malaikat juga tahu

Posted on November 7, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..liputan yang sudah ditulis dari kemarin..)

baru dua hari ini, saya mengenalnya..
seorang wanita muda berdagang jamu gendong.

awalnya si mbak yang bawa mbak jamu itu ke rumah. setahu saya tukang jamu yang masuk ke dalam cluster ini, hanya yang menggunakan sepeda motor. maka baru tahu deh, kalau ada mbak jamu gendong di cluster ini.

sedari kecil, saya sudah akrab dengan jamu. maka tuk melepas kangen sama jamu gendong, saya pun pesan satu gelas kunyit asem. tambah sedikit pait-paitan sambiloto dan brotowali lalu sirih. men singset je?? πŸ˜‰

ternyata, si mbak jamu ini sudah terkenal di kalangan ibu-ibu cluster saya loh. duh, dari dulu saya suka ketinggalan. entah kenapa saya suka ga peka sama gosip. hehehe..
nah, termasuk terkenal bisa memijat dan melulur.
wah, mau donggg..

naaaah…. tadi, si mbak datang lagi.
menawarkan jamu, tuk nanti sore melulur saya.
sambil minum jamunya, kami pun mengobrol.

namanya mbak tati. asal wonogiri, solo. janda, anak dua. kelas satu SD dan TK.
– kok bisa usaha jamu di bogor mbak?
– sebelumnya sudah tinggal di bogor, bu. menemani suami berdagang bakso.
– lalu cerai?
– iya bu, suami tergoda buruh pabrik depan tempatnya berdagang bakso.
– lah, anak-anak?
– di solo bu, bersama ibu saya.
haduh.. dari tadi bu, bu, bu dengan rendah hati. khas jawa kromo gitu deh.

siang harinya, datanglah si mbak jamu tuk melulur saya. wah, pangling. tadi pagi dia mengenakan kerudung. lah, siangnya sudah dibuka.
katanya,
– anu bu. saya jualan jamu ke buruh bangunan, lalu tukang ojek. namanya laki-laki bu, apalagi tahu saya janda. sukanya towal-towel. dengan saya berjilbab, agak mending memperlakukannya.
– hmm..

lalu sembari di lulur, saya bertanya banyak hal padanya.

ternyata dia sadar akan bahaya dari beberapa jamu yang sudah diumumkan oleh BPOM. bakul gendongannya sendiri bertajuk air mancur. bahkan pernah ikut mudik gratis dari air mancur. sehingga menurut pengakuannya, jamunya asli buatan sendiri.
hmm… sedikitnya saya mengerti ttg jamu loh, maka saya bertanya cara membuat beberapa campuran jamu, dan ternyata jawabannya bener.
hehehe… fit and proper tes deh. πŸ˜‰

melihat saya mengerti jamu dan ‘halus’, si mbak jamu itu sempat menyangka saya orang jawa. tebaknya, saya ini ya kalau ga dari jogja ya solo kali..
hahahaha… so pasti saya mengklarifikasi. saya bukan jawa, mbak..
dan ketika cerita ke suami, komennya :
– mana ada jawa yang putihnya keterlaluan kaya gini…???
yeeey, ngejek deh..:P

kembali ke acara luluran itu.
pembicaraanpun kesana-kemari, termasuk soal kehidupannya.
selain jualan jamu, dia menerima disuruh-suruh nyetrika dan bantu-bantu kerjaan rumah. hmm, menariknya gini..
– bu, kalau ikut kata orangtua itu ya memang tuk keselamatan anaknya.
– hmm..
– iya bu. saya nih sudah jadi janda. dinasehati sama si mak dan bapak tuk ga usahlah nikah lagi. inget anak aja. lah, memang repot kok bu nikah lagi itu. kalau dapet suaminya baik. lah, bagaimana kalau malah memperkosa anak perempuan saya? di tivi itukan banyak bu berita kaya gitu. banyak orang jawa lagi bu pelaku yang tertangkapnya.
hehehe.. kok jadi rasis gini yaa?? trauma kali ya, karena mantan suaminya orang jawa, sekampung pula dan sendirinya ya jawa juga. saya cukup mendengarkan saja deh

– saya ga nyalahin mantan suami kok bu. mungkin sudah takdir saya. setidaknya saya bersyukur, 6 tahun nikah dapet anak 2. itu berkahnya bu.
hahhhh??? kok nrimo banget sih?? saya mulai gatel mo komentar, tapi nahan diri ah. secara saya beda IQ dan EQ nya dengan si mbak nih. πŸ˜›

– untung juga bapak dan si mak di kampung bisa dititipi anak-anak saya bu. biar saya bisa kerja dengan tenang.
– suka pulang nengok anak mbak?
– tiga bulan sekali bu.
– anak-anak suka nanyain bapaknya ga?
– ndak tuh bu. wis mudheng kok bu.
o-o.. kalau bicara anak, mata si mbak jamu berkaca-kaca gitu loh. bikin perih deh liatnya

salut yaa..
wanita indonesia itu kuat!
semangat pengabdiannya juga tinggi!

banyak figur wanita indonesia di kehidupan yang ga seberuntung kita, tampil begitu kuat dan luar biasa. bahkan kadang di usia yang sudah sangat renta. jadi memecah batu, kuli pikul di pasar, dan masih banyak lagi di setiap daerahnya. sesuatu yang suka bikin saya suka berkaca-kaca dan bahkan menangis loh melihatnya. secara saya adalah juga wanita, saya juga punya orang tua., saya juga indonesia.
higsss.. 😦

sejauh soal luluran, saya ga komplain. dan bahkan saya berniat langganan luluran sebulan sekali padanya. daripada ke salon, saya cukup puas dengan si mbak jamu dan ingin berbagi membantu meringankan bebannya. ga gratisan memang, karena saya ga suka peminta-minta. tapi saya apresiasi sekali pekerjaannya..

satu hal. sepakat soal nurut kata orang tua.
ga ada orang tua yang ingin mencelakakan anaknya deh. dalam banyak hal, terlepas bahwa itulah jalan kehidupan saya pribadi, saya akui.. sejujurnya.. kalau nasehat orang tua itu bener-bener tuk kebaikan saya juga.

salah satunya soal jamu ini.
ibu saya itu dulu sangat rewel soal perawatan pasca melahirkan. menurutnya, wanita yang sudah melahirkan itu tubuhnya memang mengalami perubahan besar. itu niscaya. tapi sebagai manusia, punya akal dan pikiran, kita harus tetap berusaha merawatnya sebagai rasa syukur itu sendiri.

maka saya harus mau di piling, parem, bengkung, stagen, huahhh… meski pasca melahirkan saya di rawat di rumah mertua, ibu saya dari lampung wanti-wanti tuk saya cari tukang urut atau paraji, yang bisa dan mengerti perawatan pasca melahirkan. maka selama 40 hari setelah melahirkan, tubuh saya dirawat oleh paraji.

sehingga… secara pribadi, dalam lebih dan kurangnya, saya mensyukuri tubuh saya hari ini. ga sia-sia deh semua perawatan yang alami itu.. πŸ˜€

maka saya sering ingin menangis melihat banyak wanita tak seberuntung saya. walau tentu saya juga berusaha tuk ga selalu melihat ke banyak wanita yang lebih beruntung dari saya loh. yang sangat banyak malah.
setidaknya, saya sedih melihat tangan, kaki dan wajah mereka yang wanita dan yang legam oleh terik matahari di sawah, di gunung-gunung batu, di pasar-pasar dini hari menjajakan dagangannya.

*

jadi inget, ketka akan melahirkan mofa saya mendapat pembantu namanya bi Sari.
awalnya agak risih buat saya melihat tubuhnya yang kekar, walau secara ukuran relatif kecil. rambutnya tipis, kulitnya legam. dan cara berjalannya yang seperti laki-laki.

tapi bi Sari wanita tulen kok. semua itu karena sebelumnya dia hanya buruh tani. harus memikul gabah bahkan juga harus turun menanam padi, yang sepintas rapi karena teratur jaraknya itu. padahal, kakinya harus kena lintah, tangannya harus pecah-pecah kena lumpur sawah. dan kulitnya legam kena terik matahari.

dan harus terima dicerai suaminya, karena suaminya menikah lagi. kata bi Sari waktu itu,
– ah, seperti habis manis sepah di buang bu. direguk yang manisnya, tak mau yang apa adanya..

ah, tuhan..
Kau maha tahu
MalaikatMu juga tahu

*

teringat karena terinspirasi oleh judul lagu dari Dewi Dee Lestari
berjudul : Malaikat Juga Tahu

terutama bagian reff :
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

.

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “malaikat juga tahu”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Semoga kita semua dihindarkan dari kemalangan seperti kisah Mbok Jamu.. sambil terus berdoa agar senantiasa diberikan/tunjukkan jalan kehidupan yang barokah.

Meski panjang sekali entrynya.. suka sekali mbacanya (kebetulan sednag berlibur di kampung).. dan juga orang jawwa πŸ˜€

Salam hangat dari Afrika Barat!

Wah, mau dong nyobain jamu godokan mbak πŸ™‚ .. tapi bener koq mbak, waktu saya masih tugas di Madiun, saya banyak menemukan wanitaΒ² yang ulet dan tahan banting.

@Domba Garut
hmm, kok agak aneh ya..
namanya Domba Garut, trus orang jawa, trus di afrika barat..

salam hangat juga mas… πŸ˜€

@erander
enak loh, hehehe..
iya, seharusnya kita bangga dan bisa melindungi hak-hak mereka..
– loh?? hehehe, saya gi melow sebagai sesama wanita kali yaa πŸ™‚

salud atas apresiasi lagunya.

jujur aja, sbl anis komen waktu itu saya nggak kepikiran sama sekali bagian reff lagu ini bisa jadi bukan sekedar deretan kata2.

yayaya… malekat gak harus dibayangin scr fisik kek gitu yaa.. tapi scr kasih yg extra ordinary… aaaaaaargh…..

serius, salud bwat dee n anis dah! salud.. salud.. 😎

ahh ibu, kasihmu menggunung
walau sering ku anggap angin lalu.

ahh emak, pengorbananmu tulus
walau sering ku berpaling darimu.

engkau nasehati aku hingga tuli kuping ini.
tapi engkau tak pernah jemu, walau hatimu bagai teriris sembilu..

emak,maafkan daku..walau saat ini aku jauh darimu.
hanya Dia yg tau, apa yg ku mau.
hanya doa ku yg tak pernah jemu, semoga KasihSayangNya selalu utk mu.

*berbahagialah anda yg menjadi ibu sejati*

@mas JM
dari pertama denger lagunya itu tuh… udah kena deh rasanya mas.
ndalem kok buat perasaan seorang wanita biasa seperti saya. ciee… πŸ˜›

secara lelaki memang kurang mengerti perasaan wanita, hehehe..

kasih extra ordinary..
menyentuh dengan caranya tersendiri
bahkan tak pernah terbayangkan sebelum ini

salud juga tuk mas JM, atas dimuatnya klip lagu itu. makasih ya mas..

@tuan
aminnn…. πŸ™‚

hahhhh??? kok nrimo banget sih?? saya mulai gatel mo komentar, tapi nahan diri ah. secara saya beda IQ dan EQ nya dengan si mbak nih.
Wah.. iya ya bu,bisa dibilang ga level,ya…itulah bu jadi seorang terapish,pasti dipandang sebelah mata,sy jg ngerasa gitu bu,kalo pagi sy kerja kantoran tp kl sore ato hari libur sy kerja jd tjerapish karena cita2 sy mo bikin spa yg terkenal hehehehe http://therapish.blogspot.com ya…memang kok bu,tapi gimana lagi….?

@irma
wah, jangan ragu tuk komen mbak irma.. mari belaajr berpendapat, meski hanya di sini.

santai aja deh. jadi apapun, selama disertai semangat berbakti yang tinggi, jamin indah deh..
semua ada tantangannya..
e, saya main ke blognya yaa… πŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: