truly

Posted on November 23, 2008. Filed under: islam indie |

(liputan nih…)

sabtu kemarin ada dua undangan.
yang satu, walimatul safar tetangga yang akan naik haji. yang satu lagi, peringatan tujuh bulanan istri teman, yang ini agak jauh rumahnya. hmm, saya dekat dengan keduanya.. jadi ya siap-siap mandi deh, takut keburu di jemput tetangga. pertama, ke acara walimatul safar itu dulu..

nah, kebetulan ini acara di tetangga, maka saya juga pakai baju dari tetangga nih. hehehe..
baju itu ole-ole dari umrohnya akhir tahun lalu. duh, malu saya.. di inget sampai sejauh itu, sampai dibeliin baju dari arab segala. sebuah abaya/jubah arab, entah made in mana.. yang walau sizenya S, tetap aja saya bawakan ke adik ipar tuk dirombak kecilin dan dipendekin, agar jadi atasan tunik saja. sebelumnya, setengahnya deh ukuran saya di baju tuk orang arab itu. dan baru selesai dirombak bajunya menjelang akhir tahun ini.
hehehe,… dan tetep bawanya jeans.. 😛

wah, acara walimatul safar bertenda seperti hajatan resmi. saya bersama tetangga yang lain masuk ke rumah sang pemilik hajatnya. ustad sudah datang, ternyata kami telat. hihihi..
dan masih harus menunggu lagi, sampai yang datang lumayan..

duduk disamping saya seorang anak usia 3 tahun. anak tetangga, gemuk lucu dan iseng. awalnya dia masih kesana-kemari, dan ketika acara ceramah di mulai, dia pun duduk disamping saya bersama ibunya.

acara dibuka oleh pembawa acara, yang mengatakan terimakasih tuk kedatangan kami semua di acara yang merupakan rukunnya haji yakni, walimatul safar. tuk memohon keselamatan dan doa agar memperoleh haji mabrurr..

oops, belum apa-apa saya sudah merasa berbeda nih.

tahu sendiri deh, si kutipan tulisan Sesaji saya itu. tentang betapa mahalnya biaya haji saat ini, terkait harus ini itu termasuk harus mengadakan walimatul safar yang tiba-tiba katanya merupakan salah satu dari rukunnya haji..
duh, komersil sekali ya haji sekarang ini…

tapi ya, saya sadar diri deh. kali-kali saya aja yang berbeda pendapat. maka saya memilih diam.
sambil otak-atik hp, sms, terima telpon dan buka YM, hehehe 😀

lalu mengalirlah acara ke ceramah. biasa deh, standar ttg haji. dan masih sambil mengutak-ngatik hp. terdengar kata-kata ustadnya begini..
– titip doa saja bu. disana itu banyak tempat yang dikabulkan doanya. bahkan disanalah, satu-satunya tempat di dunia ini, yang doa kita dikabulkan Allah. bahkan dikabulkan lebih dari ibu yang berdoa di masjid XXX kompleks ini.

aduh, tolong deh…
panas telinga saya mendengar ceramah yang kaya gitu.

duh, ustad, menurut saya sih… dikatakan tempat-tempat yang makbul, karena jika haji adalah puncak spiritual, maka haji adalah bentuk keberserahan yang sangat tinggi. thawaf perlambang konsentrasi mengingatNya, sa’i lambang harap dan cemas (raja’ dan hauf) akan Dia yang kuasa atas hidup kita. jumroh lambang mengendalikan segala keburukan dalam diri. jabal rahmah adalah lambang pertemuan diri dan kesejatiannya – yang didalamnya termasuk jodoh. dan wukuf adalah lambang kepasrahan. maka dikebersihan dan kejernihan hati, doa terkabulkan..

hmm, atau memang masih harfiah pengertian haji yang kerap di sampaikan di mayarakat yaa? maka termasuk masih bisa selalu dikomersialkan..dan dipolitisasi. hehehe..

tapi, sekali lagi, hidup saya hanya tuk menahan diri saja deh. santai. saya terdiam dan berharap ada sesuatu yang meredakan gemuruh..

tiba-tiba..
si kecil yang lucu disamping saya, mulai bosen dengan ceramah. berkali-kali ribut minta keluar pada ibunya. maka saya mengajaknya bicara, sambil berbisik-bisik..
– namanya siapa sih ini? tante kok lupa ya?
– tante sendiri namanya siapa?
– tante anis..
– aku truly!
– wah, keren dong namanya..
– iya..

sejenak terdengar suara ustad mengucapakan talbiah.
labaikallahumma labaik..
labaikallahumma labaik..

– tante-tante…
truly meraih tangan saya..
– itu seperti lulaby, lulaby (baca : lalebai lalebai) kalau truly mau tidur itu yaa..??
– hush..!!
ibunya yang menghentikan truly.
– bukan la-le-bai truly. itu labaik..

hehehe, saya geli.. senyum abisss…
maka saya bilang ke truly..
– ga papa. itu juga enak kok buat jadi lulaby nya truly.
lah, tiba-tiba trulypun tiduran di pangkuan saya. sontak ibunya marah..
– truly, kamu gemuk. nanti tantenya keberatan..
– e, ga papa kok bu. santai aja.

adegan selanjutnya, truly memegang hidung saya, gantian saya pegang hidung truly. lalu minta di elus-elus jemari munggilnya oleh saya, truly mulai ngantuk. lah, bukan bobo, malah bangun dan duduk kembali. minta saya suapi ager-agernya. ya sudah, saya ngemong truly deh. tanpa mendengarkan lagi apa yang dikatakan sang ustad.

lalu hp bergetar.. meski silent. ada telpon. saya menjawab dengan berbisik sebentar. setelahnya, truly mengotak-atik hp saya..
– tante anis, hpnya ada kamera?
– ada..
– foto truly dongg..
– o, tentu..

lah, tiba-tiba truly berdiri agak ke tengah ruang..!!
di depan ustad pula..
haduhhh… ibunya sudah telat tuk mencegahnya.
– tante, ayo foto..
cepat-cepat saya menjepret kamera ke arahnya, demi truly segera kembali duduk.
– nih, liat.. truly bergaya..
truly semangat melihat hasil fotonya.
katanya bisik-bisik..
– tante, foto sekali lagi donggg..
– truly suka di foto ya?
– e, truly kan kemarin casting.
– wah, casting apa sayang?
– casting jadi foto model..
– wah, mau jadi foto model apa nih?
– ga tahu..
hehehe… duh, truly emang lucu sih, gemes..

ga kerasa sudah bagian doa.
– tante anis, ayo doa..
truly mengajari tangan saya menegadah ke tas, berdoa.
lah, ketika saya turunkan tangan, biar ga tinggi-tinggi amat.
e, dinaikan lagi oleh truly. katanya..
– itu sikap sempurna berdoa tante, kata mama.
hehehe, mama-nya tersenyum-senyum malu ke arah saya.
ya sudah deh, tangan saya tinggi deh berdoanya. kata truly..
– biar dikabulkan Allah, tante.. ayo, tante ikuti doanya. begini..
truly mencontohkan mulut mungilnya komat-kamit tak bersuara.. seolah hafal tuh doa-doa berbahasa arab yang mengalir dair mulut ustadnya.
saya masih geli dan diam aja.
e, tiba-tiba tangan munggilnya menepuk-nepuk pipi saya,
– tante.., ayo berdoa..
walah, ya sudah deh. ikutan pura-pura.. komat-kamit..

ah, tuhan..
makasih ya buat ada truly disampingku
kalau tidak
pasti sakit hatiku
dalam persepsi yang masih harfiah itu
bukan aku merasa lebih
hanya aku saja yang tak bisa
dan tidak pernah bisa
melihatMu begitu..

teringat olehku
saudara-saudaraku
yang seagama tapi tak mampu
dan saudara-saudaraku
yang berbeda agama, apapun itu
yuk, berdoa di kejernihan hati
sejernih apapun yang kita bisa
insyaAllah, Dia maha mendengar
dan Dia maha mengabulkan
siapapun yang berdoa kepadaNya
dimanapun berada..

.

sambil jalan pulang, seorang ibu juga mengeluhkan hal yang sama seperti saya. katanya..
– mbak anis, sekarang katanya paket haji itu sudah berikut walimatul safar itu loh. kok jadi makin mahal saja ya haji ini? kemarin ke acara teman yang juga mau haji, duh… hajatannya mewah, lebih-lebih nikahan. emang dia prang punya, tapi saya jadi bingung. rasanya dulu ga gini-gini amat deh soal haji.
saya senyum aja.
– ya gitu deh bu. sederhanakan saja, kalau mampu silakan, kalau ga ya sudah aja.
– tapi seperti sangat memaksakan diri ya, kalau walimatul safar di biasakan gini.. ditradisikan gini.
si ibu sewot gitu deh..
– iya sih..
saya hanya bisa menjawab sederhana, tuk cepat-cepat melanjutkan acara berikutnya. suami dan anak-anak terlihat dari jauh dah siap ke acara berikutnya tuh.
dalam hati saya, – hmm.. ini bid’ah gaya baru kali yaa?? 😉

.

sudahlah…

..truly..

di kejujuran itu..
aku menemukanMu..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

10 Tanggapan to “truly”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Satu hal mbak, harusnya tempat berhaji adalah tempat bertemu dengan Allah. Namanya juga mengunjungi rumah Allah, tentu tidak afdol jika tidak ada tuan rumahnya bukan?

@mas dana
manusia itu ada jasad (badan kasar) dan ada jiwa (badan halus). pengikatnya adalah NAFAS. maka kalau nafas ini putus, terputuslah dan terpisahlah jiwa dari jasadnya. maka olah nafas dapat menenangkan jasad dan jiwa.

begitupun agama…
agama ada simbol (kasat) dan ada esensi (nilai/spirit). pengikatnya adalah KESADARAN. maka kalau kesadaran ini tak ada, ya terpisahlah simbol dari nilainya. simbol akan sebagai simbol saja, tanpa perubahan sikap/ pencapaian nilai yang lebih baik dalam kehidupan ini.

idealnya ini serasi, berimbang, dan harmoni.
nah, sederhananya ada saat, agama bicara sebagai simbol. ada pula saat agama bicara sebagai nilai.
di kehidupan saat ini, agama dituntut tuk lebih banyak bicara dalam kerangka nilainya. karena secara simbol, agama telah berlebihan. bahkan telah dipolitisasi.
hematnya seperti itu mas dana.. 🙂

tentang rumah Allah, di sebuah hadist dinyatakan bahwa “hati manusia yang bersih adalah arsy Allah”.
dalam islam itu tersimbolisasi oleh ka’bah, sebagai rumah Allah. pusat kesadaran dan konsentrasi tuk Dia yang esa. rukun haji : seperti sa’i, jumroh, wukuf, thawaf dsbnya, sederhananya adalah simbolisasi dari aktivitas hati. harap cemas, melawan hawa nafsu, pasrah, konsentrasi dan konsistensi pada ketuhanan dsbnya..

sekali lagi, begitulah yang saya pahami mas..
sejujurnya, saat ini, saya merasa agama sudah berlebihan pada simbol. sudah terlalu jauh di politisasi.
maka -setidaknya tuk diri saya pribadi- saya mengambil sikap tuk menyeimbangkan. dan ini memang sudah harus diseimbangkan.
maaf, kalau saya salah.. 😀

beberapa hari yang lalu saya harus ngasih sambutan buat yang walimatul safar seorang karyawan di perusahaan yang diberangkatkan atas dana perusahaan. saya jadi mikir2 apa yang mesti saya sampaikan. karena yang keingetan adalah tulisan2 mba anis. dan sangat ngga mungkin saya sampaikan semua itu.

ah bukan saya kalo ngga nemuin ide. akhirnya saya sampaikan 3 hal; keinginan, perjuangan dan kebersamaan. sebagai ikonnya adalah yang mau berangkat haji ini. setelah itu mengalirlah ceramah motivasi yang biasa saya sampaikan setiap hari rabu kepada mereka. sejauh ini ceramah motivasi rabu ini insya Allah bisa membawa mereka menjadi karyawan kebanggaan saya…

indah…

karena warna-warni 🙂

berhaji jika mampu,
saat ini..
ku masih ‘ga sanggup’ kasih komen tentang ‘perdebatan batin k’Anis dengan sang ustadz.

tapi,
ini indah
🙂

Salam hangat, kak Anis…! 🙂

jadi ikutan pingin ketemu Truly 🙂

:~) ah kamu sudah menjejak awan.
Jgn lupa, menyapa kembali kami yg di bumi..

Akhir2 ni kami lagi berkutat dg bbrp telaahan ttg pendidikan yg efektif utk anak.
Salah satu referensi yg menarik : The Wonder of Boys, Pengarang : Michael Gurian, Penerbit: Serambi.

Selaku org tua dan mumpung blm ketuaan, mempersiapkan generasi penerus merupakan tantangan tersendiri ditengah hiruk pikuk arus informasi saat ini.

Paling tidak, benih2 ‘pejuang kemerdekaan’ selalu diwarisi 😀

mungkin karena tradisi haji jadi tidak effisien
1. Harus arbain (40 hari) jadi nambah akomodasi padahal kalo diambil pentingnya saja 1 minggu cukup
2. Jaman dulu memang mau haji seperti mau pergi perang ,karena naik kapal laut berbulan-bulan kemungkinan pulang dengan selamat fifty-fifty jadi pake acara selamatan, eh jaman sekarang safety transport sudah tinggi, divaccin , di immunisasi masih aja di jalani, aneh memang (garo-garo teu ateul)
3. Harus peluk cium dengan orang pulang haji karena di kananya ada malaikat?? di sini kan banyak hehehe
4. harus bawa oleh oleh (wajar sih)

@ayadila
aku mau nambahin no 2. mungkin ada yg belom tau yaa…

kalo yg dimaksud jaman dulu yg naek kapal itu jaman belanda so ndak bisa cuman selametan gitu doang, tapi wajib punya ijazah or sertifikat lulus bakal calon haji baru bisa beli karcis kapal ke arab.

selain dites hapalan shifat (adat istiadat) haji, ayat2, etc juga dites kesehatan, kelayakan warisan bila meninggal (semacam asuransi), n banyak deh. Konon gak sembarangan orang bisa lulus tes ini. nah, mungkiiin…. meskipun ada orang2 masa kini scr tak sengaja masih kebawa2 pengaruh tutur tinular rumitnya lulus calon haji zaman blande. ha ha ha…

@kang trend
@celine
@darnia
@aryf
@ayadila
@mas JM

saya dah jawab di tulisan Perlambang yaa
semoga berkenan..
makasih tuk mau menjenguk hati saya yang sedikit berbeda dalam melihat hidup ini.. 😀

Asalamualaikum punya contoh undangan walimatul safar? was


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: