“we have a lot of work to do”

Posted on November 4, 2008. Filed under: islam indie |

(serius lagi yuk, dikitttt aja.. hehehe)

“we have a lot of work to do” memang perkataan Obama.
sebuah perkataan yang menggugah dan mengajak tuk sama-sama memikirkan dan mengerjakan banyak hal. bukan janji-janji surga yaa..
kesannya bakal sibuk nih, sibukkk…

beberapa hari yang lalu, saya nonton di metro tv, di acara US Election – Indonesia’s Perspective, bertajuk “Obamanomic atau mcCainomic?”
dihadiri : pak Pande Raja Silalahi (Ekonom CSIS) , Sofian Wanadi (ketua kadin indonesia komite AS), Soemadi Brotodiningrat (mantan dubes AS) dan Bara Hasibuan (aktivis/pernah kerja di kongres AS)..
dengan pemandunya : Kania Sutisnawinata

ga lengkap sih nontonnya, tapi menarik banget tuh lihat opini-opini pak Sofian Wanadi.

katanya gini,
– dalam dua tahun ini, pertumbuhan ekonomi amerika dapat dipastikan minus. -1 sampai -2%. nah, indonesia jangan melulu mengandalkan amerika.

bahkan kata beliau – ditujukan pada pak Pande yang kebetulan saat itu sepertinya menunjukkan sikap bergantung pada amerika.
– jangan kaya dulu. dia (amrik) batuk, u (indonesia) sakit. lah, sekarang dia (amerika) sakit, u mau apa? dia (amerika) ga akan mikirin u deh.

sederhananya pak Sofian tegaskan begini, kurleb loh..
kita harus bisa berdayakan pasar dalam negeri kita. jangan melulu diserbu barang-barang asing. kita harus berdayakan pasar dalam negeri kita tuk menyerap produksi kita. bukan berarti tidak kita ekspor. secara umum daya beli amerika menurun. kita harus cari pasar baru. cpo, batu bara, dan minyak masih tetap dibutuhkan, oleh siapa saja – banyak negara. tapi harganya turun.

hmmm, saya tertarik tuh pada opini pak Sofian Wanadi yang ini. sederhana dan lugas, to the point. ga remeh temeh dengan banyak istilah ekonomi itu.

cerita ya,
suami saya pernah berdiskusi dengan seseorang cina, dan rasanya ini memang sudah menjadi pembicaraan banyak orang.

konon katanya… di cina sono, pemerintah menghimbau seluruh rakyatnya tuk bekerja. yang bisa bertani ya bertani. yang bisa industri ya industri.
banyak industri rumahan di sana. maka kita temui, ga ada barang yang ga dibuat oleh cina.

lah, bagaimana dengan produk cina yang berbahaya?
jawabnya trial by error. mereka memang memilih tuk terus menggelontorkan produk dan terus mengamati perkembangan produk itu di pasaran.
konon ini terus diawasi, dan terus diperbaiki. sampai suatu saat, mereka punya produk andalan. pemerintahnya aktif memperhatikan produk-produk bermasalah itu kok.

tapi, kenapa mereka nekad begitu?
wow.. sodara-sodara, cina itu negeri raksasa. penduduknya buanyak teunan. lalu sekian lama tertinggal dan tertidur. maka sangat tidak mungkin untuk pemerintah cina menyekolahkan rakyatnya tuk pada jadi sarjana dulu baru kemudian berkarya, ga mungkin satu demi satu rakyatnya diajari melek teknologi dan melek globalisasi.
kemajuan dunia pendidikannya tidak akan mungkin mengejar kebutuhan hidup dan komitmen kemajuan yang sudah dicanangkan pemerintahnya. hidup memang sudah harus terus mengalir dan tak akan menunggu siapa-siapa.

maka satu-satunya cara adalah mengajak rakyatnya “learning by doing”. yang penting sektor riilnya bergerak dan terus bergerak.

dan sebagai negara dengan jumlah penduduk sebanyak itu, mau ga mau rakyatnya harus dibuat bekerja. biar murah asal kerja. karena kalau banyak yang mengganggur, maka stabilitas cina akan terganggu sekali.

minimal cina berdayakan rakyatnya bekerja ya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. yang total general pasar dalam negerinya saja sudah besar sekali. dan konon, pencapaiannya cina saat ini luarbiasa. karena katanya minimal lumbung padi cina tersedia tuk 3 tahun ke depan!

wuihhh… tentu itu akibat kerja, kerja dan kerja…

banyak anak memang banyak rezeki kali yaa, tapi banyak penduduk berarti harus banyak kerjaan. hehehe… πŸ™‚

maka perkataan pak Sofian itu sangat benar. pasar dalam negeri kita harus dijaga dari serbuan produk asing. pasar kita juga harus bisa menyerap produk kita sendiri, demi rakyat ini bekerja dan berkarya. demi mandiri.

hehehe, saya sampai sedikit bersyukur nih dengan sakitnya amerika ini. setidaknya bikin kita sadar diri tuk bangkit mandiri. jangan melulu mengandalkan asing.

lah, tapi saya ada khawatirnya juga loh…
serius..
gini,
di tengah krisis amerika, maka paradigma dunia beralih pada cina dan arab. cina jelas ga bisa sembarangan dimintai tolong. dia punya concern tersendiri tuk dalam negerinya. maka ke arab nih. arab memang kaya minyak, tapi secara sumber daya manusia, banyak wacana meragukannya dan bahkan banyak yang bilang sdm-nya payah.
kecuali negara-negara arab yang moderat kali yaa.

persoalannya, indonesia yang suka menyembah pasar ini, apakah kelak akan malah berganti menyembah arab??
yang bener aja deh.
apa mau secara ideologi menyembah arab, karena butuh uangnya. dan secara pasar dikuasai cina, karena tak bisa menyediakan produk tersebut?

haduhhh… ayo bangun indonesia!

indonesia ini punya kemampuan yang luarbiasa kok. tinggal keberaniannya saja.

maka kadang saya pikir,
marilah kita -semua yang indonesia- bersatu. bangun bersama dan maju bersama. terutama mengupayakan berputarnya sektor riil. agar rakyat bekerja. rakyat yang bekerja akan mengurangi energi rakyat ke hal-hal yang ga ada juntrungannya seperti bentrok, demo dsbnya itu.

jangan biarkan rakyat melulu terseret masuk dalam persoalan-persoalan yang berpotensi yang memecah belah deh.

pemimpin indonesia ke depan harus berani mengambil sikap sebagai indonesia yang merdeka dan berdaulat, sebagai indonesia yang mandiri.

maaf ya, bahkan pada seorang teman, saya bilang saya mau om Liem itu pulang deh, bantu kembali gerakan sektor riil indonesia. dan teman saya setuju loh, katanya sudah bukan waktunya kita memusuhi om liem atau siapapun. persoalan ekonomi ini harus dikerjakan bersama-sama, bahu membahu. ga bisa dipungkiri, ekonomi indonesia telah lama digerakkan oleh keturunan cinanya, ya karena kebijakan ekonomi pemerintah indonesia sendiri.

maka sudahlah, yuk bersatu lagi, bersama lagi
maafkan semua yang telah berlalu
maafkan semua kebodohan yang sudah terlalu
mari bangun negeri ini dengan semangat baru
jujur, setia, peduli dan bahu membahu

.

nah, amerika sendiri unik loh.
beberapa waktu lalu di VOA, diberitakan karena krisis di bidang properti ini, maka banyak rakyat amerika yang tidak bisa membayar cicilan rumahnya. tuk menjawab persoalan itu, maka pihak bank dan negara bagiannya, mengadakan layanan tuk mencarikan teman kontrakan. rumah tersebut menyewakan kamarnya pada orang-orang yang membutuhkan tempat tinggal murah, demi bisa membantu membayar cicilan rumah itu.

wow, amerika sibuk nih.. πŸ™‚

we have a lot of work to do..

.

eee…. ditengah semua sedang sibuk bekerja. indonesia saat ini, dengan banyak buruh yang terancam phk, bagaimana yaa?

suami saya bertemu dengan seorang bapak, usia 49 tahun. yang terancam pensiun dini dari sebuah pabrik lem berskala nasional. memang semua persoalan seputar pensiunnya diatur baik oleh perusahaannya. tapi usia 49 tahun kan masih sangat produktif..
pernah mencoba meracik lem tuk perusahaan lain, ketrampilannya sih diterima, tapi usianya tidak..
higs.. padahal anak pertamanya juga belum lagi lulus kuliah.

duh..

akankah 2009 bisa memberi harapan baru yang nyata tuk indonesia?
akankah bisa membuat indonesia sibuk??

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

14 Tanggapan to ““we have a lot of work to do””

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Gimana ya? ga tau lagi apa yang mau dibilang…habis percuma juga sih dari dulu penguasa-penguasa di negeri ini BUDEK sih…
Tapi kalo aku tetap sepakat dengan PRIORITAS PEMBANGUNAN PERTANIAN, jadi siapapun calon Presiden 2009 yang mau mati2an membangun Pertanian Indonesia…SAYA AKAN PILIH !!!

Oya sejujurnya kita ga usah terlalu berharap siapapun Presiden Amerika nanti!!!

@bang Syahrul
wah, bang Syahrul sama seperti pak sofian wanadi nih.
beliau asli bilang – dia (amerika) ga akan mikirin u (indonesia) deh.
hehehe…
maka pak sofian mengajak tuk memikirkan pasar dalam negeri yang dah kelamaan dibiarkan pemerintah digempur oleh produk2 asing. harus mulai diberdayakan tuk menyerap produk sendiri.
aku cinta produksi indonesia deh!

eeeits, di komen waktu itu.. katanya bang Syahrul ga mau Prabowo. sejauh ini, prabowo tuh yang dalam kampanyenya bawa-bawa petani. hehehe, becanda bang.:P

hmm, saya lebih setuju pada capres yang bisa memberdayakan semua hal. darat, luat, industri dsbnya termasuk persoalan keamanan dalam negeri sampai keamanan perairan indonesia.
yang lebih tegas dan berani deh bang. maka sejauh ini sih abs : asal bukan sby.

saya masih mengamati banyak hal. jadi…. santai deh πŸ˜€

rasanya sudut pandang ini yang dari dulu saya rasakan. termasuk sudut pandang ini yang sepuluh tahun yang lalu memantapkan pilihan masuk ke industri daripada ke pemerintahan.
ayo mulai hitung, tangan kita sudah menghasilkan apa hari ini. benda nyata atau tidak nyata. ada manfaat atau hampa. apa kita sudah pakai barang buatan saudara kita, teman kita, tetangga kita???

@kang trend
wah, apa kabar kang? semoga sehat selalu yaa..

hmm… masa sih kang?
rasanya memang ada deh masa dimana kita lebih tertarik pada produk asing -bahkan sampai pada ideologi asing. gerakan islam transnasional saja lebih menguras energi kita dari berkarya itu sendiri. ya ga?

sederhananya, saya sih terima kalau kita memang sudah tertinggal dan tidak diarahkan tuk mencintai produk bangsa sendiri. kita ga percaya diri sama produk kita, sampai ga percaya sama pancasila -ideologi kita -yang memang sempat dimanipulasi sebuah rezim sih-. tapi bukan berarti harus digantikan dengan ideologi lain, meskipun itu adalah agama. toh, negara ini bukan negara agama. ya ga?

maka.. khitoh deh, kembali utuh menjadi indonesia, tanpa embel-embel. itu syarat tuk indonesia merdeka sekali lagi. gimana? πŸ˜€

satu hal lagi, perlu propanganda yang serentak oleh seluruh elemen masyarakat terutama tokoh-tokoh mayarakat. dengan tulus dan sungguh2 mencintai produk negeri sendiri.
bangsa kita masih tipe bangsa yang “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. masih yang gimana pemimpinnya. πŸ˜€

hihi.. :mrgreen: .
aku geli2 ndiri ma jawaban2 anis, ga pake kembangan langsung gingkang biking ter-bengong2 :O .

iyaya.. ntah kenapa slm ini aku kok mrasa lebih cocok ma omongan2 pak sofian, drpd pakar2 or seleb2 ekonomi laen, palagi ma motivator2 dahsyat lah, revolusi lah, kita bisa begini begitu lah, ayo bingung lah hahaha.. πŸ˜†

maaf, becande… biar gak melulu terseret masuk dalam persoalan-persoalan yang berpotensi yang memecah belah deh.

Minimal kalo Amerika sibuk ngurusin ekonomi dalam negeri-nya, Timur Tengah bisa “bernapas” sejenak, soalnya tentara-tentara Amerika pada dipanggil pulang sebentar buat bantu2 perekonomian negaranya πŸ˜€

Hehehehhe… mungkin gak sih??? *ngimpi mode : on*

@mas JM
yeeey, lelaki memang suka tidak mengerti wanita.
komen kan boleh gimana mood aja, hihihi… cewek banget deh πŸ˜‰

gini mas..
sejuta haru dan kagum, tak terhitung bunga dan bangga, atas ilmu dan bahasa para aneka pakar kita itu. tapi sejauh yang saya amati, mereka kok seperti bicara pada diri mereka sendiri atau banter pada kalangannya saja yaa??
sementara rakyatnya ingin dan boleh docnggg ikutan tau ada apa dengan negerinya.. πŸ˜‰

nah, ini loh yang saya amati, mas. bahwa para aneka pakar itu nampaknya tidak tau/tidak mau mencoba menjadi jembatan tuk antara rakyat dengan negaranya. sehingga dalam ketidak pahaman, dalam keterbatasan, rakyat harus berkali-kali menjadi korban dari kebijakan2 aneka bahasa dan gaya itu.

pak sofian sendiri bilang, indonesia butuh PR -nyaris- tuk dalam negerinya sendiri.

saya setuju banget tuh. kalau kita memang ingin memberdayakan semua kalangan, marilah berbahasa indonesia yang baik. bahasa keseharian kita.
bukan menafikan keilmuan ya, justru ilmu itu tuk diamalkan toh? maka tantangannya memang ada pada bagaimana menyampaikan (termasuk mengaplikasikan) ilmu itu pada semua pihak, dalam hal ini ya pada rakyat indonesia.

agar rakyat mengerti, kemudian bisa berpartisipasi. atau kalaupun interupsi, ya karena punya satu hati. sehingga interupsinya menjadi nilai tambah.
lah, ini sudahkah ga ngerti, interupsi ga satu hati, demontrasi terasa basi, walhasil makin sakit deh bangsa ini..

gitu ga sih mas? (maksa nih nadanya.. :P)
maaf yaa, ini mungkin karena saya suka berbicara dg tukang ojek, mbok jamu, tukang rumput, tukang sayur, dsbnya. sehingga kadang bicara di blog inipun, saya suka merasa minder loh.. hehehe πŸ˜€

@darnia
tul mbak.
semoga ada kebijakan2 baru dari amrik, yang mungkin bikin dia sibuk sendiri, tapi dampaknya bisa mengakselerasi yang lain -termasuk kita- tuk juga memperbaiki diri kita sendiri juga. ga melulu direcoki amrik. hahaha..
amin…

meski saya bukan warga negara amerika, secara saya adalah WNI. tapi seru juga melihat antusias warga AS di pemilu kali ini. kerasa denyutnya.. cos secara hidup, saya juga masih berdenyut jantungnya. hihi πŸ˜€

Enterpreneur kata pak Ciputra…
kita cuma punya 2 %, padahal minimal harus 4%.
Dengan enterpreneur maka kita bisa mandiri.
Membuka lapangan kerja dan tidak tergantung
orang lain….

Saya kok lebih setuju ini buk…
Masalahnya saya gak percaya dengan pemerintah dan penggantinya. Terlalu lama menunggu…
Jadi kita harus berusaha sendiri.
Banyak kok perkumpulan perkumpulan enterpreneur ini…

Trial by error…
hehehe makanya saya masih suka ikut jadi buruh korea…
bisa belajar banyak tentang semangat.
Mereka berani mencoba tanpa takut rugi.
Kalo mau tidak ada yang tidak bisa…

Kami pernah buat konstruksi yang berbiaya besar.
kerja seharusnya 2 minggu bisa dikebut 4 hari.
Setelah di coba ternyata hasil produksi gak maksimal.
Langsung berubah lagi desainnya dan membuat lagi
yang lain…ngebut lagi..
semangatnya luar biasa…
dan temen teman sesama buruh indonesia..
jadi ikut ikutan gila gilaan…
bagus kan ?

Jadi penggabungan antara semangat dan enterpreneur
akan menghasilkan sesuatu yang bagus…
itulah mengapa saya dan teman teman meski buruh
tapi tetap mencoba ilmu enterpreneur ini..
Ada yang berhasil dan gagal tapi tidak patah semangat.
berani trial by error…

jadi kalaupun ada pensiun dini tidak masalah…
Seperti si bapak…kenapa tidak meracik lem untuk
dirinya ?
Buat team dan jalankan…

Wahhhh saya kok jadi menggebu gebu gini ya…

Makanya saya suka baca buku macam Robert T kiyosaki sejak tahun 2000..dan sebangsanya
memang banyak yang bilang Kiyosaki nggedabrus..
ngomong doang…begitu juga dengan Tung Desem W…
hehehe memang tidak ada yang sempurna..
tapi bisa kita ambil semangatnya…
cara berpikirnya…
harus bisa merubah mind set kita..

Jadi gak usah menunggu pemerintah…
Saking gregetannya saya jadi pengen jadi Walkot
ato bupati lho buk…
Mereka ini ujung tombak…
kalo mau bisa memberdayakan rakyat secara langsung.
5 tahun saja….saya yakin bisa memajukan rakyat.
Udah deh saya gak usah digaji..
gak usah bingung ngasih mobil dinas…
kasih saya wewenang penuh mengganti kepala dinas
yang gak becus, kasih wewenang mengganti camat
lurah yang gak bisa “lari” seperti saya.

hahahahahahaha gila ya saya …

mba anis, izinkan saya menyapa mas datyo.
pemikiran dan semangat mas kayaknya seirama dengan yang saya rasakan. setelah 10 tahun saya berjuang di sektor riil ini sudah banyak pelajaran buat saya, dan rasanya seperti yang mas rasakan. mudah2an kedepan bisa bersinergi di alam pembuktian.

Mas Tren apa kabar…
saya masih cuma punya semangat doang kok mas…
realisasinya masih jatuh bangun..
kekekekek…

bukannya yang kita omongin ini tentang jatuh bangun???

@mas datyo
wah, jadi calon independen aja mas…

kok, sama ya..??
saya pernah bilang gini ke suami
– boleh dong saya jadi presiden, tapi janji.. suami tetap nafkahi saya. biar gaji jadi presidennya buat benerin pasar tradisional, rapiin kaki lima, rapiin jalan, padat karya tuk sapuin jalan2, cabutin rumpur liar dijalan2, nguras kali, bikin sekolah.. dstnya.

halah..
kita seperti yang sudah jenuh banget ya mas sama pemerintah negeri sendiri.. hahaha πŸ˜€

e, dulu saya suka baca-baca buku motivator gitu, lama-lama kok pusing ya mas. banter buat refleksi kepribadian doang. trusnya jalani ajalah semua dengan santai.. sedikit demi sedikit menjadi bukit, seperti…. ngeblog ini. ;P
– loh?? maksudnya sih sesuai kapasitas kita aja deh. kan trial by error.
silakan dan semoga masing-masing bisa menemukan ekspresi kepeduliannya pada negeri ini dengan tetap bahagia dan merdeka.

@kang trend
mangga kang,
mo diskusi sama mas datyo disini sampai besok pagi.. juga boleh.
ntar disiapin kopi dan cemilannya deh.
sip, santai aja dan nikmati aja yaaa πŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: