jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri Arab

Posted on November 18, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..)

beberapa hari yang lalu, saya nonton film Mongol. tentang Jengis Khan.
ga sengaja, ditawari orang yang bilang film ini bagus nih. hmm, ok deh. cobain. film berbahasa Mongol, dan bernarasi Rusia.

saya tertarik karena ibu saya dulu pernah bercerita ttg Jengis Khan. yang nama kecilnya pun saya tahu dari ibu saya. Temucin. walau seingat saya ttg sejarah, hanya tahu Kubilai Khan, yang pernah mengirim utusan ke kerajaan Singosari? dg rajanya Kertanegara. sebelum Majapahit lahir dan besar. Kubilai Khan sendiri terhitung sudah cucunya Jengis Khan.

adalah Mongol terdiri dari banyak suku-suku nomaden yang saling berperang terus satu dan yang lainnya. ayah Temucin sendiri juga termasuk yang terbunuh dalam kebiasaan sengketa antar suku-suku itu. ayah Temucin wafat diracun, sesaat setelah mengantarkan Temucin tuk memilih calon istri. di kebiasaan Mongol itu, anak usia 10 tahun sudah harus memilih jodohnya, tuk 5 tahun kemudian dijemput dan menikah.

kematian ayahnya, membuat kelompok suku pimpinan ayahnya membelot. Temucin bahkan akan dibunuh mengingat dia adalah anak dari kepala suku. dalam adat mongol, jika seorang anak belum melewati tinggi tertentu, tidak boleh dibunuh.
hehehe, ternyata dari zaman dulu, perang dan pembunuhan itu punya etikanya tersendiri ya. sangat melindungi anak2 dan perempuan deh.

lalu.. Temucin di pasung dan diberi makan agar cepat tinggi dan bisa dibunuh. entah gimana, Temucin bisa melarikan diri. wah, pemandangan dan alam Mongol luar biasa. gurun pasir yang panas dan gurun salju yang dingin bertemu. medan batu-batuan dan lapangan rumput hijaupun bertemu. maka berkudanya sangat canggih.

nah, menariknya.. Temucin kecil yang melarikan diri dari pasungan itu, disimbolkan ke gunung batu, dan bersemedi. sehingga sepertinya memang Temucin itu memiliki spiritual yang kuat dan pencerahan tersendiri.

cerita kemudian memang agak lambat, seputar pernikahannya. singkat kata, Temucin adalah pria setia. istrinya bukan perempuan sembarangan. tergambar banyak peran istrinya yang sangat heroik tuk sang suami. tanpa istrinya, Temucin tak sebesar itu.
hmm.. inget khodijah deh… πŸ˜‰

kepahitan demi kepahitan, mengasah dan membentuk jiwa seorang Temucin. membesarkan dan melahirkan seorang pemimpin bernama : Jengis Khan.

pengkhianatan dan kesetiaan juga makanan sehari-hari. yang pasti.. dalam kekuatan dan kebijaksanaannya, Jengis Khan berhasil menyatukan banyak suku-suku yang digambarkan sangat bar-bar di wilayah itu. menjadi Mongol berkuasa bahkan ekspansi sampai ke Cina danke lautan, sampai ke kerajaan singosari di masa Kubilai Khan – cucunya.
perkataannya benar dan didengarkan. perintahnya penuh kekuatan dan dijalankan.

spiritual Jengis Khan juga tersirat dari ramalan-ramalan, sebagaimana kebiasaan di masa itu. seorang pendeta budha memperingati seorang pembesar cina ketika membeli Jengis Khan yang pernah mengalami dijual sebagai budak dipasar-pasar. kata sang pendeta, – aku melihat banyak pasukan dibelakangnya dan akan menyerang negerimu, cina. dan jelas sang pembesar cina itu tak percaya.

serunya….., saat akan perang, Jengis Khan yang hanya memiliki pasukan sangat kecil dibanding lawannya –yang merupakan persatuan dari beberapa suku di mongol yang ingin membendung pengaruhnya. secara simbolis digambarkan perang itu penuh kekuatan dari spiritual Jengis Khan yang tinggi. langit gelap, angin besar, hujan dan halilintar bersahut-sahutan.
padahal sederhananya, Jengis Khan memilih waktu berperang yang mendekati waktu hujan, kerena tahu bangsa Mongol sangat takut pada halilintar. maka di tengah petir yang sambar menyambar, Jengis Khan berjalan dg gagah dan menyerang mereka yang ketakutan. memenangkan perang dengan mudah. kemudian perlakuan terhadap rampasan dan tawanan perangnya juga sangat baik. membagikan dan membebaskan.

hmm, jadi inget cerita ttg siapa gitu yaa…?? πŸ˜‰

Jengis Khan adalah sebuah pribadi yang besar, disebut the son of tiger, anaknya pemimpin, anaknya ‘dewa’. di sembah oleh bangsanya sendiri : Mongol. simbol kepahlawanan yang luar biasa. menyatukan dan menjayakan bangsanya dari keterpurukan penuh pertikaian antar suku yang sudah terjadi begitu lama. terbukti oleh waktu dan tercatat sejarah. walau mungkin juga perlahan tapi pasti…. tertelan zaman…

begitulah.. saya hanya mengintepretasikan berdasar film itu ya. ga konfirmasi dengan sejarah. kata ibu saya dulu sih, Jengis Khan memiliki dua sisi. sisi kejam dan sisi manusiawinya.

*

selama menonton itu, saya teringat Muhammad saw. seperti de ja vu..
terguncang kesadaran saya akan Muhammad. semua konteks ttg Muhammad seperti terbangun di penglihatan saya. masa kecil penuh tempaan, seolah ‘tuhan’ yang mengajarinya.
integritas yang teruji sejak dini.
belum lagi kontemplasi spiritual –yang simbolis– merupakan wujud kekuatan jiwa, yang dalam bahasa agamanya adalah tanda kenabian (petunjuk). tanda kepemimpinan.

hmm… spirit yang sama, seperti sebuah sejarah yang berulang. dalam bentuk yang berbeda, antara Muhammad di tahun 700an Masehi dan Jengis Khan di tahun 1100an Masehi.

makaaaa..
hehehe… dan maka…

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka dia memang inspirasi yang luarbiasa. keluhuran budi di tengah bangsanya yang terpuruk dan rusak. mampu membangkitkan dan menjayakan bangsanya. tak cuma itu, telah berhasil membuat bangsanya diperhitungkan oleh dunia.

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka dalam bahasanya pada kaumnya, yang berkata bahwa dialah nabi terakhir, tentu berarti bahwa dia nabi terakhir (petunjuk) tuk bangsanya. karena setiap kaum ada nabi (petunjuknya) sendiri.

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka syahadatnya yang berbunyi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad hanya utusan Allah, bisa berarti bahwa spirit yang satu itulah yang utama, dan Muhammad hanya satu dari bentuk spirit itu. sekali lagi tuk negerinya arab. inspirasinya abadi/universal karena spirit itu selalu seperti berulang. bukankah setiap pemimpin yang besar dicatat sejarah adalah sebagai pemersatu kaumnya?

jika Muhammmad hanya seorang pahlawan dari negeri arab,
cerita kepahlawanannya telah melanglang buana ke segala penjuru dunia. diceritakan turun temurun dari para saudagar dari negerinya : arab dan semua mereka yang mengimani cerita itu. jelas tuk menginspirasi bukan tuk menjadikannya copy paste seorang Muhammad. maka Muhammad sendiri yang bilang : bicaralah dalam bahasa kaumnya. setiap kaum memiliki spiritnya yang mungkin sama dg Muhammad, tapi berbeda bentuk dan bahasanya dari Muhammad.

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
muhammad tentu menyadari ruang dan waktunya. maka Muhammad sendiri yang berpesan tuk belajarlah sampai ke negeri cina. sederhana berarti belajarlah tuk menyadari bahwa dunia itu bukan hanya arab. sebuah pertanda bukan tuk arabisasi..

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka mengapa kita tak boleh memiliki pahlawan besar dari negeri kita sendiri??? padahal Muhammad hanya mencontohkan dan bukan memastikan harus sama seperti dirinya. mengapa harus terjadi pengkultusan yang sampai mematikan kepahlawanan dan kebesaran Muhammad itu sendiri. karnea memaksakan semua harus sama dengannya? padahal tak pernah ada manusia yang ditakdirkan sama mirip dengan seseorang sepertinya. si kembar pun tak pernah bisa serbasama.

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka syariat/hukum yang diperintahkan Muhammad dalam bahasanya kepada kaumnya, tak lain dan tak bukan tuk kebutuhan kaumnya. sholat sendiri konon bukan hal baru tuk bangsa arab saat itu. haji pun sudah biasa mereka lakukan jauh sebelum Muhammad menjelma menjadi pemimpin. dan bahkan Muhamamd bilang, kau berhaji tuk berziarah ke makamku. tak ada yang istimewa dari haji selain berziarah ke makamnya. karena haji sudah ada dari zaman sebelum Muhammad. bahkan Muhammad mensetarakan haji mabrur dengan kisah dari dia yang menggunakan bekal hajinya menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri arab,
jangan kecilkan kepahlawanannnya, hanya karena kita tak benar-benar mengenalnya. Muhammad telah mengilhami sebuah perjuangan, sebuah integritas diri yang luar biasa dan sebuah ketaatan pada hidup, tuk benar-benar membenahi hidup menjadi baik sebaik-baiknya. haruskah sekian lama dikerdilkan dengan mempertentangkan ayat-ayatnya tentang kemanusiaan dan peperangan? padahal Muhammad memang pahlawan bagi kemanusiaan dan kejayaan bangsanya? dan perang adalah hal lumrah dalam kepahlawanan di zamannya?

Jika Muhammad hanyalah seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka tak saya pungkiri, Muhammad memang telah memukau dan menginspirasi saya jauh ke dalam jiwa ini. bukan sekedar menyoal bentuk dan syariat yang Muhammad tegakkan tuk mengatur kaumnya menjadi beradab dan berjaya di negerinya. tapi menginspirasi tentang integritas diri dan perjuangan pada negeri yang luarbiasa.

jika Muhamamd hanyalah seorang pahlawan besar dari negeri arab,
maka mari lahirkan kembali kepahlawanan sebesar Muhammad tuk bangsa dan negeri ini.. dalam bahasa dan realita hari ini. yang mampu menyatukan yang tercerai-berai, bangkit dari keterpurukan dan berjaya dengan damai di muka bumi..

*

Muhammad ya Muhammad
terpana aku dengan semua tentangmu
bangga dan airmataku mengenangmu
aku tak akan biarkan kebodohanku mengecilkan kepahlawananmu
aku tak akan biarkan nafsuku mengebiri kenabianmu
aku tak akan biarkan keterbatasanku ingkari kepemimpinanmu
tentang Dia yang satu
antara aku dan dirimu
tentang spirit yang satu
antara masaku dan masamu

Muhammad ya Muhammad
kau berulang
bukan diulang
semoga kau tenang
di alam kenangan

.

sadar deh kalau tentang Muhammad telah dipolitisasi terlalu lama
maka umatnya hanya menjadi pecundang dalam sejarah hari ini
masih mau mengecilkannya dengan janggut dan sorban?
atau melahirkan kepahlawanan yang cerdas sebesar dirinya?
semakin kau kaji, kadang semakin kau tak mengerti
karena memang tak pernah bisa kau selami
selama kau hanya di literasi dan tak membumi
Muhammad adalah ilmu tentang diri,
hidup dan perjuangan akan rasa ilahi
keadilan dan kebahagiaan nan hakiki

jadilah dirimu sendiri
maka kau akan menemukan ke-muhammad-an yang kau cari..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

13 Tanggapan to “jika Muhammad hanya seorang pahlawan besar dari negeri Arab”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Tangisan Muhammad SAW menjelang wafat tetap sebuah misteri. Mungkin beliau menangisi betapa bodohnya kita mengintrepretasikan apa yang beliau maksud. Seolah-olah kitalah yang paling membela beliau. Seolah-olah kitalah yang paling sesuai dengan perjuangan beliau. Seolah-olah kitalah yang paling ngerti maunya beliau.

Tapi ternyata kita tidak pernah menjadi apa-apa dan tidak pernah merubah apa-apa. Ternyata kita cuma mempermainkan hal remeh dan ribut besar disitu. Ternyata pikiran kita masih terlalu cetek untuk merengkuh betapa semestanya alam pikiran Muhammad SAW. Sebuah alam pikiran yang tidak memberi sekat. Tapi memberi padang yang luas untuk semua keinginan hidup, sejauh itu berawal dari niat baik.

Kalau Muhammad bisa mendamaikan dan mempersatukan suku bertikai ditambah suku pendatang, kemudian bisa merangkul mereka yang awalnya ”seperti” berbeda ideologi, sampai kesatuan itu meluas, karena beliau TELAH TEPAT menempatkan posisinya diantara semua perbedaan. Dan itulah yang diinginkan Tuhan.

Kalau Muhammad hari ini bisa bersama kita, mungkin beliau juga akan menemui teman saya pengusaha muslim dengan mempekerjakan banyak orang sehingga bisa bertahan hidup dan bisa diajarkan beragama dengan baik. Termasuk juga produknya yang bermanfaat untuk kebaikan.
Mungkin beliau juga akan menemui teman saya seorang chinese-belanda yang katholik. Dia memiliki beberapa udaha srategis yang mempekerjakan ribuan orang. Dan setiap tahun memberangkatkan ke haji, menyekolahkan anak-anaknya, memberikan santunan, dan banyak lagi.

Mereka akan ditemui, mengucapkan terima kasih dan membuat sinergi. Kecuali pengusaha itu berbuat curang dan merusak. Maka tidak usah beliau, kita semua dan putaran bisnis juga akan menghukumnya dan membuat tutup usahanya.

Mari kita renungkan apakah tangisan Muhammad SAW diujung hidupnya itu berlangsung terus sampai sekarang? Demi melihat betapa bodohnya kita menangkap hal-hal substantif dari yang beliau perjuangkan. Sekali lagi, sangat mungkin kita menjadi orang yang sama kecewanya atas pilihan Muhammad SAW dengan perjanjian Hudaibiyah. Bedanya, sekarang kekecewaan itu terekspresikan dan menguat menjadi kegiatan, lembaga atau bentuk2 lain yang lebih masiv.

Semoga kita tetap bisa memiliki sinyal yang kuat untuk mengakses lauhul mahfudz. Dimana pusat informasi kebenaran itu ada. Muhammad sudah lakukan itu dan memberikan hasil. Hari ini kita akan lakukan lagi dan harus juga memberikan hasil.
Begitu bukan mba anis?

Keren Banget ….
Sampe merinding….
tx..

Setelah sekian lama menanti
Kudapati obat ini.
Perahu diri rindu utk menepi
walau sekedar tertawa dlm hati.

Diri ini pun rela
Hanya Allah yg ada
Muhammad itu UtusanNya
panutan bagi semesta
satu sama lain saling ridha.

Selamat menjaring matahari.

wueleh.. bisa2 muhammad dibikin komik super hero. eh jangan ding, ntar bikin geger mui lagi. baru ‘ngeh ternyata ketua mui suka blogwalking komik2 di blog wp jugak yaa..

Ini bukanlah pujian, tetapi saya salut dengan gaya tulisan anda yang bisa menggugah pembaca seperti saya untuk sadar bahwa ada hal-hal yang selama ini terlewat dari pemahaman saya.
Thanks
Salam

Maaf saudaraku anda belum kenal Rasulullah.. Jangan sempitkan pikiran anda tentang negeri-negeri,suku-suku dan bangsa-bangsa. Manusia semuanya berasal dari satu bangsa yaitu bangsa keturunan Nabi Adam. Bentuk kita sama, bukan seperti hewan yang jika berbeda suku dan jenisnya pasti berbeda bentuknya. Sedangkan makhluk yang bernama manusia adalah satu keturunan.
Bacalah:
http://infotekkom.wordpress.com/2008/11/18/desember-kelabu-merayakan-kelahiran-anak-tuhan/

@kang trend
@Sonny
@Kekasih
@daeng limpo
makasih tuk apresiasinya, yang utama semoga bisa terus menginspirasi..

@mas JM
@Abdul Ghofur
saya tuliskan, JIKA..
dan semoga bisa melihat lebih jernih ttg konteks Muhammad yang telah lama disia-sia
selebihnya terserah anda..

dalam kesederhanaan, saya mau bilang..
kalau kita memang “meminjam bahasa pada nabi” itu tuk nyatakan rasa Tuhan yang ada di hati kita. tidak salah, karena kita memang tidak diberi banyak petunjuk dan tidak terpilih tuk nyatakan Tuhan sebagaimana mereka. kita bahkan tahu mereka harus berjuang dan dianggap aneh tuk bahasakan rasa Tuhan itu.
maka kita menghormati mereka dan menjaga kebesaran hati maupun nama mereka..

tapi, lihatlah dan jujurlah..
betapa kita yang hanya meminjam bahasa mereka itu, tuk tunjukkan rasa tuhan dalam hati kita ini, telah malah begitu mengecilkan mereka. pantaskah?
tulisan ini hanya sekedar menapak tilasi..
sebuah kebesaran nama dan jiwa yang terlupakan oleh hiruk pikuk begitu banyak kajian.. πŸ˜€
sekali lagi, selebihnya terserah anda.. πŸ˜‰

Assalamu’alaikum. Ma’af sebelumnya. Saya ingin menyampaikan sesuatu yang kiranya penting untuk kita ketahui, bahwa kita dilarang untuk memanggil atau menyebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hanya namanya saja, seperti “Ya Muhammad.. ya Muhammad”. Dalilnya ada di dalam Al Quran surat An Nur ayat 63 yang artinya:
“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain).”
Maksudnya yaitu memanggil beliau seperti kita memanggil sesama kita. “Ya Muhammad…”. Larangan ini bertujuan untuk mengagungkan beliau. Demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau. Wallahu a’lam bisshawab.

nama `Muhammad Rasul Allah` memang tidak bisa di `penggal2` kok.. πŸ™‚

Kalo dipenggal2, maka akan byk aliran dan faham yg merasa dirinya plg bener. Dan akan byk bermunculan `nabi` palsu, dll. Padahal sudah jelas2 Nabi Muhammad SAW adalah `Nabi Penutup`.
Mudah2an tidak ada diantara kita yg demikian.
Kalo pun ada, ya silahkan aja. Toh hidup dan mati bukan ditangan manusia. Tetap ada yg namanya pengadilan padang mahsyar ^^

Kalo msh ga puas juga dan pgn merusak hidup org lain, ya silahkan aj πŸ™‚ Toh bukan cuma mereka yg punya `tangan` ^^

komentar film-nya ah. biar gak serius banget.

saya juga minggu kemaren liat film itu Bu.
Judulnya ‘Mongol’ kan???

yang menarik. Ternyata di sana memilih istri sudah dari kecil ya. Salah satu cara memilih istri adalah melihat kakinya. Istri yang baik adalah yang berkaki lebar. he..he..

Mulai sekarang kalo ketemu perempuan saya liat kakinya ah..

ide yg menarik, juga tanggapan jiwamusik bisa-bisanya terpikir seperti itu ya. orang jadi heboh komik sex gara-gara mui nya heboh, begitukah maksudnya? JIKA komik tsb terinspirasi oleh kepahlawanannya ingkang sinuhun kanjeng susuhunan nabi muhammad rasulullah sallallahualaihi wasallam kira2 bagaimanakah tanggapan mui dan masyarakat ya??

@wira
@aryf
makasih tuk sudah mengingatkan ya mas-mas..

@wahyu
tul mas wahyu
cari kakinya yang lebar.. πŸ˜›

@abdul
iya sih ide mas JM emang keren.. tapi ga jaminan banyak pihak mau menerimanya..
kalau baca penempatan Muhammad saw di buku seratus tokoh, Muhammad memang hadir lebih sebagai tokoh/pahlawan. akurasi sejarah berbentuk kisah kepahlawanan mungkin lebih relevan ya tuk membangun konteks saat itu. gitu ga sih?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: