kutipan : air

Posted on November 21, 2008. Filed under: islam indie |

saya suka kutipan ini..

lumayan buat kontemplasi.
merenung-renung
dan merasani lewat cara yang lain
ga banyak kata,
selain hanya ini..

selamat menikmati
semoga menginspirasi

***

AIR

posted by Daniel!
http://binajaya.blogspot.com

tidak ada air selain air
tidak ada yang bisa disebut air selain air
air hanya satu.. karena tidak ada yang layak disebut air selain dia

namun..
air ada dimana-mana
dia ada di banyak tempat
di laut, di sungai, di mata air gunung-gunung
dia terkandung di udara, di dalam tanaman, dalam tubuh binatang, bahkan di tubuh kita

tidak semua jernih dan murni
kadang tercampur zat-zat lain yang mengaburkan kemurniannya
dan menambahkan nama pada dirinya

tidak semua dinamai air
lidah manusia tidak satu bahasa

tapi air tetaplah air
tidak ada air selain air
dalam dunia dan tubuh yang kering, air adalah zat yang memberi hidup

tuhan,
aku hanya mampu membayangkanmu
…seperti air..

.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “kutipan : air”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

tapi sebagian kita
masih ada yang bangga dengan

ANTI AIR…

@kang trend
hehehe… dari yang anti air..
lebih banyak yang kekeringan dan antri air..
dan sebagian, malah kebanjiran air..

ah, belum pada mau tuk seimbang
belum pada mau tuk menempatkan sesuai tempatnya dan penuhi sesuai haknya..
masih air tuk diri sendiri-sendiri saja..

kalo dalam Islam, membayangkan Allah seperti air itu ga boleh. Karena Allah tidak seperti makhluknya, biarkan saja Dia tidak terbayangkan.

@iwal
membayangkanNya saja?
kang iwal.. padahal kemasan tuk membayangkan tuhan saat ini sudah semakin mahal loh..
herannya tetap saja dibeli tuh kemasan tuk membayangkan tuhan itu..
padahal membayangkan itu harusnya gratis yaa.. meremmm aja.. hehehe 😛

mengenal Tuhan melalui apa yang Dia ciptakan. hari ini satu pelajaran kita dapat dari mba anis tentang air. besok yang lain, ya mba. karena pelajaran kita masih banyak. dan kita ngga bisa tergesa-gesa, maka harus segera, agar ngga tergesa-gesa.

mudah2an cukup umur kita mempelajari semua hal yang banyak dan berbeda-beda itu. sehingga kita pulang dengan mengenal Tuhan selengkap mungkin.

oiya, kabar tentang air.

di bandung sekarang rame lagi tentang penyelamatan babakan siliwangi yang akan dibangun jadi wilayah komersil. ternyata menurut yang ahli geologi, disitu pasti ada sumber air.

wah memang penguasaan air ini memang selalu rame. temen-temen yang peduli juga terus bergerak. yang ngotot mendirikan juga terus bermanuver. masing2 memiliki ide yang selalu nampak baik. tidak tau mana yang membawa kebenaran hakiki.

mohon doanya saja, semoga Tuhan memberikan keputusan terbaik disitu dan tidak memberikan bencana kepada masyarakat kota bandung.

hihihi… ternyata manusia itu mang macem2 yaa…

ada yg anti air (alergi kali ye), ada pula yg antri air (kekurangan nih), eh ada ga ya yg buang2 air (coz dah kebanyakan air)

Lalu kenapa Allah menurunkan nabi-nabi? Kayaknya karena manusia kebablasan membayangkan sampai akhirnya membuat api dan berhala menjadi tuhan. Dimulai dari membayangkan, akhirnya direalisasikan. Nanti ada alasan lagi, susah membayangkan karena abstrak, lalu dibuatlah tuhan air.

tuhan,
aku hanya mampu membayangkanmu
…seperti air..

mungkin kalimat ini yang dimaksud kang iwan awaludin ngga boleh. karena Tuhan memang bisa dipelajari dari ciptaanNYA secara keseluruhan. tidak parsial. jadi segera bayangkan Tuhan atas semua yang tercipta. kalau belum bisa semuanya, jangan membayangkan Tuhan semampu kita. karena memang Tuhan tidak terbayangkan.

begitu terbayangkan, saat itulah harus ada keyakinan dalam diri kita bahwa itu bukan Tuhan. segeralah cari yang lain…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: