secara garis besar, semua peristiwa itu tidak lepas dari campur tangan Amerika.

nah, bingung kann… kenapa Amerika yang jun jauh disebelah sono kok sampe segitunya ama Indonesia yang ketika itu masih baru merdeka…
ya! jawabannya tidak lepas dari perang ideologi kapitalisme versus komunisme yang ketika itu emang tengah sengit-sengitnya. Amerika sebagai pendukung ideologi kapitalisme begitu berambisi untuk menghadang kekuatan komunisme. kebetulan saat itu, Indonesia kan lagi mesra-mesranya tuh ama Rusia dan Cina yang notabene emang penganut komunisme. posisi Indonesia yang strategis, terutama untuk jalur perlayaran dan perdagangan, membuat Amerika tidak rela bila Indonesia ada dalam pengaruh komunisme. sementara itu, Inggris – yang juga penganut kapitalisme – sudah punya wilayah kencingan mereka di Malaysia dan Singapore… Phillippines juga kan manut ama Amerika ketika itu. jadi ya emang cuma Indonesia aja yang belum masuk jadi wilayah kapitalisme.

Amerika itu udah membidik Indonesia itu sejak jaman revolusi.
sejak 1948 itu Amerika udah kasih bantuan-bantuan, terutama bantuan-bantuan pendidikan dan training-training untuk angkatan darat kita.

kenapa angkatan darat?
karena angkatan udara dan angkatan laut sudah ada dalam ‘pelukan’nya Rusia. Rusia juga kasih bantuan pendidikan dan training-training untuk angkatan udara dan angkata laut.

kenapa militer yang jadi sasaran pemberian bantuan dari pihak asing ketika itu?
… nah, kalo ini.. lebih pada kesiapan sumber daya manusia yang kita miliki pada saat itu… kita kan baru merdeka… mayoritas penduduk Indonesia kan tidak berpendidikan…

militer adalah pihak yang bisa dibilang paling berpendidikan dan bisa dijadikan agen perubahan. itu sebenernya tujuan Rusia dan Amerika kasih bantuan pendidikan dan training untuk militer, dengan harapan setelah dididik, mereka bisa jadi agen pembaruan untuk me-modernisasi Indonesia. pada periode itu, bantuan dari Rusia itu jauh–jauh lebih besar daripada bantuan dari Amerika… sampe Amerika sendiri sempat frustasi dan patah arang.

tim ekspedisi Amerika ke papua yang menemukan bongkahan harta karun tak ternilai di bumi Papua merupakan insentif lain bagi Amerika untuk tak patah arang kasih bantuan untuk Indonesia…
yang bikin Amerika patah arang, juga karena Presiden Sukarno saat itu sangat cerdas, memberikan mimpi-mimpi surga [“saya bisa terbang dari sovyet ke New York cuma dalam semalam”] hiks.. keren ga tuh… artinya kan.. “saya bisa aja berpaling ke barat dengan seketika – dalam semalam – kalau….”
maka keluarlah konsesi-konsesi… gimana Indonesia bisa dapetin Irian jaya dari tangan Belanda.. gimana militer Indonesia bisa dapet bantuan peralatan canggih… dan itulah yang juga diberikan oleh Indonesia…
canggihnya Presiden Sukarno bisa menyiapkan masa referendum West New Guinea itu sedemikian rupa, sehingga pada saat referendum dilaksanakan di tahun 1969, orang-orang papua tidak punya pilihan lain selain memilih bergabung dengan Indonesia. dan itu semua tidak lepas dari campur tangan CIA… Belanda sendiri termasuk pihak yang sakit hati dengan ulah Amerika…
gitu tuh kata buku ini…

buku ini juga menggambarkan gimana Amerika, pada saat situasi anti-amerika begitu memanas… ketika terjadi pembakaran piringan hitam the beatles sampe ke penahanan Koes Plus… dokumen-dokumen yang dirujuk menyebutkan periode itu sebagai masa-masa putus asa…

maka ada berbagai cara yang didukung Amerika supaya Presiden Sukarno bisa diturunkan dari jabatannya

.. mulai dari PRRI, Permesta, dan gerakan-gerakan kecil lainnya, sampai ke peristiwa besar 30 septmber. seandainya pilot Allen Pope – yang ternyata adalah agen CIA – tidak tertangkap setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh saat membantu gerakan PRRI, mungkin Indonesia tidak akan pernah tau bahwa gerakan itu didukung Amerika. tertangkapnya Allen Pope itulah yang membuka informasi-informasi penting, siapa saja yang ikut jadi dalang peristiwa – ternyata ada nama Sumitro, sang begawan ekonomi kita; bagaimana mereka diijinkan memanfaatkan pangkalan di Singapore untuk memberi dukungan logistik bagi gerakan para ‘pemberontak’ [ini juga yg bikin Indonesia panas ama negara tetangga saat itu: konfrontasi]. secara keseluruhan, intinya sih gimana cara kerja intelejen untuk merekayasa sesuatu. dan kebetulan ini terjadi di Indonesia.

buat saya, yang menarik adalah alinea terakhir buku itu, yang saya kutipkan secara utuh gini:

Many of the problems that plagued Indonesia in 1998 and after – endemic corruption, an attenuated civil society, environmental degradation, state violance in Aceh, East Timor, and West Papua, and the recrudescence of political Islam – were at least exacerbated by, if not finding their roots during, the New Order. These lessons have not been well learned. In the years following Suharto’s downfall, the army continues to play a destabilizing role in the country’s political and economic life, and the Bush administration has renewed full-scale assistance to its armed forces in the name of fighting the so called war on terror. Indonesian who continue to put forward a different vision of their country’s modernization – one rooted in pluralism, democracy, and balance development – still wrestle with the bitter legacy of the choices forged in Jakarta and Washington during these fateful years.

see… silakan terjemahkan sendiri ya…

Firsty Husbani

*

catatan : terjemahannya dalam bahasa sederhana bisa gini..
berbagai masalah yang terjadi di Indonesia sejak peristiwa 1998 sampai sekarang – korupsi yang endemis, civil society yang adem ayem, kerusakan lingkungan, kekerasan di Aceh, Timor Timur dan Papua, dan [politisasi Islam?] – bisa jadi memiliki akar dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, sejak dari jaman Orde Baru. kita belum bisa menggali semua pembelajaran yang telah kita dapat memang. sesaat setelah kejatuhan Presiden Suharto, militer masih memegang peranan untuk melakukan upaya-upaya stabilisasi keamanan ekonomi dan politik nasional. disamping itu, pemerintahan Bush telah memperbaharui bantuan dengan memberikan bantuan yang sangat royal dalam rangka menumpas terorisme. Indonesia yang masih melanjutkan upaya-upaya ke arah modernisasi – yang berakar dari pluralisme, demokrasi, dan pembangunan yang seimbang – masih bertarung dalam pilihan-pilihan pahit yang diberikan oleh jakarta dan washington pada tahun-tahun yang sulit ini.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “kutipan : Economists with Guns – sejarah kelam Indonesia”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

@semua
tuk kisah jatuhnya Allen Pope, saya sendiri pernah menontonnya di acara Metro tv dalam tayangan Secret Operation.
sama dengan uraian di buku tersebut, dalam tayangan itu diungkap bahwa memang ada campur tangan AS tuk menjatuhkan pak Karno. Indonesia saat itu memang di rong-rong dari dalam dan luar negeri.

mari yuk, merdeka kita sekali lagi..
dan selamanya sebagai indonesia 😀

MERDEKA!!! LAGI!!!

gimana caranya?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: