beresiko tinggi

Posted on Desember 3, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa…gi meloowwww nihhh…. )

menjadi anak indie, emang beresiko tinggi…
hahahaha…

saya senang banget loh, bisa berkenalan dan bersama semua di sini
kita berbeda-beda dan bisa bersama-sama
saya merasa di selimuti kehangatan tersendiri

cerita ya, alkisah saya menengok kembali ke sebuah tempat yang saya pernah ada di dalamnya. duh, mungkin saya salah, karena saya berbeda. tapi, sebetulnya sih, mereka sudah tahu kok, dari dulu, bahkan dari pertama, saya memang berbeda.. begini dan ya begini aja..

tapi hiks…
saya dikoreksi abis-abisan.
sampai bingung, salah saya apa aja ya?
kok sepertinya dunia gelap gitu..
salah seperti tak termaafkan, apalagi benar tapi berbeda bahasa…?
semua seperti sudah terlanjur gelap aja..

ah, pergi memang tak untuk kembali kali yaa..

maka, secara saya seorang yang indie, ya tidak ada alasan saya tuk menepi..
apalagi di langit yang gelap dan di rasa yang penggap
ya pergi lagi aja..
hehehehe…

menyelami samudra yang lebih luas, bernama keragaman, memang luar biasa
saya seperti ikan menemukan air
berenang, melayang dan senang
maka mengapa harus kembali ke tambak atau ke umpan pancingan?

duh, mo bilang apa yaa??

jangan biarkan saya terpenjara lagi deh..
loh?
hehehe…
šŸ˜€

saya berterimakasih sama semua di sini
walau maya, saya menemukan kehangatan tersendiri
rasa dari sebuah kebersamaan yang memerdekakan

boleh dan mau terus bersama-sama kan??
di sini dan dimana saja?

sehat dan sukses selalu buat semua yaa..

sekali indie tetap indie…

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “beresiko tinggi”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Band indie, berarti band berbeda dengan arus musik mayoritas
film indie juga berarti berbeda dengan film mayoritas
jadi islam indie juga berbeda dengan islam mayoritas ?
ya ga papa its our own struggle , its our own fight
tapi kan anis sudah biasa berbeda dari mayoritas
waktu dilahirkan sebagai keturunan china kan berbeda dari mayoritas
waktu kecil hidup sejahtera kan berbeda dari mayoritas
masuk islam juga berbeda berbeda dari mayoritas turunan china
makanya ketika islam canggung karena tidak biasa menjadi mayoritas
yah gitu aja

@ayadila
wah, lahir di keluarga pebisnis, saya merasakan jatuh bangun ekonomi keluarga loh. pernah merasakan pailit yang ludes abis kok. sejahtera itu sterotipe mas budi atas keturunan cina kali..
selebihnya sih berdinamika kok. saya dulu hidup di pecinan kota, hidup diantara pedagang kaki lima dsbnya. walau saya juga berteman dengan teman-teman saya yang anak2 PNS, dari yang sekedar guru sampai wagub prov. lampung.
melihat warna sejati kehidupan deh..

soal menjadi mayoritas islam, saya juga pernah. merasa sudah benar, agamanya mulia, fanatik dengan agama dsbnya. saya kan aktif di komunitas masjid.

tapi dasar saya ga bisa begitu kali ya, selalu aja terkendala. hati rasanya ga bisa aja.

indie saya sih, cermin dari betapa inginnya saya bisa toleran pada semua pihak. agama, suku, ras dsbnya. cermin saya hanyalah seorang manusia biasa yang ingin hidup damai di tengah kehidupan raksasa.

maka bener kata mas Budi deh.
saya memang terlahir dengan takdir perbedaan yang nyata, senyata-nyatanya.. šŸ˜€

Anis, yang pasti anda tidak sendiri.

@gatot
makasih…
seneng loh, kita bisa ketemu lagi. sukses ya.. šŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: