sex dan peradaban

Posted on November 20, 2008. Filed under: islam indie |

(di lepas yaa..)

saya sedang baca buku lucu nih. Judulnya Kartun Peradaban. belum selesai sih, tapi ya cukup tuk refreshing, walau agak sedikit ribet.. karena terlalu banyak literasi tuk sebuah kartun.

sederhananya, saya merasakan sekali sebuah perjalanan waktu yang memberi banyak ekspresi tersendiri pada setiap masanya. unik. yang sejujurnya, bukan melulu sekuel atau sebuah kesinambungan ya, tapi memang ada beberapa kondisi yang memang layak tuk saling berbeda saja. terkait geografis, iklim, topografi dst-dstnya.

pokoknya unik deh hidup ini..

salah satunya tentang sex..

jangan jauh-jauh deh, kisah adam dan hawa, yang konon setelah makan buah kuldi, maka rasa malu-lah yang ada, menyadari mereka sesungguhnya tidak berpakaian.
heii.. itu awal rasa malu kali ya?
maka kemudian manusia mulai belajar menutupi tubuhnya.
dari yang menutup sekedarnya sampai yang serba rapat. ini contoh sebatas sex penampilan tubuh ya. tentu juga turut menentukan aktivitas sexnya itu sendiri.

jangankan jauh-jauh deh mundur ke belakang, di beberapa wilayah Indonesia kita, sebut saja suku Dayak di pedalaman Kalimantan dan suku Asmat di pedalaman Papua. masih memiliki keunikan berbusana – yang juga terkait aktivitas sexualnya sesuai dengan kondisi peradabannya tersendiri, yang ga bisa disamakan dengan kita yang ada di perkotaan besar seperti saya menuliskan ini..

maaf, mereka bisa jadi ‘aneh’ dan ‘menjijikan’ untuk kita. tapi tidak untuk mereka sendiri. sebaliknya bisa jadi kita yang ‘aneh’ dan ‘menjijikan’ tuk mereka, apalagi kalau melihat sebagian begitu jelek ekspresi sex ala manusia modern di perkotaan, yang padahal menurut kita, itulah yang beradab.
hehehe…

apalagi jika kita mundur ke masa-masa lalu, dan mundur lagi ke masa-masa lalu peradaban di wilayah-wilayah yang jauh dari Indonesia, seperti di negeri Arabnya Muhammad. kita nyaris tidak bener-bener mengenalinya..
wah, betapa tak terjangkaunya ekspresi itu secara utuh dalam benak kita hari ini

sebut saja tuk Indonesia, dimana di masa lalu, ketika banyak dari nenek moyang kita terbiasa mandi di sungai. bertelanjang dada dsbnya. aibkah itu? ya untuk masanya itu bukan aib.
maka terasa kurang bernilai seni deh, jika sentuhan masa lalu itu di seronokan di masa kini. itu malah jatuhnya tidak menghargai budaya..

tapi coba perhatikan, cerita eksotis apa yang terjadi seputar kebiasaan mandi di sungai dan bertelanjang dada di masa lalu itu?
Jaka Tarub toh? ketika tubuh wanita yang mandi di sungai di identikkan dengan bidadari dari kahyangan. maka Jaka Tarub mencuri selendang penutup tubuh salah satu dari sang bidadari. membuatnya tak bisa kembali ke khayangan dan manikah dengan Jaka Tarub di bumi.

see.. selalu ada cerita tentang sex dalam peradabannya tersendiri..

atau sebut saja, ketika betis mulus Ken Dedes nan bercahaya yang tersingkap ketika ia turun dari kereta kuda. lalu terlihat oleh Ken Arok, maka karenanya Ken Arok berani membunuh Tunggul Ametung – suami Ken Dedes. kemudian menikahi Ken Dedes dan menjadi raja Singosari.
wow.. selalu intrik bahkan ke wilayah sex menyoal kekuasaan ya?

kisah-kisah demikian banyak kita temui di sejarah peradaban manusia sepanjang kehidupan ini, dalam beraneka warna dan rupa.

termasuk jika itu ada di negeri Arab..
dan menyangkut seorang Muhammad.

Sulaiman pun menipu ratu Balqis, tuk bisa bersetubuh dengannya. memberinya makanan yang pedas, sehingga malam itu Balqis kepanasan. maka beranjak Balqis ke kamar Sulaiman tuk minum, yang memang sengaja di set demikian oleh Sulaiman. dan terjadilah semuanya..

hmm..
banyak lagi deh
. 🙂

manusia tidak akan lepas dari sex sebagai bagian dari kemanusiaannya. dan ekspresi sexnya tidak akan lepas dari paradabannya. bahkan tak lepas dari tingkat pendidikannya.
ga sampai di situ, penyakit seputar sex pun, ada di setiap zaman. kalau hari ini manusia modern diancam dengan HIV AIDS, lalu mundur sedikit ke masa sebelum HIV menggejala ada GO, herpes dsbnya. dan mundur lebih jauh lagi, diancam dengan kebiri jika melakukan sex bebas.

begitulah peradaban, buah dari kehidupan manusia itu sendiri..

maka kalau kita merasa beradab, ya cobalah berpikir dan lakukan sex sehat dan bijak.
termasuk tuk menyoal kebiasaan sex orang lain, terkait sejarah dan kondisinya saat itu. jangan rendahkan ekspresi yang tak terjangkau imajinasi kita, dengan kenyataan kita hari ini. ke depan, saya pikir sudah tak lagi perlu ada hal-hal berupa kartun nabi yang demikian, jika kita telah memahami hal ini.

sederhananya saya mau bilang,
– ngurus soal sex aja ga bener, sampe bikin kartun rendahan begitu, gimana mau berpartisipasi membangun negara yang gede ini? ya ga?
jangan kaya gitu lagi deh,
demi Indonesia yang bhinneka tunggal ika, mari saling menghormati. anda boleh tidak mengimani agama saya, atau saya juga boleh tidak mengimani agama anda, tapi bukan tuk terus menerus mengurusi urusan orang lain. yukk.. urus urusan kita bersama di kebersamaan ini.

mari introspeksi diri masing-masing..
demi kebersamaan yang lebih sehat

demi Dasar Negara Indonesia, sila ke dua, yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. yukk, tunjukkan kalau kita memang beradab dan bisa menghormati semua bentuk peradaban sebelum kita.

semua yang terjadi semoga bisa mendewasakan..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “sex dan peradaban”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

thanks a lot atas kesepahaman kita tentang banyak hal.

Konon,banyak perang besar antarnegara bermuasal dari soal perempuan. Dari Napoleon hingga Hitler.
Tapi saya penasaran, referensi apa yang Bpk/Sdr kutip ketika membicarakan Nabi Sulaiman ‘Alayhissalam dan para nabi yang mulia itu. Seolah Bapak lebih berbudi ketimbang mereka. Seolah Bapak sudah membebaskan diri dari teori Freud. Are you sure?

versi alkitabnya kristen memang nabi dan rasul Allah tdk berbudi luhur, tp anehnya mereka ttp menjadi panutan, itulah citi kitab suci yg sudah tercemar oleh tulisan petrus dll

Ini orangnya masih hidup nggk nih ???
Hihhii salam kenal… :p


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: