jangan main-main dengan tuhan

Posted on November 12, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa.. maaf agak plu nih dari kemarin, jadi baru posting hari ini..)

soal iklan PKS yang kontroversial itu tuhhh.
hehehehe.. lucu ya.

– pertama, di iklan itu, PKS pasang foto Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari.

yuk kita jujur. selama ini pengajian dari rekan-rekan PKS di level grassroot tuh sukanya membid’ah-bid’ahkan amalan orang-orang NU. dan sangat tidak mendukung keindonesiaan Muhammadyiah dengan lebih mengedepankan ulama-ulama bersertifikasi timur tengah.
ini nyata loh..

bikin ibu-ibu itu bingung dan demi atas nama agama ya akhirnya nunut kata mereka. 🙂

– kedua, di iklan itu pula, PKS memasang Soeharto sebagai pahlawan.
hehehe.. lucu lagi.

Golkar aja setengah mati memisahkan imej dari Soeharto, lah… kok ini PKS?
maka dimana-mana ditentang juga tuh, oleh mereka yang masih tidak rela dengan status Soeharto. lagian belum ada kata sepakat toh tentang kepahlawanan Soeharto.
walhasil… issue yang berkembang adalah PKS singkatan dari Puji Kepemimpinan Soeharto

– ketiga, sudahkah mau meminang PDIP yang sampai PDIPnya sendiri tercegang-cegang. maklum secaa prinsip mereka berdua bak langit dan bumi, seperti pernah saya tulis, tentang si partai kuda hitam dulu.

– keempat, sudahkah PKS minta agar syekh puji tidak dihukum, membela amrozi, sampai soal UUAP.

duh, kasian..

nah, ditengah-tengah kontrovesi ini, ada yang mengingatkan. jangan terbawa keadaan deh, ntar jadi promo gratis buat PKS.

oops.. hehehe geli lagi.. 🙂

ga lah. mari terbuka pada keadaan yang ada.
maka saya dulu pernah bilang, kita masuk dalam periode buka-bukaan.
mari lihat dengan kepala dingin.

semua ini dimata saya, hanya satu bukti nyata.

jangan mempolitisasi agama
jangan main-main dengan tuhan

saya tidak menafikan partai islam tuk wadah aspirasi umat islam yang seide tuk negeri ini, tapi tidak dengan menjadikannya sebagai ideologi tunggal. karena ujung-ujungnya yang akan dikorbankan adalah institusinya sebagai agama.

biarlah agama hanya ruangnya tuk bangkitkan kesadaran personal
selebihnya mari berkarya dengan nyata bersama siapa saja
dan jujurlah jalani hidup ini.

ketika benar jadi salah, salah jadi benar. itu bak matahari yg terbit di timur, harus terbit di barat. itulah ‘kiamat’. maka kejujuran disebut ‘surga’ 😀

.

seru ya?
sebagian bilang, tindakkan PKS ini politik bunuh diri.

maka seperti sering saya katakan, amati saja dulu…
percaya deh..
pada akhirnya, kita akan melihat siapa yang layak bagi Indonesia kita..

Tuhan tidak tidur tuk Indonesia
maka jangan main-main dengan tuhan

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

23 Tanggapan to “jangan main-main dengan tuhan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Jangan kuatir bu…
Kalo sudah bermain main dengan Tuhan…
maka Tuhan pun akan bermain main dengan kita..
kita semua sudah pernah mengalami itu di
proses kehidupan kita bukan ?

Yang seriiingg,.. kita mnegira Tuhan “bermain-main” sehingga tidak menggangap serius firman-firmanNYA.. Astagfirullah

saya sambil minum kopi suka bertanya,
sebenarnya agama itu apa ya?
juga, politik itu apa ya?

kenapa ada yang disebut mempolitisi agama?

kalau saya menangkap, dari ke empat point yang disampaikan mba anis, menunjukkan jamaah ini berubah lebih dewasa. dalam memahami masalah dan bersikap untuk bangsa ini. saya iri mba anis telah mengenal mereka lebih dulu. sehingga bisa mengikuti perubahan itu dengan lebih jelas.
dan FANTASTIS (saya juga kaget), bahkan saya melihat menuju simpul yang mba anis idam-idamkan soal point: PERSATUAN itu lebih penting dari segalanya. tidak peduli dia dari organisasi NU, Muhammadiyah atau lainnya *demi persatuan*.
tetap menghormati tokoh yang konon “punya dosa” kepada Indonesia ini *demi persatuan*.
tidak bekerja sama dengan partai besar yang banyak dikeluhkan namun banyak juga pendukungnya, *demi persatuan*.
juga tidak berpihak ketika ada masalah yang berpotensi untuk memecah belah masyarakat Indonesia dalam debat yang berkepanjangan apalagi berkaitan penafsiran Islam pada tingkat cabang atau ranting seperti itu, sekali lagi *demi persatuan*
ah tapi itu sebagian dari rencana Tuhan. banyak rencana Tuhan yang mungkin lebih sempurna. tapi apapun itu semua adalah rencana Tuhan, yang mesti kita hargai untk mendudukkan kehambaan kita.
saya sendiri bukan simpatisan PKS, juga bukan caleg dari PKS. saya hanya orang yang mau belajar dari siapa saja termasuk dair mba anis. untuk mencoba mengerti bahwa tidak ada yang sia-sia dari segala yang tercipta ini.
gitu ngga sih mba.

tidak bekerja sama dengan partai besar yang banyak dikeluhkan namun banyak juga pendukungnya, *demi persatuan*.

>>>>> RALAT >>>>>

tetap bekerja sama dengan partai besar yang banyak dikeluhkan namun banyak juga pendukungnya, *demi persatuan*.

Maaf saya golput, tetapi kok orang-orang selalu menyudutkan PKS ya (termasuk pemilik blog ini)? kok hanya PKS kok bukan partai lain yang “cuma” ikut meramaikan pemilu tanpa Visi&Misi yang jelas untuk bangsa ini???
Aneh bin ajaib!
Coba tunjukkan di blog ini kejahatan2 politik PKS dibandingkan partai2 lain? kita harus FAIR dong

@mas datyo
hehehe, setuju mas.
pa lagi saya adalah orang yang telah bermain-main dengan tuhan. saya bahkan pindah agama.. 😀
tahu deh rasanya kaya apa. jatuh bangun bahkan kehilangan banyak hal. maka saya bisa bilang “jangan main-main dengan tuhan”

@mbak yanti
makasih mbak.. 🙂

@kang trend
saya hanya ingin mengeluarkan apa yang saya ingin katakan. tidak ada maksud apa-apa. selain ya keluarkan saja. bahwa kemudian itu ada manfaatnya, ya Alhamdulillah.. saya pun berbicara hanya sebatas apa yang ada disekitar kita. apa adanya deh.

pahami saja, saya hanya belajar tuk berani mengeluarkan pikiran dan perasaan ini atas apa yang ada, maaf kalau salah dan sangat terbatasnya penglihatan ini…

Sampe kapan mo menunggu siapa yg layak bagi indonesia kita?

Siapa aja pemain yg bermain-main dalam permainan khan bisa jelas2 ketahuan gaya permainannya.
Siapa aja yg bermain tanpa ikut permainan (play the game without be a player), orang suka gak mengenalnya, padahal karakter n gayanya dr dulu kala gak jauh2 dr situ2 jugak.

@mas JM
hehehe… jujur nih ya mas.
waktu nulis ini, hati saya agak berat. kebetulan juga sedang pusing kaya mo flu sih.
nah, itu tuh karena saya agak sungkan tuk terlalu mengarahkan ke mana-mana deh. obyektif dari fakta aja.
dan ini tuh, dibatasi demi jujur pada diri sendiri dulu aja. ga maksud negatif pada sesuatu, walau rasanya kok dah negatif juga yaa.

eeee…. kok mas JM malah “mengarahkan”. hahahaha 😀

tapi memang saya perempuan sih mas, suka tidak berkata secara langsung. padahal sudah cukup terbuka deh. hihihi 😛

mbak anis yg `baru` saya kenal.

Para ‘pemberi’ komen disini ibarat cermin diri, dan cermin itu tdk hrs satu kok. Tanya deh ma si Jiwa Musik :-).
Dari cermin2 tsb, anda bisa melihat berbagai sisi diri yg ada. tentu saja tidak semuanya memperlihatkan kebaikan, bahkan sisi keburukan pun ditampakkan.

Anda bisa memilih utk `memecahkan` semua cermin tsb dan hanya menyisakan satu, lalu berhias sepuasnya…
atau anda akan `menepi` utk sekedar bertanya..

Who am I?

@jadi?
ya udah deh, saya tanya mas JM.

mas Ji eeeeeeeM…. ini maksudnya apa?
hehehehee 😛

makasih mas/mbak Jadi.. ngeh kok.
saya hanya ingin bilang,
– ah, sudah… jangan terlalu serius deh. santai aja yaaa. ok?

yang penting kita bahagia bersama disini, dengan semua dan siapa saja. itu lebih seru dan menyenangkan buat saya. don’t worry be happy deh. – loh? 🙂

betul mba anis. santai sedikit lah… mudah2an itu membuat kita lebih punya keleluasaan untuk lebih meresapi pemahaman, lebih luang kesempatan untuk memukar mikir suatu argumen, lebih bijak dalam memandang jajak pendapat yang ada.
Tuhan saja menyediakan waktu yang cukup panjang untuk menciptakan alam semesta ini. Tuhan saja mempersilahkan bumi untuk menggunakan waktu yang cukup untuk mengitari matahari. Tuhan saja membolehkan 9 bulan untuk seorang jabang bayi di dalam perut ibunya.
untuk menciptakan kesantaian itu memang kita mesti menjaga ritme tema kita.

Asslm bak anis…
bak anis ga usah deh masuki wilayah politik/partai dalam tulisan2 bak anis, karena wilayah ini kurang pas dengan bak anis.
Maturnuwun

kalimat2 dari “JADI?” layak direnungi loh sama Mbak Anis, yakni:
WHO AM I…???

@trend di bandung
sip..

@rahayu
dari awal ini hanya blog tuk bicara apa saja.
saya ga kepikir tuk ini itu selain berbicara dan menulis. apa saja..
jadi tenang aja yaa.
ga ada ekspektasi apa-apa kok..
hanya berbagi rasa, termasuk dalam bernegara…. 🙂

@SALMAN
who am i?
hmmm…
gimana kalau saya jawab bahwa Saya adalah “Saya”.
Aku adalah “Aku”

benarkah? atau siapkah? 😉

sependapat dengan Rahayu.
Bu Anis dah settle dengan ciri khas berbicara tentang keterbukaan beragama, toleransi, persatuan, nasionalisme, namun tidak politik. ndak cucok kayaknya.

Kalo kata saya, eman-eman Bu anis.
padahal sebagian besar suka berkunjung ke sini karena ke-netralan Blog ini.

Tul tidak teman2??
🙂

kalau menurut saya yang penting santai, atas dasar kejujuran, untuk niat baik, dalam rangka menemukan Tuhan, jangan dibatasi ini politik dan ini bukan.

kalau itu masuk ke ekonomi yu, masuk ke budaya yu, masuk ke militer yu, masuk ke sosial yu, politik juga, yu…

asal kita memiliki mekanisme dialog yang sehat dan tidak antipati. sebagai perwujudan dari, tiada yang sia2 dari semua yang sudah tercipta ini.

kan masyarakat ada di semua itu, negara ada sana juga, persatuan juga bisa dibuat dari sana, memberi contoh orang untuk berbuat baik juga bisa dilakukan dari sana.

wah.. Mbak kayaknya jadi makin dicintai nih 🙂

soalnya udah mulai banyak ynag mengkritik..
berjuang yak, Mbak Anis 😉

Sayangnya, kalau berdasar polling di suatu komunitas online terbesar di Indonesia (lihat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=979357), masing mendapat suara mayoritas 🙂

@mas wahyu
hehehe, makasih mas…
disayang banget nih saya.. tapi kalau cuma ingin berbicara mah boleh deh. gitu ga sih?

@kang trend
santai 😀

@darnia
yup mbak.
seperti banyak yang ga rela nih saya bicara ini. hehehe 😀

@mrt
tolong saja perhatikan di sini — di keberagaman yang sejati — (karena blog saya di sini tidak mewakili dan tidak berpihak pada siapa-siapa, selain pada diri saya sendiri :)), kita sulit sekali tuk satu hati. lagi-lagi saling mementahkan diri.

sementara mereka itu ada dalam kondisi -maaf- doktrin dan keseragaman gerak bahkan ekspresi. mereka sendirikan besar dari konstituen yang terbina selama ini. (konon lewat pengajian dengan sistem sel-nya) maka wajar, mereka terlihat solid/kompak. dan maka wajar pula, mereka terlihat sebagai yang terbaik.

dan kembali pada kita semua disini. kita ini maunya apa?
mau seperti mereka? ya silakan..

tapi jika kita sesumbar ttg bhinneka tunggal ika, maka perbedaan yang sejati seharusnya tidak mematikan langkah kita masing-masing.

perbedaan jangan melulu jadi kendala, dan dipertegas bak ego yang melulu harus dimenangkan. dalam kelebihan dan kekurangnya masing-masing, harus mau bersinergi.

berdebat boleh – tapi belajarlah sepakat. sepakat boleh – tapi belajarlah berbuat. agar bhinneka kita yang sejati menjadi solid/kompak.

agar bhinneka kita … tunggal ika.

Heii.. @Jadi? terimakasih telah manyapaku 😀

with all of my respect, aku ikutan ngomenin yaa…

Rasanya dug!.. ntah loncat dr mana tiba2 ada Jadi (ninJA inDIe?) berlutut membelakangi para sidang pembaca.
Ah, aku tak kan repot2 menanyakan siapa jati dirimu ‘Who am I?’ karena sepertinya begitulah tradisimu, but pliis deh yaa… urungkan dulu menghunus samuraimu dr sarungnya meskipun demi niat kebaikan. Mungkin tak usahlah sampai membantu ‘memecahkan’ cermin2 yg tak begitu berkenan bagimu dg samuraimu itu. Sabaar…

N jangan salah ya, kita disini sama2 ndak tau, sapa tauu… si empunya blok ini pun nyimpan senjata rahasia kayak shuriken etc di balik jilbabnya yg bisa memecahkan semua cermin itu dg cukup sekali lemparan saja tanpa perlu ribut-ribut bahkan mungkin tanpa suara sama sekali cuman swuiiish….. Done!

Mungkin juga, tak perlu ada yg harus menepi, krn yg empunya blok ini tau betul bagaimana cara2 melempar senjatanya itu secara benar, baik, santai dan aman bagi orang baek2 disekitarnya. So dont worry be happy lah bagi yg merasa orang baek2.

Salam

Jangan lupa daftar pemilu. Sebentar lagi sudah mau tutup tuh pintunya. Sayang kan, suaranya ngga dipakai untuk memilih. Sayang kalo ngga punya pilihan, meskipun katanya golput pun adalah sebuah pilihan.

aneh…. apa hubungan komen2 si jiwa musik dg iklan pks? perasaan tadi baru baca artikel membahas komennya si jiwa musik ini, kok sekarang nemu lagi komen thd komennya si jiwa musik. jangan2 …

http://nirwansyahputra.wordpress.com/2008/11/13/soeharto-dakwah-sesat-pks/


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: