mari sejajar

Posted on Januari 4, 2009. Filed under: islam indie |

(di lepas ya…)

saya geli melihat banyak orang termasuk para politisi negeri kita mengharapkan statement dari Obama atas serangan Isreal pada Palestina..
hehehehe…

kita ini masih aja butuh idola tuk apa-apa ya? masih lihat sang adi kuasa itu juga.. 😛

dan Obama sebagai negarawan menunjukkan tuk tidak berstatement apa-apa, demi menghindari kebingungan dunia atas sikap luar negeri AS selama masih ada Bush selaku presiden resmi AS.
nah, ini baru bener…

saya setuju sikap diam Obama ini. lah, kita kan sudah ngelihat tuh, gimana kalau SBY bilang A trus Kalla bilang B, jadinya kaya apa? kebayang tuk negara adikuasa kaya AS kalau ada statement beda-beda dari para petingginya? amerika ga bodoh banget kaya gitukan?? hehehe 😀

trus… sebagian politisi kita malah jadi mengecam Obama. meragukan dan berpikir sikap Obama ya sama aja. akan tetap dukung Israel..
halahh…

kontraproduktif banget ya para politisi kita itu?? senengnya rumpiii….

saya sih.. dari awal Obama terpilih, menyadari bahwa interest Obama tuh ga ke perang!

jadi ya jelas, Obama tidak akan banyak statement soal perang. tapi juga harus disadari dong, kalau sebelum ini Amerika hobbi perang, maka ya Obama harus elegan toh merubah imej negaranya. ga semata jadi njelek-njelekin mantan presiden Amerika sebelumnya..

emang Obama kaya mualaf dan murtadin ‘anget’ yang suka njelek-njelekin agama sebelumnya?
hahahaha 😀
plis.. Obama bukan orang bodoh….

satu yang pasti, Obama itu tetap manusia biasa dan Obama itu milik Amerika.
kepedulian Obama pada perdamaian dunia, ya pastinya tidak akan melepas begitu saja kepentingan Amerika selaku bangsa dan negaranya. karena apa artinya Obama tanpa Amerika??

tapi saya optimis pada Obama..
sederhana saja.
dengan ketertarikan dan pont-point utama kepemimpinan Obama pada penyelamatan ekonomi, energi dan lingkungan, akan membawa dunia ya pada kesadaran bahwa untuk penyelamatan dan pembangunan semua itu di butuhkan kedamaian dan stabilitas politik.
kelak, termasuk Palestina di dalamnya…

hidup ini ga harus di lihat seperti di pasar.. serbu rame-rame..
hidup ini memiliki keterkaitan yang luarbiasa. maka… jika ada yang bisa secara konsisten merubah paradigma dunia, maka dunia juga akan berubah secara perlahan dan sinambung…

inget dan liat aja tuh globe deh.
dunia ini guede tenan, jadi ga mudah merubahnya kaya mbalikin tangan. perlu kesadaran perubahan akan apa yang dibutuhkan bersama dengan konsistensi tinggi dan komitmen yang penuh. dan ga ada yang bisa merubahnya sendirian…

pengalaman toh dengan berakhirnya perang dingin, dsbnya… walau belum juga bisa menyeluruh.

dan dunia saat ini memang sudah berjalan menuju perubahan pada upaya penyelamatan ekonomi, energi dan lingkungan.
Palestina aja… –dalam hal ini Hamas– yang masih keu-keuh perang wae..
saya lihat Israel sendiri sudah mengarah ke sana. serangan Israel kali ini sudah ga populis kok. ini bener-bener terakhir deh, mengeluarkan kekesalannya.. atas masih melulu merong-rongnya militan di Palestina itu. Isreal sendiri butuh stabilitas tuk membangun..
hehehehe 😀
ini menurut saya…

maka saya sih lebih suka kalau ga usah deh jihad-jihad ke sana. jangan mati konyol deh. jihad di indonesia aja, bangun nih negeri, jangan rusak kebersamaan dan kebhinnekaan kita yang indah di sini.
sudah akan berakhir kok semua itu. mau Hamas itu ada atau tidak ada, semakin militan atau tidak, yang di butuhkan sesungguhnya adalah stabilitas kondisi di sana..

saya justru berpikir, hati-hati deh Hamas, jangan sampai bola panas justru malah kembali padanya. kalau Hamas masih saja melakukan tindak teror juga pada Israel ke depan, dunia akan meninggalkan simpatinya pada Palestina-Hamas!

kita ini berada di kenyataan global tentang dunia yang semakin “tua”. dunia sudah minta tuk di kembalikan keseimbangannya. atau dunia yang akan dengan sendirinya menghancurkan semua yang ada.. maka menghindari perang itu lebih mudah dari menghindari bencana alam.

dan Amerika di tangan Obama, –saya pikir– Amerika sudah mau berbagi deh. sadar akan keadikuasaan yang tidak lagi pada hegemoni sepihak tapi pada kebersamaan..
dan… yang sadar duluan ya yang leading. dan itu… amerika lagi.
hahahaha… 😀
begitulah kalau jadi negaranya orang pinter.

amerika butuh negara yang berani berdiri sejajar dengannya.

liat aja ketika cina bangkit dengan mandiri. huahhh.. amerika kelabakan. atau inget aja ketika pak Karno dengan berani sejajar dengan Kennedy. menawar dengan cerdas semua kepentingan Amerika. huahhh.. Amerika juga jadi hati-hati toh pada Indonesia…?
hebat ya?! kalau ternyata pak Karno, bapak negara kita itu, adalah orang pinter yang bisa berdiri sejajar dengan amerika.. nah, gimana dengan kita?

see.. Amerika itu ga butuh di puja-puji. apalagi di caci maki. Amerika itu butuh sparing partner yang memadai.. 😉

maka sudahlah..

yukk.. bangkit Indonesia..
mari sejajar sebagai bangsa yang berdaulat..
termasuk tuk Palestina dan Israel ke depan..

mari sama-sama perbaiki dunia kita ini
menjadikannya rahmatan lil alamin
jangan melulu tertinggal di belakang
karena asyik sendiri dengan urusan yang ga penting

e, ini menurut saya yang suka mikir-mikir aja yaa
bukan analisa sekelas para pakar
selebihnya kita lihat aja deh
maaf kalau salah 🙂

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “mari sejajar”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

jadi ingat pertarungan klasik antara kancil dan kura-kura. ketika berlomba kancil juara. tapi ketika diajak bertarung di kolam, giliran kura-kura yang menang.

tapi ketika ada pencerahan dan semangat kebersamaan mereka bisa berpikir untuk saling bersinergi. ketika di darat kura-kura naik kancil. dan ketika di kolam kancil naik kura-kura. akhirnya diperoleh waktu tercepat.

kedewasaan itu harus bisa muncul dari tokoh2 nasional kita untuk menjadi orang yang bisa merangkul semua perbedaan menjadi duduk bersama dalam satu agenda kebaikan.

sebetulnya itulah yang disebut berserah diri (islam). berserah diri artinya mengakui dan mengerti sunatullah. bagaimana ia mengikuti suara universal dan kedamaian dari alam ini. maka ia terus memproduksi suara2 kedamaian nan menyejukkan.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: