spirit itu : day the earth stood still (tamat)

Posted on Desember 22, 2008. Filed under: islam indie |

(halah, panjang juga yaa…)

sebelum bosan, saya mau tegaskan lagi kalau tulisan seputar spirit ini hanya seperti sebuah pendekatan. sebuah gagasan dan bukan kemutlakan. jadi saya tidak minta dibenarkan, kecuali bahwa saya jadi lebih memahami keadaan saja.. hehehe.

lanjut ya..

kemarin di liputan tivi itu, di katakan lia eden menyuruh dibubarkan saja semua agama. maka lagi-lagi dia berurusan dengan hukum negara ini.
hmm, saya mengerti jika ada spirit yang menyatakan demikian dalam dirinya. sejujurnya, saya pribadi mengakui adanya banyak praktek agama –di bahkan banyak agama– yang hanya menyoal seputar simbol dan jauh dari membawakan misi damai agama itu sendiri.. masing-masing pihak akhirnya terbawa arogansi simbolnya sendiri-sendiri.

atau ketika lia eden menyatukan semua ritual agama. jujur, kalau spiritnya sudah sampai, memang buat apa lagi sih ribut soal beda agama? tapi menyatukannya? hehehe, sulit juga ya di terima. padahal kalau saya pribadi sih lebih suka mari berdamai, menghormati, menghargai dan bertoleransi pada ekspresi yang berbeda-beda itu.. sekiranya jika itu bisa di pahami sebagai jalan menuju rasa keesaan tuhan, dan bukan tuhan itu sendiri.. kalau bisa…

atau ketika lia eden itu mengatakan bahwa BSY dan Kalla itu tak layak jadi pemimpin lagi. hehehe… jujur, itu juga iya. lah, keadaan bener-bener memprihatinkan loh negara kita saat ini, kalau saja benar-benar disadari.. banyak wacana soal ini sudah di lemparkan oleh para pakar. sehingga ga cukup disadari, tapi harus juga diakui.. jangan melulu sadar tapi ingkar.. bukan malah ci bolak-balik dg pencitraan yang ada..

nah, persoalannya, kadang analisa pakar tak cukup jujur. tahu kebobrokan, menawarkan solusi dan pemikiran tapi berharap kelak bisa di angkat jadi menteri atau staf ahli, misalnya. ya sudah deh.. jauh dari harapan akan perbaikan yg sungguh-sungguh.

sama aja dg lia eden, mendapat vision, menyadari keadaan tapi ingin dianggap sebagai kebenaran mutlak, ya sulit… alih-alih menolong keadaan malah jadinya merugikan kelompok dan dirinya sendiri..

seorang paranormal mendapat vision, bisa membaca keadaan, tapi ingin kekayaan maka banyak yang menjual visionnya. menjadi penjamin dan jimat bagi semua yang membutuhkan kepastian..

fenomena spt lia eden ini sesungguhnya banyak terjadi. di beberapa kalangan terbatas yang belum tenar, sampai yang bener-bener spt lia eden, vulgar dan tertangkap hukum negara ini.

maka benar kata pak Jalaluddin di sebuah tulisannya yang di kutip oleh mas Budi dulu, ttg soul snacther. perampok jiwa. alih-alih membawa pada pencerahan malah membawa jiwa yang letih pada penjara jiwa yang berikutnya.

jadi pastikan, saya sangat mengkhawatirkan fenomena seperti lia eden ini. walau saya berharap pada banyak pihak, yang jika berkompeten tuk mengatasi hal ini, bisa membantu dan mengarahkannya. jangan melulu bisanya menyesatkan. ibu lia eden juga manusia seperti kita juga.

entah bagaimana jika hal itu juga terjadi pada kita? cukup kuatkah kita menanggungnya?

saya bisa merasakan berat dari hitam bergelayut di lingkar matanya. bisa merasakan begitu terkurasnya energi beliau mengalami semua itu. ingin rasanya meringankannya dan membantunya mencapai kedamaian yang indah dan karya sesuai kapasitasnya.

selebihnya di kejujuran jiwa sesungguhnya kita bisa menemukan pencerahan terhadap keadaan kita yang serba gelap dan gulita ini, pekat dan menyesakkan dada. secara personal maupun secara di kehidupan bersama.. atas nama agama, maupun atas nama aktivitas lainnya.

tauhid sejujurnya hanyalah pelajaran tentang kejujuran akan keesaan tuhan. dalam banyak ritual atau tidak, jiwa ini lebih membutuhkan kesadaran akan siapa dirinya dan tuhannya.. sehingga apapun yang dialaminya, bisa diolah dan diekspresikan dengan baik. cermin jiwa yang sehat dan semangat perbaikan yang lekat.

maka saling berbagi dan saling menginspirasi sesungguhnya mengecilkan kemungkinan merasa diri benar sendiri.

saya pribadi merasa bersyukur dengan semakin merasakan energi yang positif ini ada di mana-mana. dalam jatuh bangunnya energi ini melawan begitu kuatnya negatif yang ada, saya berdoa… semoga tak letih dan tetap jernih, demi masa depan dan cita-cita yang lebih baik.

selamat berkarya dalam kapasitas masing-masing… selamat menjadi pencerahan di seluruh aspek kehidupan..

selebihnya, rahasiakan kapasitas spiritual anda, biarkan dia menjelma menjadi karya dan bermanfaat bagi orang banyak.. šŸ˜€

huahh, semoga ini cara mengakhiri sebuah tulisan yang baik yaa..
kalau nulis kepanjangan saya suka bingung bagaimana mengakhirinya.. hihihi šŸ˜›

.

oya, sabtu malam minggu kemarin saya nonton film Day the Earth Stood Still. pemainnya Keanu Reeves.

saya tidak merekomendasikannya ya, tapi sejujurnya ini film tentang kiamat sudah dekat dalam tafsir Amerika saat ini.

ttg seorang messenger dari universe yang meminjam gen manusia agar bisa datang ke bumi dalam bentuk yang layak dan melihat keadaan bumi. messenger ini ga hanya dirinya seorang. sebelumnya telah banyak para messenger dari universe dihadirkan, tuk memperingatkan manusia agar tidak merusak bumi. menjadi tafsir bebas atas ayat ketika malaikat protes bahwa manusia memang akan merusak di muka bumi.

ga sampai di situ, the last messenger ini juga bertugas untuk melakukan misi penyelamatan bumi dari perusaknya yakni manusia. bayangkan, menyelamatkan bumi dari manusia, bukan menyelamatkan manusia..

maka ada adegan ketika para spesies tertentu berupa hewan2 yang di selamatkan ke dalam bola2 universe. menjadi tafsir bebas ketika perahu nuh berusaha menyelamatkan hewan-hewan dari air bah. lah ini menyelamatkan mereka dari sejenis serangga yang menghancurkan besi2 dan teknologi, menjadi takfsir tuk kehancuran peradabannya tersendiri.

selebihnya agak norak. ketika messenger ini di hadirkan dalam bentuk aliens dalam logika penuh teknologi ala amerika hari ini. juga serangga yang di hadirkan dalam sosok “tuhan”nya holywood. ini jokes amerika deh. saya ketawa-ketawa nontonnya. šŸ˜€

dan pesannya sih satu, back to nature. hargai kehidupan, jangan melulu membuat kerusakan di muka bumi.
dan satu deh alasan yang akhirnya membuat the last messenger itu menghentikan proses penghancuran bumi.. apa itu?

ada dehhhhh… šŸ˜›

hehehe, seperti juga yang banyak ada di kitab suci kok. butuh spiritual yang dalam nonton film itu tuk menembus ke-norak-an amerikanya.. hihihi… šŸ˜€

manusia bisa kok berubah menjadi baik. inget dan yakini itu.. walau agak-agak menunggu ketika keadaan sudah di tepi jurang. last minute deh..
itu pula yang membuat spirit itu terus ada. terus menyeimbangkan dirinya… demi kekal itu sendiri

dan film itu membuat saya merasa, sebetulnya kesadaran dan pencerahan itu ada di mana-mana. ga cuma di indonesia.. kemudian di bahasakan dalam bahasa dan logikanya sendiri-sendiri, sesuai keadaannya. sangat kontekstual..
kalau saja kita mau saling berbagi, saling menginspirasi, saling memahami.. dan bersama memperbaiki..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “spirit itu : day the earth stood still (tamat)”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

inilah mungkin makna Tuhan menyebutkan, setiap umat punya kiblatnya sendiri. tetapi ketika semua fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. berlomba-lomba untuk saling mencerahkan. maka kita semua akan dikumpulkan oleh Tuhan.

tentu saja, yang saling memadamkan cahaya, maka tidak termasuk dalam definisi di atas. walaupun dia tengah memegang cahaya yang cukup baik. tetapi ketika dia memadamkan cahaya yang masih buruk. si pemilik cahaya yang dipadamkan ini juga berusaha memadamkan cahaya dia.

tapi bayangkan, ketika setiap pemilik cahaya saling menghargai setiap cahaya yang ada. saling menjaga agar cahaya itu aman dan membesar. maka sekali lagi bayangkan, kita berkumpul di sebuah padang cahaya karena masing2 dari kita dengan kutub yang berbeda-beda, semua membawa pencerahan. semua membawa cahaya.

ketika cahaya itu dikumpulkan bersama-sama, maka kegelapan yang gulita itu lambat laun berkurang. masa depan yang gelap itu semakin nampak. rabb yang semula tidak bisa kita lihat, sedikit demi sedikit muncul atas cahaya yang kita sinergikan.

rasanya sebesar itulah cita rasa Tuhan. kebesaran-Nya tidak bisa di lihat oleh sekelompok cahaya saja. atau seorang cahaya saja. tapi dari sinergi seluruh potensi yang ada. dari segenap penciptaan-Nya yang pernah ada, tanpa terkecuali.

@kang trend
makasih…

@bang syahrul
aduh, maaf bang..
saya ga mengangkat tema hari ibu secara khusus, tapi ada di kutipan tulisan Pelacur
tapi ga papa kok, bang. makasih ya…
semoga di baca oleh seluruh ibu…

SELAMAT HARI IBU

Kata paling indah yang terucap oleh bibir manusia adalah IBU, dan panggilan yang paling indah adalah IBUKU.
(Kahlil Gibran)

sorry mbak Anis komentarnya gak sesuai topik, habis kucari2 ga ada yang pas akhirnya kupilih di tulisan trakhir aja.

hmm..jadi pengen nonton film itu..

@ngelanturboy
kalau dah nonton komen di sini yaa… di tunggu.. šŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: