belajar merdeka

Posted on Desember 2, 2008. Filed under: islam indie |

(mengenang…)

ketika aku memilihMu
dengan cara dan jalanku sendiri
di usia teramat muda yang tak pernah kuperhitungkan
maka aku tengah mengangkat bendera kemerdekaan pribadiku

tak ada hingar bingar atau lagu kemerdekaan
setelah seremoni simbolis yang sederhana itu
maka aku terlahir sebagai seorang pejuang
hanya baju di badan dan kosong di tangan

menangispun, rasanya aku tak punya waktu

ketika aku memilihMu
dengan cara dan jalanku sendiri
tak ada emas, permata, berlian yang kudapatkan dariMu
selain malah aku yang harus menghargai terlebih dulu kemerdekaan orang lain..

mereka yang tak setuju merdeka tuk memarahiku
mereka yang tak restu merdeka tuk bahkan memukulku
mereka yang tak mau merdeka tuk tak melihatku
mereka yang tak tahupun merdeka tuk mentertawakanku

ah, kemerdekaanku berdiri tuk kemerdekaan mereka semua…

aku yang memilihMu
dengan cara dan jalanku sendiri
tak sampai di situ
bahkan aku harus melulu menghormati kemerdekaan orang lain

mereka yang merasa lebih paham tentangMu merdeka tuk memaksaku
mereka yang merasa lebih tahu tentangMu, merdeka tuk menyuruhku
mereka yang merasa lebih dekat denganMu, merdeka tuk menghinaku
mereka yang merasa lebih lama denganMu, merdeka tuk meremehkanku

maka kemerdekaanku tegak untuk kemerdekaan selainku

ketika aku memilihMu
dengan cara dan jalanku sendiri
di usia teramat muda yang tak pernah kuperhitungkan
maka aku tengah mengangkat bendera kemerdekaan pribadiku

semua boleh merdeka atas kemerdekaanku
karena pelajaran pertama dari merdeka
adalah menghargai kemerdekaan orang lain
karena pelajaran utama dari merdeka
adalah memerdekakan orang lain

dan aku tetap merdeka dari dikuasai siapapun, selainMu
aku tetap memilihMu, dengan cara dan jalanku sendiri

maka apa itu merdeka?
kadang merdeka terasa seperti ruang yang begitu luas
laut yang tak bertepi dan langit yang tak berujung
tak ada yang menjajahnya selain mereka yang tidak merdeka dengan dirinya sendiri

maka apa itu merdeka?
kadang merdeka seperti matahari
menjadi pusat dari kemerdekaan yang lainnya
tak ada yang menjajah selain mereka yang tidak tahu bagaimana merdeka

maka merdeka adalah perjuangan
tuk disukai atau tidak disukai
tapi menancap, kokoh, dan berkibar
lestari bestari abadi

sedikit ingin kau kuasai, maka kau terjajah maumu sendiri
hanya yang merdeka yang bisa memerdekakan

merdeka adalah iman
sedikit kau bersekutu maka kau ingkar
maka katakan tiada tuhan selain Aku
dan kamu hanya satu dari yang merdeka atas izinKu

dengannya akhirnya kau temui
betapa semua orang layak sama di mataKu
sama-sama merdeka atas izinKu…

*

aku yang memilihMu
belajar merdeka atas izinMu
merasakan merdeka dalam namaMu
semata untuk kemerdekaan itu sendiri

maka jangan kau pekikkan kata merdeka,
selama kau masih terjajah oleh banyak maumu
sampai kau temui tiada merdeka selain merdeka itu sendiri
maka aku mengerti rasa dari merdeka atau mati

tuk merdeka itu sendiri atau tidak sama sekali..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “belajar merdeka”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Sebelumnya kata’merdeka’ biasa2 aja bgku.stelah baca postingan ini jadi bepikir,sudah merdekakah aku?thx anyway.

hadoh… 😯
di rumah lagi ujan terus ya? ngawur aja, biar mukanya gak tegang melulu n dilepas yaa… 😀

mang seeh…. scr de jure ada menang or kalah, naik or tinggal kelas, lulus ato tidak lulus, merdeka ato tidak merdeka, dst.

scr de fakto khan ada gradasi warna, lulusan pun macam2 ada yg siap pake, ada yg kumlaud, ada pula yg pas2an, etc. siapa sih yg ga pengin lulus kumlaud, juara 1, merdeka se merdekanya, dst dst?
bahkan kalo bisa sih kita dapatkan itu semua tanpa belajar, gak usah latihan, gak usah ikhtiar dan sim salabim jadilah aku manusia merdeka se merdekanya….
Ya… merdeka tuk beriman, merdeka tuk beribadah kapan saja n dimana saja, merdeka tuk infaq sodaqoh kemana saja sebanyak-banyaknya, dst dst.

Merdeka!

hmm.. saya sudah merdeka belum ya??

@S3roja
makasih juga…

@mas JM
hehehe, mas.. ini hanya jalan saya tuk belajar merdeka. mas dengan zaman dan kehidupan pribadi mas pasti belajar merdeka dengan cara mas yang juga unik. kan setiap manusia itukan unik..

@wahyu
sama kepada mas JM, mas wahyu. masing-masing kita belajar tentang kemerdekaan dengan cara kita sendiri. kebetulan saja saya belajar di sini dan di cara yang begini.

@semua
di sini saya hanya berbagi
rasa dari belajar merdeka
selamat merdeka! 😀

saya dari sejak postingan ini muncul ingin bilang. bahwa yang dilakukan oleh mba anis adalah keluar dari pemahaman tentang agama yang dipersaingkan. kepada nilai yang berada di atas dan tidak ada yang mengatasinya.

muhammad saw menemukan itu pada saat itu. beliau keluar dari persaingan ideologi dan kepentingan yang ada pada saat itu. dan kemudian mampu menjadi figur yang mempersatukan madinah, jazirah arab, dan sebagaian besar wilayah bumi ini.

dengan demikian kemerdekaan itu hadir karena keluar dari hiruk pikuk argumen, perselisihan dan perdebatan tak berujung dan berpangkal. untuk naik ke posisi ini memang tidak mudah. diperlukan pengalaman dan kesungguhan pencarian yang luar biasa.

mba anis yang memiliki pengalaman untuk itu, tetaplah berbagi dan tetaplah berlindung langsung kepada Tuhan dari apapun sumber kesesatan pemahamanan yang mungkin ada.

@kang trend
terima kasih.. mohon doanya selalu yaa..
saya hanya menuliskan apa-apa yang saya ingin tuliskan, sering tak berpikir apa-apa juga selain yang saya ingin tuliskan…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: