berjaya atau mati

Posted on November 13, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi ya…)

sebelumnya, buat semua di sini..

jangan berpikir kalau saya bicara agama, maka saya harus menjadi sekelas ustadzah… jangan berpikir kalau saya bicara negara, maka saya harus menjadi sekelas politisi muda.. jangan pula berpikir kalau saya bicara ttg hidup, maka saya harus mati dulu tuk tahu apa itu hidup..
hehehehe πŸ˜›

santai aja ya. ini ruangnya bicara apa saja.
katanya manusia itu makhluk yang luarbiasa kompleksnya. sekompleks hidup itu sendiri. maka… biarlah manusia itu bicara apa saja.
disini saya tidak memiliki ekspektasi apapun, selain berbicara. berbagi rasa dalam beragama dan bernegara bahkan apa saja, berbagi rasa dalam hidup bersama..

nah, izinkan saya bilang ini..
kalau dulu, di foto-foto dokumentasi perjuangan kemerdekaan kita, dimana-mana terdengar teriakan dan tulisan “MERDEKA atau MATI”. terasa sekali semangat tuk dobrak dominasi penjajahan atau mati aja sekalian.
maka mungkin sekarang kita butuh teriakan dan tulisan “BERJAYA atau MATI”. semangat tuk bangkit berjaya atau ya mati aja sekalian.

tanpa opsi lain diantaranya…

abis nihhhh.. anomali di negeri kita ini dah keterlaluan!
bayangkan aja, ditengah kemiskinan yang meraja lela, denger-denger… DPR kita itu mau merenovasi ruangan di gedung itu seharga 33M!

aduhhhh…, kita ga dijajah oleh siapa-siapa selain oleh keadaan yang serba anomali ini. bisa gila deh kalau dibiarkan terus menerus begini bangsa ini. bisa hilang dari muka bumi..

saya sendiri mungkin berada dalam keadaan yang bener-bener memanipulasi diri saya. rasanya cape dan bisa gila karenanya. bahkan perlahan berpotensi mematikan semua rasa kemanusiaan saya.

saya dah pernah mendobrak sampai sakit dan masuk RS beneran karenanya. kemudian berdamai dan ternyata itu sulit sekali. berkali-kali jatuh lagi – jatuh lagi.

maka kebayang oleh saya, rasanya air yang telah dididihkan. di suhu 4 derajat celcius itu, terasa sekali antara mau dan tidak mau tuk melesat panas dan matang. kebayang oleh saya rasanya, huahhhhhh…. butuh daya dorong yang terus menerus dan ga boleh henti. dan dalam jiwa saya daya dorong itu ada dan ga mau berhenti. ada kesadaran tuk jangan terus begini. entah kenapa?

dan sungguh, Indonesiapun sama.
Indonesia hanya butuh ‘sehat’ tuk menahan kesadarannya demi jangan begini terus, dan bertahan di kondisi ini, sampai lepas dari suhu 4 derajat celsius itu, maka indonesia akan melesat dan matang. berjaya..

maka ga ada opsi tuk indonesia, selain berjaya atau mati.
satu aja ada opsi lain diantaranya, kondisi indonesia akan jatuh lagi. begini-begini lagi.

saya sendiri, tengah berkecamuk dalam jiwa. tuk matang atau begini-begini lagi. maka tidak ada opsi lain buat saya selain berjaya atau mati.

berjaya adalah sebuah kondisi yang harus bisa memberdayakan semua elemen yang ada. berjaya bukan sekedar diri sendiri yang maju dan berlaga. berjaya adalah sebuah keadaan yang tak hanya mengundang decak, tapi juga membuat semua merasa boleh cemerlang bersama-sama.

saya pun sama. berjayanya saya adalah mau atau tidak saya bersama semua tentang saya merubah keadaan ini. ga ada opsi lain diantaranya, selain itu. saya tak lagi bisa berpikir hanya tuk diri saya sendiri. maka tak lagi ada banyak mau dalam diri saya, selain itu.

indonesia mungkin juga harus begitu.
tak ada opsi lain, tuk indonesia selain berjaya atau mati. bersama semua di indonesia berusaha dan bahu membahu tuk berjuang gemilang cemerlang. dan tak boleh ada mau lain dalam jiwa indonesia, selain itu.

kalau masih banyak mau tuk menginginkan kejayaan sepihak — baik perorangan dan kelompok– ya maka Indonesia juga hanya akan begini-begini lagi..

*
merdeka atau mati
pahlawan kita dulu, tak membuat opsi lain diantara itu. demi konsentrasi dan kuat berkomitmen tuk merdeka. bisa melawan mau pribadi dan golongan tuk mengedepankan mau indonesia bersama tuk merdeka.

maka..

berjaya atau mati..
kita harus bisa menghilangkan opsi lain selain itu. melawan begitu banyak mau diantara kita yang hanya ingin berjaya sendiri atau dengan golongannya saja. teguh berkonsentrasi dan berkomitmen penuh tuk mau mendahulukan kepentingan bersama, terus bersama dan berkarya.. demi kejayaan menjadi sebuah bangsa, atau negeri ini hilang saja dari muka bumi.

jadi inget..
rasa salud tuk Obama…
ketika dalam pidato kemenangannya sebagai presiden terpilih. katanya kemenangannya adalah kemenangan seluruh rakyat Amerika.

yup. saya setuju sekali..
kemenangan Obama adalah kemenangan rakyat Amerika melawan dominasi yang selama ini mengkungkung jiwa mereka. tentang dominasi rasis dan tentang dominasi super power yang sudah basi di dinamika dunia saat ini.

maka Amerika layak di sebut berhasil melewati awal tuk berubah dan berjaya dalam wajah yang berbeda.
dan Amerika telah siap bekerja dan berkorban untuk itu..

bagaimana Indonesia?

BERJAYA atau MATI!
tanpa opsi lain diantaranya

agar Indonesia siap bekerja dan berkorban tuk itu..

ps : ini hanya refleksi yaa. konon katanya erat tuh refleksi dari mikrokosmos dan makrokosmos hidup manusia. tentang saya pribadi sih, jelas-jelas ga ada hubungannya dengan urusan negara. tapi –sekali lagi– saya hanya bisa merasakan refleksi yang sama. selebihnya, terserah anda.. πŸ˜€

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

7 Tanggapan to “berjaya atau mati”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

jadi, tolak ukur kejayaan kita gimana Mbak?

soalnya kejayaan itu relatif… πŸ˜•

Tuhan pernah menciptakan bangsa jin. dan kemudian ditempatkan dibumi. yang terjadi mereka malah berbuat kerusakan, kemudian saling membunuh. setelah itu Tuhan memerintahkan malaikat untuk membereskan.

kemudian Tuhan membuat lagi makhluk hidup yang kemudian akan ditempatkan di bumi (lagi). sampai waktu itu para malaikat bertanya, kenapa KAU ciptakan lagi makhluk yang merusak?

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

kita semua tidak tahu maksud baik penciptaan Tuhan dari makhluk yang perusak ini. jadi jangan terjebak dari kerusakannya, dengan hanya berdebat dengan tidak saling menghargai. dengan berbangga-bangga dengan keyakinan sendiri tanpa berpikir; jangan2 pendapat dia itu yang benar.

tapi mari kita ambil pelajaran untuk dengan tenang, jujur, santai, penuh semangat saling menghargai, agar semakin bisa mengenal maunya Tuhan.

ditengah perangkap tindakan2 makhluk penghancur itu (jangan2 kita juga termasuk???), mari kita keluar dari kungkungan pemikiran sempit, apatis, memvonis, dsb menuju semangat saling menghargai.

inilah bekal kejayaan itu.
eh bener ngga mba anis…??? maaf kalau saya so tau ya…

@mbak darnia
sama saja mungkin ya mbak.
dulu th 45 kita memang merdeka. tapi ternyata kemerdekaan itu kini menjadi “relatif”. sudah tak ada satu wujud penjajah di muka bumi seperti Belanda ketika itu, tapi kita masih saja “terjajah” seperti waktu itu.
sebut saja- kebodohan dimana-mana, kemiskinan merajalela, pendidikan rakyat terbelengkalai, yang hidup enak yang itu-itu saja..

maka kalau ditanya berjaya itu apa?
jawab saya ya jujur aja sama diri kita sendiri mbak. apa sih kita harapkan tuk indonesia kita, tuk kebersamaan di negeri ini. sudah bukan waktunya didikte melulu ttg merdeka dan berjaya toh?

malaysia berjaya, tapi arogan dan -maaf- konon juga sarat diskriminasi.

indonesia harus bisa merumuskan sendiri seperti apa merdeka dan berjayanya itu. tentu ala indonesia, dalam rasa indonesia.

@kang trend
sejujurnya saya salut tuk eksplorasi dan ‘kontemplasi’ kang trend selama bersama saya.
tapi maaf, kadang saya tidak bisa bener-bener mengikuti alurnya, walau saya paham sekali maksudnya.
di sini, hanya masalah kelugasan saja kali ya.
tapi, boleh kita terus selarasakan deh pikiran dari dua kepala kita yang berbeda. ok?

silakan terus bereksplorasi..
kita sama-sama πŸ˜€

ahh saya kembali menemukan ketenangan yg membara pd postingan ini. πŸ™‚

*duduk diam mendengarkan orasi*

ck ck ck… 😯
tinggal tancep gas nie

saya pernah diceritain permohonan Panembahan Senopati ketika tirakat, “Mukti atau Mati!”

kayaknya sama tuh… :mrgreen:

saya hanya terus berusaha keluar dari kungkungan kebiasaan2 makhluk perusak ini. dan makhluk perusak itu adalah termasuk diri kita sendiri. dengan cara menilai bahwa semua kerusakan itu Tuhan juga yang pengen.

berarti kita yang harus mencari maksud baik Tuhan dalam penciptaan kerusakan itu. tentu saja bisa keluar dari kungkungan lingkaran setan kerusakan itu dengan cara yang tidak merusak. harus dengan elegan, mulus tanpa kerusakan apapun.

seperti beliau yang mengubah wajah perang jahiliyah menjadi perang beradab dengan berperang, tapi keluar dengan elegan.

http://trendibandung.wordpress.com/2008/11/14/peran-perang-rasulullah-dalam-memerangi-era-%e2%80%9cperang%e2%80%9d/


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: