ketika maya harus jadi nyata – kopdar substansial

Posted on Desember 5, 2008. Filed under: islam indie |

(pengantar wiken. saya baru menulis ini tuk seseorang, maka saya juga ingin membagi buat semua di sini…..)

setelah saya sadari bahwa hidup ada jasad dan jiwa, ada maya dan nyata, ada lahir dan batin.
maka saya berusaha banyak belajar di kedua sisi itu.

seperti belajar kitab suci..

ada peristiwa yang sangat tidak lepas dari konteksnya. dari bahasa, umat, termasuk dari kondisi sang messenger saat itu. lalu dari setiap peristiwa/masalahnya saat itu, selayaknya selalu bisa dimaknai secara substansi. menyelami nilai-nilainya. menikmati jiwa universalnya.

menjadi sama dengan hidup kita sendiri saat ini.
di satu sisi, secara nyata, setiap peristiwa/masalah kita, membutuhkan penyelesaiannya tersendiri. tak terkecuali dalam suka atau duka. dan di sisi lainnya, kita tetap secara mendalam bisa memaknai dari setiap masalah/peristiwa nyata itu, menjadi sesuatu yang bisa mengkayakan dan mendewasakan jiwa atau personality kita.

maka dua sisi itu selalu berjalan berdampingan, hidup dan “hidup”

nah, di era sekarang, ketika ekspresi simbolis menguat di sekitar kita, membuat suka bikin cepet curiga, panas dan perang. maka belajar memaknainya secara maya –di internet, secara blog, chat, imel dsbnya– juga sangat membantu tuk menjadikan kita dewasa secara jiwa dan personality terhadap keragaman yang ada dan tengah berdinamika.

maka, saya juga tetap menunjukkan posisi-posisi saya terhadap realitas yang ada, termasuk sikap politik saya. doo.. 😛

secara saya memang suka apa adanya, ya sejujurnya saya memang di sini dan di kenyataannya ya ga jauh beda. sehingga jelas deh semua ttg saya. walau kemudian, karena saya memiliki kapasitas dan skalanya tersendiri, maka aktualisasi saya ya tidak akan terlepas dari semua itu.

tapi sikap saya : satu..

bagi saya, blog ini –dsbnya di dunia maya– yang saya ada di dalamnya ini, ibarat kepompong. sebuah tempat pembelajaran tersendiri. melatih mental dan membesarkan jiwa.

lalu yang terpenting bukan pada tetap maya atau harus jadi nyata.
tapi yang penting adalah bagaimana saya bisa menjadi kupu-kupu dimanapun saya berada.

sederhananya, sebut saja ketika yang maya harus nyata, kita tetap bisa menghadapi semua keadaan yang kita bahas di sini dengan semoga lebih baik, karena kita telah mendalaminya juga dengan sangat baik.
sebut saja, menguatnya simbol-simbol di kehidupan yang ada, tak seharusnya mengurangi keyakinan kita tuk bisa bersama-sama. temui saya, dalam kenyataannya bersama siapa saja, tanpa melepas identitas kita semua, sebagaimana suka saya ceritakan di sini.

demikianlah ketika hidup sudah utuh
sudah satu realitas..

demikianlah ketika maya harus jadi nyata
inilah kopdar substansial
hahahahaha…

persahabatan bagai kepompong
merubah ulat menjadi kupu-kupu….

hepi wikennnnnn
ai lup yu ol…. 😀

selamat idul adha bagi yang merayakannya.
nah, kurban nyata secara domba atau sapi jalan terus, kurban substansialnya juga tak ketinggalan. jangan sungkan dan berat hati tuk kelak berkorban demi kepentingan bersama yang lebih besar yaa…

kita sama-sama..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “ketika maya harus jadi nyata – kopdar substansial”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

🙂
Begete leh kire-kire..
Pd dasarnye kite kite (ceile..), dlm kehidupan di hadapkan pd berbagai pilihan.
Silahkan pilih, lalu jalani dengan senang hati. Ndak perlu maksa-maksa, baik dalam bentuk fisik (kekerasan dan penindasan) maupun non fisik (bujuk rayu dan tipu menipu).

Mencari yang esensi dan substansi, silahkan saja jika itu emang dengan niat tulus untuk memperkaya hati. Jangan jadikan sensasi ataupun sekedar basa basi.

Lagian, rahasia dapur bukannya tidak untuk dibagi. Dibatasi dan diwanti-wanti, agar selalu waspada dan hati-hati. Bahaya selalu menghampiri bagi yang tidak mawas diri. Karena onak dan duri berserakan disana sini. Jika jatuh pada tangan yg tak berbudi, alamat matilah hidup ini.

Dipilah pilih bukan berarti anak kandung dan anak tiri. Bersikap selektif dan selalu bersih-bersih, agar tak lalai dan lupa diri. Menitipkan amanah hanya pada pemimpin yang tau diri. Senantiasa hidup ini selalu disyukuri dan layak untuk dinikmati.

Tidak ada yang mengatakan bahwa itu mudah. Jalannya sungguh sukar dan payah. Hadapilah selalu tanpa rasa lelah. Berjuanglah tanpa kenal menyerah.

Saling kenal, jalin silaturahmi.
Kurang sana sini, mohon jangan terlalu diambil hati. Jika sampai waktu, kita berjumpa lagi.

@kamu
huahhhhh….. mengerikan membacanyaaaaa…… 😛
kok bisa-bisanya ada yang mengerti saya melebihi diri saya sendiri, sehingga “aku adalah kamu”?

siapa sih nih?
btw, makasih yaa. makasih banget tuk merasa satu dg saya..

kalau untuk blogger saya sih punya istilah

“METAMORBLOGIS”

thx, buat mba anis telah membantu proses pengepompongan saya ini. sehingga di dunia nyata saya bisa menentukan peran yang terus lebih berarti.

sekali thx untuk inspirasinya…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: