krisis itu di depan mata

Posted on November 25, 2008. Filed under: islam indie |

(di bagi yaa… seperti biasa…)

kemarin suami saya libur.
biasaa… libur pemadaman listrik PLN tuk industri. sebulan jatah pemadamannya 2 kali. sudah berjalan efektif selama dua bulan ini. sampai saat ini, setiap libur pemadaman, kantor selalu menganti dengan masuk di hari sabtunya. maka sabtu besok suami saya harus kerja.

sebagai staff yang harus bikin perancangan tuk produksi setahun ke depan dsbnya, maka suami saya sudah tahu dan di beritahu, kalau Toyota Astra Motor, costumer terbesar perusahaan tempat suami saya bekerja, tahun anggaran 2009, akan mengurangi target produksi sebesar 50% (saja!). Astra Honda Motor, mengurangi target produksi hingga 30%.

lalu sejak sebulan kemarin Suzuki dan beberapa custumer dan suplier perusahaan, juga sudah memberlakukan 4 hari kerja saja, tanpa lembur. dan masih di akhir tahun ini saja, sudah mengurangi produksi sebesar 30%..

maka saya bertanya, apa bedanya dengan krisis tahun 1998 itu?
secara suami saya berkutat di soal sparepart otomotif, sebuah perusahaan PMA jepang.
katanya, di tahun 1998, ekspor perusahaan masih kenceng. permintaan masih banyak. di tambah selisih kurs saat itu.

iya sih, saya sudah menikah saat itu. dan seingat saya, di tengah krisis 1998 kantor suami malah menaikan gaji sampai 48%. demi menyelamatkan hidup banyak karyawannya. so far, di banding se groupnya, perusahaan tempat suami bekerja memang tergolong pelit. tapi di tengah krisis, perusahaan malah bisa menyelamatkan banyak karyawannya. bahkan th 1998 itu, perusahaan tidak menawarkan phk. maka semua berjalan secara biasa aja dan terselamatkan di krisis 1998 kemarin.

sementara di krisis saat ini, jelas lebih parah. karena tidak ada permintaan ekspor!
cabang perusahaan di Thailand saja –kata suami saya– sudah menghentikan satu item permintaan ekpor secara total. bukan lagi mengurangi, tapi menghentikan total!
duh..

maka jangan di tanya soal perusahaan –seperti garmen– yang hidupnya bener-bener hanya dari permintaan ekspor. dari phk sampai berhenti total dari produksi itu sudah terjadi..
hoalah.. gusti..

belum lagi, menyoal inflasi. di sini perusahaan juga harus memperhitungkan inflasi terhadap UMR, tapi juga harus mau efisiensi. bener-bener kejepit deh..

saya berharap, semua pihak jangan melulu bisanya demo dan menghancurkan aset perusahaan. krisis ini menjepit ga cuma kita yang jelata, perusahaan2 itu juga kewalahan. maka mari tetap berpikir jernih. plis deh, jangan merusak aset. karena itu kan sangat berguna tuk jika nanti bisa beroperasi kembali.

maka bener deh, pasar dalam negeri harus bisa menyerap produksi anak bangsanya sendiri. jangan melulu mau diserbu produk impor. karena semua negara sedang gencar tuk mencari market baru setelah amerika guncang seperti ini. tuk produk apa saja, termasuk produk ideologi loh.. tentu didalamnya produk berupa agama kali yaa. hehehe..

jangan melulu mau dijadikan obyek pasar deh. mari mandiri…

sejauh ini, tuk krisis saat ini, perusahaan sudah ekstra mengencangkan ikat pinggang.
efesiensi di berlakukan dimana-mana, khusus hari jumat jam 5 teng, kantor sudah harus gelap. demi hemat. tentu tidak tuk hari lain, yang memang mobilitasnya masih bisa tinggi. yang biasanyaaa…., meski jumat sudah mau wiken, sampai larut jam 8, suami saya yang staf kadang masih harus berkutat dengan ini itu.

ga sampai di situ, efesiensi juga ke hal-hal kecil. penggunaan ac, kertas, dan remeh temeh lainnya juga di perhatikan tuk di kurangi.
duh, serius yaa…
suami ya jawabnya, emang serius!
hehehe πŸ˜‰

cina konon adalah negara yang survive dari krisis ini. secara dia mandiri, swasembada dan memiliki cadangan devisa sangat besar. dan itu sebagian besar tunai..
sementara arab yang memang memiliki minyak itu, secara lainnya sangat kurang swasembada.

indonesia harusnya bisa
indonesia memiliki segalanya
harus di kelola lagi dengan baik deh negaranya
semoga ini disadari oleh para pemimpin mendatang..

indonesia harus mandiri
dan memiliki jati diri
jangan melulu di pecundangi
oleh dunia yang krisis saat ini

yang sederhana dan di depan mata,
harus ada upaya penghematan, sense of crisis dari banyak pihak, terutama pemerintah dan aparatur negara itu. rakyat harus di ilhami tuk berhemat dan menyadari keadaan, secara faktual dan jangan cuma membual..
harus mau tau kenyataan deh mulai hari ini

kalau ini tidak diperhatikan benar-benar
maka saya khawatir,
bukan lagi pemerintah vs mahasiswa spt kejadian 1998
tapi pemerintah vs buruh..
pemerintah vs seluruh rakyatnya..

yup, badai itu telah tiba..
krisis ini sudah di depan mata..
krisis ini nyata..

maka maaf, kalau saya –akhirnya– masih harus sangat bertahan mengkritisi persoalan beragama yang suka terkesan seperti angan-angan gitu. persoalan kemanusiaan ini adalah nyata dan tetap harus dijawab secara nyata juga, sesuai kapasitas masing-masing.. lah, soal makan dan hidup keseharian juga soal kemanusiaan kan?
selebihnya, saya demokratis.. kembali pada kesadaran masing-masing;)

maka semua lini kehidupan di indonesia saat ini, harus bisa diarahkan dan diakselerasi tuk bisa menjawab persoalan kemanusiaan ini. kalau masih berjalan sendiri-sendiri, sepertinya sulit. harus mulai ada kesadaran bersama, ada kesamaan visi dan gerak. semua harus diberdayakan tuk mau tahu ttg ini.. tuk sadari dan kemudian menjawabnya bersama-sama. atau ya bersiap kalah oleh waktu..

semoga selalu ada jalan, bagi mereka —dan kita— yang berpikir..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “krisis itu di depan mata”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

nyatalah apa yang Tuhan larang, “Tahanlah tanganmu, dirikanlah SHALAT dan tunaikanlah ZAKAT!”

shalat adalah berkaitan visi dan missi hidup seseorang. seperti hikmah dari isra mi’raj. sehingga ia mengerti untuk apa sebenarnya hidup mereka. apakah hal atau sesuatu yang membuat mereka hidup dan hidup dengan berhasil di dunia materi ini. apa yang bisa kita buat untuk melayani dunia ini kalau malaysia saja bisa bikin dan jualan mobil, misalnya.

dan ingat! shalat ini adalah password bagi diterimanya ibadah yang lain. jadi tidak main2. bisakah shalat yang Anda lakukan, kemudian membuat Anda bisa membuat henpun misalnya, yang penuh manfaat sehingga banyak orang menggunakannya? kalau tidak ada manfaat yang kita produksi, maka sebelum terlambat, pertanyakan peran shalat dalam hidup Anda.

zakat adalah berkaitan kemampuan memajukan roda ekonomi yang membuat kehidupan bergulir dan membaik. disana ada keseimbangan antara persaingan yang sehat dan kebaikan yang membangun.

shalat membangun kredibilitas individu, sedangkan zakat membangun sistem yang sehat dan memajukan. zakat tidak sekedar memberi untuk urusan emergensi. tapi ia menyiapkan sistematika hidup yang tumbuh dan berkembang. disana diatur sedemikian rupa, sehingga penerima zakat itu semakin tidak ada.

yg bilang krisis hrs didepan mata tu sapa???
pernah kah kita melihat dibelakang mata?
untung aj dikasih telinga, shg bisa ‘melihat’ yg dibelakang.
rugi aj kalo mulu liat yg di depan tp lupa ma yg terbelakang ^^

Kalo sopirnya sOr sendiri, alamak jang…
penumpang mo dikemanain??? hehehe…

Pak polantas, pinjem SIM B1 nya ya?
Mbah google, pinjem truk interkulernya ya?
Tp cicilan kredit, bayar ndiri ya?
Pliiss, bang napi jgn ditangkap ya..hohoho

Jgn lupa singgah di jalan, sekedar melepas dahaga. Skalian berwudhu, dirikan sembahyang. Jgn mulu jd ‘musafir’, suka menunda2…hihihi

PS: aduuh buk, maaf, kaki saya kok dipijak?..(kelewat pasrah, mpe lupa cara menyikut) ^^

Jalan selalu ada. Hanya saja, seringnya lalai dg pilihan di depan mata.

@kang trend
@aryf

kemarin teman suami saya dari pemda sebuah kabupaten di jawa tengah lagi diklat di bogor, mampir ke rumah. konon darinya, di pemda nyaris tidak ada yg namanya sense of crisis. pemborosan anggaran masih besar dan nyaris catutan mencapai 50%.

hehehe πŸ˜›

Msh bisa2 nya ngejek πŸ˜€

Birokrasi kek gitu emang udh penyakit 7 turunan. Ngebahasnya aj udh BeTe, ampe g sempat berketurunan..:-p

Mumpung lg inget komik asterix & obelix. Konon di zaman romawi kuno, bangsa galia yg terkenal akan heroisme dan kekurangajarannya, terpaksa menyerah dg birokrasi ala romawi. Jagoan selevel asterix aj, kewalahan di saat mengurusi “perjanjian” ala romawi. Padahal si asterix tuh dah mnm obat kuat.
Kata si asterix tuh “mending berperang dr pd hrs berurusan dg birokrasi romawi” ha3…

*apa g ada dunia lain selain pemerintah?*

maka biar konkgkrit perjuangan ini, mari kita ajak sebanyak mungkin orang disekeliling kita untuk masuk ke dalam sektor riil. hidup dalam peluh keringat menghasilkan sebuah produk yang memberi manfaat, apapun itu.

kembalikan fokus utama kebaikan itu ada pada MANFAAT; yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya.

@aryf
@kang trend
itu tuh sekedar berita aja loh. saya bukan penggemar pemerintah kok πŸ˜›
gini aja deh, sesuai kapasitas kita masing2 deh.. dimanapun berada.
setuju?

Setuju, meskipun saya di Malaysia saya masih makan Mie Sedaap, Kecap Bango, Pepsodent, dan lain-lain. Biar ngimpor dari Indonesia, nitip, dan ngepos yang penting selama masih bisa pake buatan Indonesia kita pake.

@k’iwal
yup, sama. itu sederhana.. tapi sangat mungkin tuk kita lakukan yaa..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: