melihat indonesia lebih dekat

Posted on Desember 9, 2008. Filed under: islam indie |

(mau di posting waktu masih anget, tapi sibuk sama ini-itu, jadi baru sekarang deh.. biar telat tapi tak terlambat.. :P)

pas jumatan kemarin, saya duduk sendirian di Food Court-nya Botani Square Bogor, menikmati risoles mayonaise dan buku baru saya, sambil menunggu toko yang tutup karena jumatan. lalu datang seorang ibu, minta izin tuk duduk semeja dengan saya. kebetulan meja yang lain, penuh dengan anak sekolah. oya, silakan… 😀

maka mengobrollah kami. nama ibu itu Christine (bukan nama sebenarnya -red). Peneliti bidang holtikultura di Departemen Pertanian. hari itu beliau cuti tuk mereparasi arlojinya di sebuah toko, masih di mall itu juga.

wah, pertanian? ya pasti saya jadi nanya dongg.. gimana sih masalah pertanian indonesia?
eee… jadi curhat deh. katanya gini..

– sebut saja soal issue swasembada di kabinet bersama kita bisa ini. menurut peneliti, optimasi lahan tani indonesia tuh maksimal hanya 9 juta ton gabah. lah, angka ke pusat kok bisa jadi 12 juta ton! mark up toh?? walhasil sok kali bilang swasembada, mo ekspor segala. padahal ya ujung-ujungnya malah impor!

– atau soal lahan gambut aja. peneliti indonesia di permalukan luar negeri. semua peneliti sepakat, lahan gambut tidak bisa tuk pertanian maupun holtikultura. lah, kok bisa ada kebijakan pembukaan lahan gambut sejuta hektar itu. yang sampai hari ini, tidak ada tindakan terkoordinasi tuk menyelamatkan lahan gambut tsb, malah terus di buka. padahal tahu sendiri, pelepasan karbon dari sana yang gila-gilaan.

hmm, saya ya hanya mesem-mesem aja soal “gab” antara peneliti dan “pemegang kebijakan” ini.
tapi isengg deh, tanya.. lah, gimana pak mentri?

– tuh dia. mentri hanya menguasai persoalan hilir, ga mau tahu soal hulu. malah kesannya kejar setoran prestasi. mark up dimana-mana, ga cuma di mark up soal uang loh, ada juga yang mark up prestasi gitu…

hehehe rame deh. ibunya juga lucu kalau cerita, seru
dan… klise dong, tanya soal supertoy. hihihi 😛

– begini, secara teori hibrida, yang notabene proses pembibitan unggul dari yang unggul, itu logis dan mungkin. walau penggunaannya hanya sekali pakai. tidak bisa diproduk massal berkesinambungan. sampai di situ, ga ada yang salah dari supertoy. yang salah di kebiasaan bangsa ini yang tukang oplos. jadi saat perbanyakan dan pendistribusian, itu di oplos. walhasil ya kopong. gilakan tuh??

hehehe, gila bangeddd.. 😀

gantian saya cerita. saya berteman dengan seorang pengusaha mebel jati, kebetulan saya kenalan waktu beli kursi jati. teman itu cerita tentang kelangkaan jati. yang ada hanya jati muda. tentu secara kualitas, beda sekali. tapi ya gitu deh, kalau sudah di poduk masal. walhasil, sebagai pengrajin mebel jati dari jepara, suami teman itu sukanya hunting rumah2 tua yang dijual dan jatinya bisa di daur ulang. karena so pasti, sisa jari dari rumah itu jati tua, awet dan lebih mahal harganya.
nah, konon jati ini adalah harta karun pulau jawa. jati hanya cocok di pulau jawa dan itupun terbatas di daerah tandusnya. spt kayu ulin di kalimantan gitu deh.. maka saya bertanya, terkait peruntukan lahan di seluruh indonesia yang kayanya masing-masing khas dari hasil dan perlakuannya. spt zaman dulu, sumatera tuk rempah-rempah, jawa tuk lumbung padi gitu deh.

– jawabnya, ibu ke balitbang tanah aja (tempatnya di bogor juga – red). di sana, sudah ada penelitian tuk tanaman dan holtikutura yang cocok tuk setiap lahan di indonesia. lengkap, asli hasil penelitian orang indonesia sendiri.

maka saya tanya, gimana soal bakrie yang bergandengan dengan bin laden (bukan osama bin laden ya) tuk buka pertanian di papua?.

– jawabnya, jangan hanya mengikuti pasar deh. jgn terlalu komersial. liat dulu peruntukkannya, dari pada sia-sia kaya lahan gambut kalimatan itu.

wah, jadi nanya lagi deh, bukankah seharusnya dept. pertanian bisa lebih dulu mengantisipasi soal kemungkinan terlalu komersil itu?

– jawabnya, kita masih kalah dengan pengusaha yang penguasa. hasil penelitian kan dari zaman dulu cenderung diabaikan.

hahahahaa, kacau ya… 😛

lalu ibu itu berbagi cerita ttg kunjungannya ke thailand. katanya :
– di thai, sebagaimana semua tahu betapa concernnya pemerintah thai pada produk taninya, maka tiap daerah di beri tanaman khusus sampai pupuk dan pembeliannya di atur pemerintah. spt, daerah A tanam durian, daerah B tuk tanam mangga. trus di beli dg harga bener. ga kaya indonesia!
lah, waktu itu lampung di suruh tanam singkong tuk bioetanol. pemerintah janji akan beli seharga 2 ribu rupiah perkilo. lah, giliran panen, cuma di beli 20 perak sekilo!!! waduh, sakit hatiiiiii! apalagi soal gabah, wah dari dulu jadi main-mainan pemerintah deh. maka petani sakit hati.

nah, saya tanya issue soal cina yang konon swasembada tuk 3 tahun ke depan. e.. nyamber. secara si ibu baru pulang dari penelitian di cina. katanya..

– dengan penduduk mendekati 1,4 milyar. ternyata cina emang bisa swasembada bahkan ekspor. padahal pertanian cina hanya di support oleh 300 juta petani saja. kebayang kan kayanya petani di sana?

– trus, bu christine juga terkagum-kagum sama gedung dan fasilitas penelitian yang canggih di cina. banyak kerjasama dg jerman dsbnya. tapi para profesor sampai cleaning servicenya pada pake sepeda onthel sbg kendaraan sehari-hari. awalnya bu christine pikir itu buah policy sebagai mantan negara sosialis komunis, eeee… ternyata ga tuh. dalam kongkow-kongkow dg profesornya, katanya gini..
* saya bisa beli dua mobil. tapi saya ga mau. semua hidup saya dari apartemen sampai semua akomodasinya sudah di tanggung pemerintah. lalu bis, kereta dan taxi murah. dari pada punya kendaraan sendiri, pajak, BBM dsbnya mahal, maka ya lebih baik pake umum saja.
sebagai gantinya, uang mereka itu tuk rekreasi.
menjadi kerja keras dan rekreasi itu… balance.

– trus, beberapa tahun sebelumnya, bu christine juga pernah ke cina. waduh, Beijing itu kumuh! masih ada foto-fotonya. e, kemarin tuh bersih. nyaris ga ada sampah di Beijing! dan hebatnya ga ada gelandangan lagi. mau tahu kemana para gelandangan itu?

pemerintah cina khusus membuat desa tuk para gelandangannya. di fasilitasi semuanya. dan dikaryakan jadi desa tuk bikin kerajinan dan souvenir. secara mobilitas para gelandangan itu sudah terbiasa malas, dan juga akibat beberapa keterbatasan fisik. maka di beri kerjaan dengan mobilitas yang sesuai kebiasaan tsb. sambil di didik kembali terutama estetikanya. dan souvenir olimpiade itu termasuk di order dari desa itu loh!

ck-ck-ck… saya ya jadi nanya dong. kok cina bisa gitu sih?

– jawabnya : mental. orang cina bukan orang yang terima gitu aja. dia akan mencoba dengan tangannya sendiri. salah ga masalah, tapi terus mencoba sampai berhasil. ngulik kalau bahasa jawanya. walhasil mereka ga berhenti sampai bisa punya spesialisasi dan standariasi tersendiri. profesor-profesor itu, selalu mikir di gimanain lagi setelah ini ya? terus begitu.. dan pemerintah sangat memakai jasa orang pinternya. sementara orang kita malas dan setengah-setengah. jadi ya susah.

hmm… gitu ya?

gantian saya cerita..suami saya di manufaktur nih bu. lagi kena hempasan krisis dan lebih parah dari 98 deh, bla-bla-bla. kira-kira bisa ga booming pertanian kita? kembali ke agraris?

– sejauh ini ga ada tindakan banting setir dari kebijakan pemerintah ke sektor pertanian. malah masih ngurusin yang lain-lain deh. padahal jawa sudah kehabisan lahan subur tuk pemukiman dan industri. lahan di tempat lain, ga tahu tuh. belum ada kebijakan terkait itu deh, sejauh yang didengarnya.

lalu, saya tanya soal iklim yang berubah-rubah ini..

– katanya : wah tuh dia, secara tropis sebetulnya kita bisa ga habis-habisnya menghasilkan banyak tanaman komersil. potensinya kaya deh. setiap musim ada holtikulturanya tersendiri. tapi iklim juga mengalami perubahan besar, butuh identifikasi tertentu lagi. tani sendiri sudah tidak bisa siklus 4 bulanan. tata lahan kita harus di kendalikan baik-baik deh. kalau memang perlu tuk swasembada atau kembali ke agraris.

kesimpulan bu christine : indonesia butuh keberanian tuk berubah. butuh pemimpin yang bisa mengintegrasikan banyak masalah di indonesia. agar semua bisa berjalan beriringan. jangan juga dikit-dikit SKB sekian mentri deh.. presidennya aja yang bervisi lebih baik lagi.

hehehe… kesimpulan yang lebih praktis yaa??

lalu agak sensi nih, saya tanya : ibu suka kunjungan ke mana2. hasilnya apa nih?
– tuh dia, kita ini juga masih bagi-bagi kue di departemen. belum bener-bener tuk fokus team work neliti sesuatu dan di fokuskan juga tuk keberhasilan terukur. jadi ya… masih jalan-jalan juga.

hahahahahaa…lucu juga ya. haduhhh… indonesia kita.😀

terakhir, ibu tinggal dimana nih?
saya di yasmin. ibu ini namanya siapa?
wah, saya anis. di yasmin juga.
halahhh… dunia sedaun kelor yaa..
dan ilmu itu bisa datang tak terduga-duga..

bu christine ini beragama kristen.. seneng juga kalau ternyata dia ga canggung dg saya.. padahal baru kenal, tapi sudah seperti teman lama. tertawa-tawa sambil menikmati minuman segar berdua, sampai kembali ke urusan kami masing-masing….:D

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “melihat indonesia lebih dekat”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Walah bu,sy miris bacanya.trus mikir biar kita ga terus begini,kita hrs ngapain nih??kalo ga nemu2 jawabannya jg sy jd mual(klo stres mag jd kambuh)hehehe

@S3roja
duh, maaf yaaa..
tulisan saya kadang emang seperti kopi pahit. yang kalau di minum malah bikin sakit maag. saya sendiri ga bisa minum kopi nih. tapi minimal kita tahu dan cium wanginya kopi pahit itu. syukur-syukur, kita bisa menjadi gula dan membuatnya menjadi kombinasi yang manis dan nikmat. tapi kalau pun ga bisa, kita boleh kok menawarkan teh, coklat, susu atau jus buah yang lebih menyehatkan. gimana?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: