berubah

Posted on November 5, 2008. Filed under: islam indie |

(dilepas yaa..)

dulu saya suka isengin anak saya yang pertama, mbak adhin. waktu itu dia sedang suka-sukanya dengan sailormoon. ikut-ikutan tante-tantenya yang juga sukanya dengan film itu.
tau dong sailormoon?? itu yang kartun jepang. dan yang kalau mau jadi jagoan, akan berteriak : – berubah!!
lalu saya jadi suka ikutan teriak : berubah, kalau bermain bersama anak saya, sambil tertawa-tawa.

jadi maklum deh, itu juga kali ya semangatnya para orang jepang itu. maka semua filmnya, mengandung semangat berubah. baik berubah jadi monster sampai berubah jadi jagoan πŸ˜‰

dan berubah juga menjiwai banyak cerita anak-anak. salah satunya. adalah ketika kodok yang dicium putri lalu berubah menjadi pangeran nan ganteng rupawan.
hehehe, mimpi kali yee??

*

berubah..

saya sedang mbayangin nih, sejak negeri kita ini terhitung gagal dengan slogan basamo kito bisa itu, hihi.. πŸ™‚
maka mungkin kita perlu slogan baru jelang 2009 nih.
hmm, dan…. berubah!
mungkin kata itu tepat ya tuk kita… hahaha πŸ˜€

agar semua yang masih kodok berubah jadi pangeran ganteng dan bertanggungjawab. agar yang biasa-biasa saja juga berubah jadi jagoan dan berkarya mengantikan keburukan dengan karya penuh kebaikan. dan tentu agar yang masih kepompong berubah menjadi kupu-kupu..

sesungguhnya sudah banyak kok manusia indonesia yang sudah berubah dan siap mentas dan berkarya. sudah banyak yang siap turut ambil bagian demi kemajuan indonesia.

hanya entah kenapa, awan gelap kok seolah masih saja mengelayuti indonesia kita yaa..

***

tadi pagi, di tengah asyik ini-itu dengan kompi, merapikan beberapa dokumen saya. tiba-tiba tilpun berdering. disambi deh.
– halo assalaamualaikum.. bu anis ya?
– wa’alaikum salam bu..
– ngaji yukk..
hmm, saya dah terlanjur punya janji nih..
– maaf bu, saya terlanjur janji. lain kali aja yaa
– wah, datang dong, baru berdua nih yang datang.
– aduh, maaf bu. saya bener sudah terlanjur janjian sama yang lain.
– ya sudah deh.
– maaf ya bu. sampai lain waktu lagi yaa.
saya memang sering jadi figuran. di tilpun tuk ngaji kalau ga ada atau kurang ramai orang. walau kadang saya malah ga tahu kalau ada pengajian, alias ga dihubungi kalau sudah ramai. hehehe..

dan sesungguhnya karena saya sudah terlanjur janji sama si mbak tuk masak bersama hari ini. jadi tadi ngutak-ngatik kompi disambi sambil masak.

lah, komen si mbak gini..
– tilpun ngajak ngaji ya bu?
– iya. tapi kan kita dah janji mau masak bareng.
– bu, kenapa sih orang kota sukanya ngaji?
hah? pertanyaan aneh..
– lah, emang dikampungnya ga ada pengajian?
– ah, paling buat anak-anak kecil bu. itupun ke masjid.
– iya, pasti ada pengajian ibu-ibu nya kali??
– ga ada bu. wah, jamin. di kampung saya tuh, mana sempat ngaji kaya ibu-ibu disini gitu. lebih baik ke sawah bertani dari ngaji melulu, bu..
– hmm…

dalam hati,
duh.. kok rasanya kesindir abis yaa..??

lah, teman saya malah bilang gini
– semakin dipelajari, tuhan terasa makin menyeramkan!
hush.. hehehe..

saya pribadi memaklumi sekali kejenuhan ini. yang juga kejenuhan si mbak.
ditengah hidup yang nyata, kita tidak akan kuat tuk terus berwacana apalagi berangan-angan saja. kita pasti ingin sesuatu yang nyata juga.

kemiskinan ini harus dijawab dengan bekerja bukan mimpi kaya mendadak. kebodohan ini harus dijawab dengan belajar bukan melulu berdalih dengan dalil-dalil. krisis ini harus dijawab dengan kebersamaan bukan melulu menganggap ini takdir dan berharap pahlawan turun dari langit.

lalu tuk apa dong agama?

agama adalah inspirasi dan motivasi agar manusia mau selalu melihat ke depan.
tentang hari perhitungan yang tidak akan melepaskan manusia dari sekecil apapun perbuatannya. maka banyak berbuat baik, agar kehidupanpun menjadi baik. juga tentang kebangkitan yang cermin dari kebangkitan jiwa dari keterpurukan. cermin kebangkitan kehidupan bersama dari krisis mental yang berkepanjangan ini.

bahasa agama tuk mengajak berpikir jauh ke depan memang demikian, penuh metafora atau perumpamaan.

mengemukakan balasan akan perbuatan seperti amalan dan dosa yang maka darinya menjadi surga dan neraka sebagai balasannya.
tapi, tentu bukan tuk melulu manusia berpikir bahwa surga dan neraka itu gimana nanti saja. hehehe.. memang nanti saja sih, dalam arti ya pasti terjadi. tapi dunia ini harus tetap digarap dengan baik, demi hasil yang baik pula. itu yang utama.

demikianlah agama, menjadi sumber inspirasi dan motivasi, tuk manusia berubah menjadi baik dan kehidupan berubah menjadi damai.

selebihnya, jawablah semua tantangan ini dengan tangan kita, pikir kita, rasa kita dan bahasa kita akan masa kita. demi mata rantai yang selalu mengait menuju kedamaian dan kebenaran akan Dia yang sejati akan hidup yang nyata penuh dengan kebaikan. sebagaimana dicontohkan oleh nabi-nabi dan semua yang terpilih olehNya dalam sejarah panjang kehidupan ini.

*

mari berubah
jangan mau begitu-begitu saja
jangan melulu begini-begini saja

seorang teman memberi link di yutub, ttg seorang ustad berskala nasional, yang memang belum lagi beken sekali, tapi sudah diundang media tivi nasional tuk mengisi tayangan ramadhan kemarin. kabarnya ustad tersebut terhitung merebut istri orang lain. menikahi sirri seorang wanita yang belum resmi dicerai oleh suaminya. sang ustad dituduh memiliki andil menjadi perusak rumah tangga orang. ga sampai di situ, sang ustad bahkan menceraikan istrinya sendiri yang sedang hamil.

secara tidak begitu terekspos oleh media, tapi cukup mengejutkan juga. karena lagi-lagi terjadi hal demikian.

maka mari berubah dan menjadi lebih bertanggungjawab
saya menghormati apapun masalah orang lain, saya ga mau ikut campur.
silakan atur dengan semangat penuh kebaikan bagi banyak orang. bagi kebersamaan kita. kalau kata orang tua dulu, baik bagi nusa bangsa dan agamanya.. tentu dalam arti, jangan sampai menjadi fitnah bagi agamanya.

.

mari berubah..
sailormoon aja bisa, mengapa kita ga?
kodok saja bisa, mengapa kita tidak?

hehehe, demikianlah hikmah dari dongeng-dongeng itu. kita semua bisa berubah menjadi lebih baik dari yang kemarin. dan percayalah..

jadi inget Tinker Bell -peri terbang- dalam dongeng Peterpan.
suatu ketika tinker bell tak lagi bisa terbang. debu terbangnya ga bisa membuatnya terbang, tubuhnya pun melemah. semua karena peterpan merasa percuma dan tidak percaya lagi pada peri. sampai akhirnya, butuh dan sedih melihat tinker bell demikian, maka peterpan pun berkata dalam hatinya. i believe in fairies. i believe in fairies. terussss… sampai akhirnya, i believe.. maka tinker bell kembali sehat dan bisa terbang lagi bersama debu terbangnya.

hahaha, jangan harfiah.
itu hanya cara tuk mengambarkan betapa kita hanya butuh tuk percaya, bahwa kita bisa (berubah).

mungkin rasa percayalah yang bisa menyingkirkan awan hitam yang menggelayuti kita selama ini.

.

tuk tani yang lebih utama dari ngaji
yuk berubah dengan nyata
mari menggarap tuk kemudian menghasilkan
bukankah ngaji juga sudah lama menjelaskannya demikian?

berubah!

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

7 Tanggapan to “berubah”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

ah rupanya sudah anda mulai..
carilah terus…
ubahlah dg jarimu.
jgn pernah berhenti!
raihlah dg tanganmu.

*terimakasih sambil angguk2 kepala*

@aryf
makasih yaa.. amin.
πŸ˜€

“demikianlah agama, menjadi sumber inspirasi dan motivasi, tuk manusia berubah menjadi baik dan kehidupan berubah menjadi damai.”
(bahkan, agama adalah pegangan kehidupan bagi umatnya. Tnp agama, manusia akan limbung, tidak seimbang. Kaerna pada dasarnya manusia mempunyai naluri mengagungkan yang Lebih dari dia, yaitu Tuhan. Bahkan orang atheis pun ketika berada pada kondisi terhimpit maut, akhirnya dia pasti percaya bahwa dia tak akan berarti apa-apa. Ada Tuhan yang mempunyai kekuatan, Maha segala sesuatu….

“- semakin dipelajari, tuhan terasa makin menyeramkan!

(justru orang yang tidak mengenal Tuhan dan tidak tahu apa-apa tentang peraturanNya akan menyesal… karena manusia kan punya akal untuk berpikir. Bagaimana mungkin dunia ini tercipta secara tidak sengaja, dengan teori2 penciptaan evolusi orang2 Barat yang sebegitu mudahnya…
Dan bohong ketika orang bilang: ‘saya nunggu HIDAYAH’. Sementara hidayah itu artinya ‘petunjuk’.
Lha petunjuk itu kan sudah ada bentuknya: ada di Al Qur’an dan sunnah Rasul. Justru kasihan jka manusia dianugerahi mata & akal, tapi tidak digunakan untuk membaca Al Quran….

@mita
salam kenal mbak mita..
terimakasih tuk komennya
sebagaimana pesannya iqra’ dan bahkan sebagaimana dikatakan sesungguhnya jika air di luatan menjadi tinta, tak akan cukup tuk menuliskan ayat-ayatNya. maka tentu -sedikitnya- berarti tidak berhenti hanya pada Qu’ran dan sunnah Rasul saja yaa.

salam hangat πŸ˜€

maaf tapi huahaha… (ga tahan ketawa, maaaaf… )

bissaaa.. ajak cari2 alesan πŸ˜†

@mas JM
waktu nulis ini, juga terasa seperti pembenaran atas ga ngajinya saya waktu itu loh. hehehe jujur… πŸ˜‰

Kalo di Salman beda lagi, kata-katanya adalah :
Berjubah !!!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: