aku mencintaimu dengan sederhana

Posted on Desember 9, 2008. Filed under: islam indie |

(gi merasa-rasani rasa…)

aku mencintaiMu
dengan sederhana
apa itu?
ya cinta saja..

aku mencintaiMu
dengan sederhana
bagaimana itu?
ya cinta saja..

aku mencintaiMu
dengan sederhana
oya?
iya…

aku tak tahu bagaimana
aku tak tahu mengapa
aku tak tahu karena apa
aku tak tahu…

aku juga tak tahu akankah
aku juga tak tahu mungkinkah
aku juga tak tahu sanggupkah
aku juga tak tahu..

aku mencintaiMu
dengan sederhana
begitu sederhana
sampai kupikir Kaupun tak sadar

aku mencintaiMu
dengan sederhana
begitu sederhana
sampai kupikir akupun tak bener-bener sadar

aku mencintaiMu
dengan sederhana
begitu sederhana
sampai aku tak mampu merasa ingin

aku mencintaimu
dengan sederhana
o ya?
iya
bagaimana?
aku tak tahu
mungkinkah?
aku juga tak peduli
maukah?
akupun tak banyak ingin

kalau dibalas, mau?
aaaarghhhhh, tidak-tidak.. terimakasih..
loh?
iya, ini kan cuma cinta aja
loh?
iya, ini kan cuma ada aja
loh?
iya, ini kan cuma gitu aja
loh?
iya, lagian emang mau apa coba?

aku mencintaiMu
dengan sederhana
hanya cinta
dan ya cinta saja
sampai aku bingung
tentang apa itu cinta

karena rasa ini sudah anugerahMu terindah untukku
maka apalagi yang bisa aku mau?

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “aku mencintaimu dengan sederhana”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

cinta itu yang masih terus saya cari dan berusaha merasakan lebih dalam, mbak

cinta memang hadir dengan sederhana
sesederhana sepeti ditunjukkan seorang ibu
yang dengan begitu saja mencintai anaknya

@mbak wyd
saya juga ga tahu kenapa bisa gitu tuh. mengalir aja…
semoga jika mengalir, mbak wyd juga menemukannya yaa..

@kang trend
mungkin memang seperti itu, walau kadang ibu juga tetap memiliki ekspektasi pada anaknya..
minimal mau anaknya jadi anak sholeh, itu juga sebuah ekspektasikan? belum lagi sholeh spt mau ibunya..
ah, manusia memang sarangnya mau… bukan lagi sekedar sarangnya harimau… 😉

smpah… aku gak ngerti maksudnya…

“aku mencintaimu dengan sederhana”

kayaknya pernah denger kata-kata puisi itu..tapi dmana ya… aku lupa


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: