rusun

Posted on Desember 23, 2008. Filed under: islam indie |

(sudahi sejenak soal spiritual, mari kembali membumi.. halahhh… harusnya ini terintegrasi, bukan terpisah..)

saya sering melewati jalan itu. jalan yang tadinya gelap jika matahari terbenam, karena sisi-sisinya penuh pepohonan. meski di tengah kota, jalan itu relatif minim penerangan.

awalnya saya tidak tahu apa yang ada di balik pagar semak yang tinggi sepanjang jalan itu, sampai suatu ketika di bukalah erea tersebut. ah, ternyata kebon singkong…

dan saat saya lewat bertepatan dengan di bukannya lahan singkong itu, maka banyak anak-anak dan orang-orang tua muda yang berwajah gembira mendapatkan jatah singkong dari lahan tersebut. secerah terang akibat pepohonan yang rimbun di tebang dan semak tinggi di bongkar.

tak lama kemudian, kendaraan mesin-mesin berat masuk ke dalam area tersebut. di keruk, di padatkan, di buat kavling-kavling. pinggiran yang sebelumnya semak tinggi berubah menjadi dinding beton. bertuliskan, selamat datang di perumahan XXX.
ah…
lagi-lagi bukaan lahan tuk permukiman..

kemarin di dekat sungai sana, lalu kemarinnya lagi di lahan bambu dekat tepi jurang sana, sebelumnya lagi di daerah ujung kampung itu, sebelumnya di lahan jagung itu, dst-dstnya…

saya sangat mempertanyakan kebijakan menyangkut lahan ini loh..
setiap pertambahan penduduk, jelas akan terjadi peningkatan tuk lahan permukiman. sadari ini ga sih?

solusi rumah susun tuk masyarakat indonesia, yang sudah kah setengah-setengah, juga bukan satu-satunya solusi terbaik. masyarakat indonesia tidak biasa dengan rusun! pola kemasyarakatannya belum di bina ke arah sana.
maka jangankan rusun sederhana, yang memiliki apartemen mewah saja, tetap memiliki sekian rumah yang berlahan luas..

maka buat apa ada rusun?
rusun begitu mungil kadang tetap harus di huni dengan banyak anak, karena kelahiran yang tak terkendali.

saya lebih suka jika masalah kependudukan di tata dengan baik deh.

masalahnya betapa banyak lahan produktif tuk pangan kita malah habis hanya tuk permukiman. lah, nanti kita makan apa? impor? tentu juga penting tuk resapan..
duh, tak tahu berbicara apa deh..

butuh kerjasama banyak pihak yaa..
butuh kesadaran juga..
butuh peruntukkan yang jelas dari lahan yang ada
dan manusia?
ah, seandainya manusia sadar tuk diatur dan mengatur diri, menerima diri sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar di luar sana?

mungkinkah semua ini bisa menjadi tata lebih baik?

saya cuma suka bergetar hatinya melihat begitu banyak lahan menjadi permukiman.. entah mengapa?

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “rusun”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

mba dulu temen2 blogger di bandung pernah mencoba menggalang kekuatan untuk menjaga daerah babakan siliwangi agar tidak dibangun.

@kang trend
saya ikut mendukung gerakan itu kok kang. entah gimana tuh ya up date-nya skr?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: