kenanglah Aku

Posted on Desember 10, 2008. Filed under: islam indie |

(barangkali tuhan cuma mau bilang begini… 😛 )

kenanglah Aku
sejenak kau mampu
ketika dunia begitu melenakanmu

kenanglah Aku
sejenak kau mau
ketika dunia begitu luluh rantakkanmu

kenanglah Aku
sejenak kau bisu
ketika dunia begitu menghancurkanmu

maka Aku ada di saat kau mau Aku ada
padahal Aku ada dimanapun kau berada
kalau saja kau mau tahu
kalau saja kau sadari Aku

kenanglah Aku
sejenak kau mampu
sebelum kau temui Aku
di perih luka hatimu
padahal Aku selalu
setia untukmu

tapi janganlah kau bawa Aku
ke dunia durjanamu
menjadi bagian dari nafsumu
menjadi alat untukmu
tuk kuasai semua yang kau mau
tuk rajai semua yang kau tumpu

kenanglah Aku
sejenak kau mampu
di hening hatimu
di bening matamu
tuk kelak hampirimu
peluk tubuhmu
dan hangati rasamu
dengan cintaKu
memancarkan kasih yang tak pernah letih
untukmu dan semua yang terpaku di haribaan bumi

kenanglah aku
sejenak kau mau
di harimu yang bisu
ketika dunia perlahan meninggalkanmu

redakanlah dirimu
untukmu kenang Aku
sejenak kau mampu
tentang Aku yang selalu ada untukmu

kenanglah Aku…
dalam bagaimanapun kau mengingatKu..
maka Aku pasti memilihmu lebih dahulu..
sebelum kau terpaksa mencari-cariKu
di gelap kelam dan sakit pahit hidupmu

kenanglah Aku…

.

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

7 Tanggapan to “kenanglah Aku”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Saya ragu, apa Ia hanya ingin sebatas “dikenangkan”??? 🙄 jika iya, what for???

tapi janganlah kau bawa Aku
ke dunia durjanamu
menjadi bagian dari nafsumu
menjadi alat untukmu
tuk kuasai semua yang kau mau
tuk rajai semua yang kau tumpu

Keliatanya Tuhan egois sekale, bukanya yg menciptakan durjana, nafsu dan yg laenya Dia sendiri?

@lumiere
krn manusia kadang begitu sibuk mas lumiere..
maka sejenak mengenangNya itu luarbiasa
konon yang sungguh2 mengenangNya pasti yang terkendali jiwanya

@aRai
nafsu sebetulnya adalah energi tersendiri. tanpa nafsu manusia akan lamban dan diam aja. jadi ga ada yang salah dg nafsu. nafsu adalah instrumen tersendiri dalam penciptaan manusia. hanya perlu di kendalikan.

spt marah. kalau kata imam al ghozali, marah itu tidak salah. asal jgn merusak. ga pernah marah malah kaya kedelai. marah harus proporsional.

maka manusia di beri kesempatan tuk memilih, mengolah, dan menemukan yang terbaik sesuai kapasitasnya. memang menjadi sangat kontekstual ya. karena segala yang tidak proporsional (baik berlebihan maupun kurang) memang cenderung merusak.
maka nafsu jangan di bawa ke arah yang durjana. tempatkan sesuai tempatnya dan penuhi sesuai haknya.
gimana? 😀

kenanganglah AKU
karena kenangan itu bermacam-macam
dari mulai
kenangan bebas
kenangan jauh
kenangan finalti

???
itu sih tendangan
hehehe…

Singkatnya Tuhan cuma ingin berkata:
Gak patheken kamu gak ingat Aku..
Tapi tak gibeng kamu kalo memanfaatkanKu..

Ini kalo yang bikin puisi mas Emha kali ya…

ngerti buk artinya “gak patheken” sama “gibeng” ?

@mas datyo
wah, terjemahin dong mas. saya rada ngerti, tapi takut salah persepsi. ayo, mas terjemahin.. biar saya mencocokan diri nih 🙂

dia yg mana yg ciptain napsu??? `dia` tuhan kali yaa…

Allah g akan munkin menciptakan kedurjanaan. Kcuali napsumu sendiri yg beranggapan demikian. Itu pun pastinya krna bujuk rayu setan.

Ihh jd napsu aku pgn dgr nyanyian..
pgn kumakan2 tu mahluk jadi-jadian.

Ahh.. malas ah ngeladeni napsu kapiran.
Bawaan jd marah-marahan.
Biarin aj dia rasa pahitnya ucapan.
Lahirnya di lidah, tanpa akal dan pikiran.
Jatuhnya fitnah, hancur binasa yg didapatkan.
Rasakan olehnya perbuatan dan ucapan penuh kebinasaan.
Sapa suruh hawa nafsu tidak ditundukkan?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: