spirit itu (1)

Posted on Desember 20, 2008. Filed under: islam indie |

(kita bahas kasus lia eden yukk… agar tak sekedar ikut-ikutan menyebutnya sesat, tapi coba kita cermati lebih teliti… walau hal ini sudah sering saya singgung di tulisan-tulisan saya, tapi mari lebih fokus ke kasus lia eden ya.. )

begini..
sebelumnya harus kita sadari kalau kita ini hidup di lingkupi atau di liputi sebuah energi besar dan kita sendiri adalah sebagian dari energi itu. energi itu.. apakah bentuknya, tidak usah kita bahas. dalam bahasa agama ini di kenal dengan hal-hal ghoib. tapi bahwa energi itu ada dan terasa, itu yang harus disadari. dan energi ini bersifat kekal.

agar energi ini terasa ada, maka energi ini bisa menguat dan membentuk spirit-spirit tertentu. menjadi bak dua kutub. baik dan buruk, postif dan negatif yang saling mengimbangi. hasil akhir ya tetap kekal. bayangkan seperti kumparan, maka diantara kedua kutub yang berlawanan akan menjadi medan arus. dan di medan arus itulah segala sesuatu bisa bergerak dan berdinamika. nah, demikianlah prinsipnya tuk energi itu terasa ada.

lalu jika sebut saja kutub negatif menguat, maka semua gerak dan dinamika akan tertarik ke arahnya. dalam fase tertentu –karena hal tsb–, terjadilah kekosongan atau pengurangan yang luarbiasa di kutub positif. nah, karena energi ini bersifat kekal, maka ketika menguat dan meluap di kutub negatif, energi ini akan mencari cara tuk menjaga keseimbangannya. sehingga kemudian secara perlahan kutub positif menguat. perlahan dan menarik kembali semua ke arahnya. terus demikian.

idealnya sih kondisi ini seimbang. artinya yang positif tetap terimbangi dengan yang negatif dan yang negatif terimbangi dengan yang positif, dalam distribusi yang relatif merata. misal, ada sih yang korupsi dan yang ga korupsinya juga banyak. sehingga perkara korupsi sangat terasa negatifnya. bukan malah semua korupsi dan sehingga yang ga korupsi terasa anehnya. atau misal, ada sih sesekali pembunuhan, tapi kebaikan juga banyak. bukan malah mutilasi di ulang di mana-mana.
menjadikan kualitas hidup terbolik-balik deh.

sederhanakan saja demikian ya… hehehe 😀
tolong catat : ini hanya sebuah pedekatan saja. bukan sebuah kemutlakan.

.

sekarang mari kita lihat keadaan kita.

menurunnya kualitas kehidupan kita secara umum, terlebih di negeri kita sendiri, yang mengalami kualitas yang buruk nyaris dalam keseluruhan dimensinya. maka perlahan menguatlah kutub positif tuk mengimbangi keadaan ini.

mari kita teliti apa yang menjadi bentuk menurunnya kualitas hidup kita hari ini. wah, hidup hari ini terasa kering, gersang, dan kehilangan rasanya. semua terjebak dalam alam materi, hedonisme, konsumerisme dsbnya. ini secara fisik. secara jiwa, hidup terasa seperti kelaparan, kesakitan, dan bahkan kematian tapi hidup.

membicarakan energi ini, ya sederhananya membicarakan jiwa toh?

sehingga apa sih yang di butuhkan oleh jiwa-jiwa yang lapar, dahaga, karena hidup saat ini seperti berjalan di padang gersang? semua yang fisik menstimulus jiwa tuk menuju ke kematiannya. pembunuhan karakter sendiri adalah bentuk dari pembunuhan jiwa. bahkan pembodohan juga pembunuhan jiwa loh. apalagi intimdasi, manipulasi dsbnya, itu jelas berpontensi aktif sng pembunuhan jiwa.

nah, apa sih yang dibutuhkan di kegersangan batin demikian?

seperti di tulisan saya : Ketika Cahaya Meredup, yang dibutuhkan ya makanan untuk jiwa itu bisa hidup kembali. seperti fisik butuh asupan 4 sehat 5 sempurna, begitu pula dengan jiwa.
jiwa membutuhkan makanannya kembali berupa cinta –kasih sayang– dan ilmu.

membasuh jiwa dan memberi keterangan tentang bagaimana seharusnya hidup itu. hangat dan terasa mencerahkan.

sampai di sini semoga bisa di terima…

lalu….
sebagaimana yang pernah di ramalkan oleh Muhammad saw, tentang kehadiran Iman Mahdi, kebangkitan Isa yang membenarkan Muhammad dan melawan Dajjal. dan sebagaimana yang sering terjadi, banyak pihak yang mengaku-ngaku mengalami pencerahan dan mengaku sebagai Iman Mahdi. maka kalau boleh di maknai secara substansial, walau tentu secara realitasnya tetap ada, mari kita lihat apa sih maksud dari ramalan itu…

tapi…. bersambung! 😛

hehehe, maaf, mau makan mie ayam dulu nih
nanti di lanjut lagi tulisan ini:D
hepi wiken yaa…

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “spirit itu (1)”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

ya sudah saya makan bika ambon dulu.
sebelum baca tulisan ini ada tamu.
ngabisin dulu sisa suguhan dari tamu.
tamunya dari malaysia, tapi ngajak bisnis
bukan imam mahdi…

@kang trend
@mbakdarnia
sudah saya teruskan tulisannya, semoga bermanfaat ya.. walau jauh dari harapan.. hehehe 🙂

@rozan
hehehe, salam kenal mas rozan.
makasih yaa.. saya suka bisa bersama mas rozan di sini.. 🙂

Mbaaaa, lanjut tulisannya yaa 😀

Saya juga nonton liputan soal kasus Lia Eden (kata sepupu saya kalo huruf “e” di diganti “a” kayaknya lebih pas) di Metro Realita kemaren…

bulan lalu saya jalan2
ngintip para blogger yang gentayangan di alam maya.
lalu mau nyoba2 nulis dan bikin blog.
malam ini saya mulai nulis di blog saya yang masih seadanya
dan ini pertama kalinya saya nulis comment di blog.
“muallafmenggugat”. “islam indie”.
rupanya menarik saya untuk menulis comment di sini.
renungannya mangingatkan saya pada ahmad wahib,
pribadi yang gelisah (kegelisan intelektual tentunya),
yang selalu mencari dan bertanya.
sampai2 dia bergumam, kira2 bunyinya:
“ya Allah, jika kegelisahan ini
lebih mendekatkan aku kepadaMu.
benamkanlah aku dalam kegelisahan”
islam indie? mengangatkan saya pada music indie. yang yang tampil dengan jadi dirinya,
terlepas dari kemapanan yang mengikat
dan kadang memaksa.
atau socrates yang menempatkan dirinya sebagai
lalat yang suka mengusik gajah,
dengan bertanya dan bertanya.
tapi saya kira bukan binatang jalangnya
khairil anwar yang terluka, lalu meradang, hehehe.
lebih pas pada ungkapan muchtar lubis,
menjadi srigala yang berani mengaum sendirian,
tidak dalam gerombolan kawannya.
sangat eksistesialis memang.

hmmm kok saya malah jadi ngelantur.
saya sekedar numpang lewat. dan ikutan nimbrung.
mumpung mbak anis lagi rehat, nyantap mei ayam.
salam kenal mbak anis, dan selamat bertanya dan mencari.
wassalam

What ! bersambung ? mie ayam ?
baru kali ini saya sebel sama tulisan sampeyan… 🙂

@mas datyo
jangan sebal dong mas… ntar saya kirim deh mie ayamnya.. 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: