kutipan : Ungkap Fakta AS yang Pelihara Islam Radikal

Posted on Januari 5, 2009. Filed under: islam indie |

demi turut mencerdaskan bangsa nih.. kita butuh stimulus tuk terus belajar dan berpikir lebih dalam.. saya baru searching ini dari info di facebook seorang sahabat..

kaya’nya, ini kutipan dari buku yang bagus tuk di baca-baca bagi mereka yang butuh data lengkap dan akurat.

konspirasi memiliki efek domino yang ga selalu bisa diatasi oleh konspirasi itu sendiri. dan itu memang resiko dari berkonspirasi.

dan rasanya kalau baca kutipan di bawah ini, Obama is “on the track” deh. doi dalam banyak kampanyenya berniat tuk perlahan menarik tentaranya dari timur tengah, serta mengurangi aktivitas militer, dan penjualan senjata kan?

seperti saya bilang, Obama sudah siap memainkan peran baru tuk AS ke depan.

hmm..
saya pribadi sih relatif mengikuti kata hati, sebagaimana saya selama ini. saya hanya berharap, kita semua realistis dengan hidup yang sesungguhnya. tak perlu rumit, sederhana saja.. ketulusan tak akan ternodai dengan konspirasi secanggih apapun.

dan saya hanya ingin merespon secara positif segala sesuatunya tuk sama-sama bisa menjalani masa ke depan dengan baik..

yuk bangun negeri ini
jaga kebhinnekaannya, jaga persatuan dan kesatuannya.

agama yang memang di amalkan dengan benar dan damai, ga akan mengkotak-kotakkan kita dan ga akan membawa kita pada konspirasi apapun. mari masuki era yang lebih membutuhkan kecerdasan pikir dan hati kita.. .

selamat menikmati
semoga menginspirasi

***

Ungkap Fakta AS yang Pelihara Islam Radikal
buku karya jurnalis investigasi

BENARKAH pemerintah Amerika Serikat (AS) memerangi kaum fundamentalis Islam lewat gerakan Global War on Terrorism (GWOT)?
Dalam buku Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam, jurnalis investigasi, Robert Dreyfuss, secara blak-blakan menulis, AS-lah yang sengaja memelihara dan melakukan perselingkuhan dengan kelompok Islam fundamentalis untuk melawan musuhnya dalam beberapa dekade terakhir ini.

“Saya menulis buku Devil’s Game untuk mengisi bidang ruang yang kosong tentang politik Islam dan kebijakan AS sejak 11 September 2001,” kata Dreyfuss, jurnalis investigasi lepas dari sejumlah media seperti The Nation, Rolling Stone, Mother Jones, dan The American Prospect.

Satu mata kait penting dalam buku ini adalah hampir setengah abad, AS dan aliansinya yang disebut Islamic Right (Islam kanan) bahu membahu dan menjadi kawan setia dalam masa Perang Dingin.
Namun, sejak tragedi WTC, AS menyatakan perang terhadap kawan-kawan seperjuangannya dulu.

Tapi, kata Dreyfuss, jangan salah sangka. AS tidak pernah secara nyata memerangi kaum fundamentalis tersebut.
Ini bisa terlihat bagaimana AS kini mendukung kaum garis keras untuk menentang pemerintahan Saddam Husein dan kaum fundamentalis Syiah yang dimotori ayatullah di Iran.

Buku ini juga menceritakan bagaimana pemerintah negara-negara Barat menumbuhkan gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun untuk melawan pemimpin nasional Arab asal Mesir, Gamal Abdul Nasser, yang saat itu pro-Uni Soviet.
Semuanya dilakukan tanpa terlihat bahwa AS merupakan pendukung utama.

Salah satu bentuk gerakan dari Al-Ikhwan al-Muslimun adalah menjatuhkan Nasser dengan melakukan serangkaian teror di Mesir saat itu.

Wawancara CIA
Seluruh data didapatkan Dreyfuss dengan melakukan serangkaian wawancara staf dari Departemen Luar Negeri AS, Central Intelligence Agency (CIA), militer AS, dan sektor privat yang ikut serta dalam sejumlah kejadian tersebut.

Perselingkuhan lain yang didiskusikan Dreyfuss dalam buku ini adalah bagaimana Barat menggunakan Islam radikal untuk menghantam gerakan Komunis di Timur Tengah dan bahkan di seluruh dunia Islam.
Sebuah hasil pendataan komprehensif adalah pemerintah negara- negara Barat mempersiapkan pejuang Mujahidin dan Islam Jihad yang mereka latih dan kemudian dikirim ke Afganistan untuk melawan pengaruh Uni Soviet di negara itu.

AS secara kontinyu dan dukungan info CIA, bersama sejumlah pejuang Jihad Islam berhasil mengalahkan tentara Soviet di Afganistan.
CIA juga secara diam-diam mendukung gerakan perjuangan Islam untuk menghapuskan pengaruh dari Uni Soviet dengan menjadikannya sebagai gerakan antikomunis dalam perang di masa itu.

Konsekuensi buruk atas program CIA sepanjang masa itu adalah gerakan separatis Islam Chechen yang terus menimbulkan konflik dan membuat konflik internal di Rusia terus-menerus sekarang ini.
Mengenai isu tentang makin meningkatnya Islam sayap kanan, Dreyfuss memiliki jawaban menghadang pertumbuhan gerakan tersebut.
“Pertama, AS harus punya jalan untuk menghilangkan keluhan itu karena ada banyak kaum Muslim yang mencari sebuah organisasi seperti Al-Ikhwan al-Muslimun,” ungkap lulusan Columbia University, AS, ini.

Cara terbaik yang harusnya segera dilakukan AS adalah dengan bergabung bersama PBB, Uni Eropa, dan Rusia untuk segera menghentikan konflik Israel Palestina dan memastikan kemerdekaan baik secara geografi dan ekonomi untuk warga Palestina.

Israel harus mengembalikan batas-batas yang direbutnya tahun 1967.
Tidak hanya itu. Dreyfuss memberikan saran untuk memutus perkembangan gerakan Islam kanan yang kini terlihat mulai tumbuh sebagai respon dari makin tidak adilnya Barat menerapkan kebijakan atas perkembangan politik Islam.

“Seharusnya, AS segera meninggalkan gaya imprealisme yang mereka terapkan di Timur Tengah,” katanya.
Ini berarti AS harus segera menarik tentaranya dari Afganistan, Irak lalu membongkar seluruh basis militernya di Teluk Persia dan fasilitas militer di Arab Saudi serta mengurangi aktivitas angkatan laut AS, misi latihan militer, dan penjualan senjata.

Respon Blunder
Buku Devil’s Game juga mendokumentasikan secara hati-hati dan lengkap tentang dukungan dari Inggris untuk perkembangan dari Al-Ikhwan al-Muslimun namun AS memberikan respon blunder dan pada akhirnya meninggalkan kondisi yang disebut Clash of Civilizations.

Dalam satu dekade terakhir, sebagai wartawan investigasi, Dreyfuss telah menulis di Rolling Stone dan juga majalah keamanan nasional, National Affairs.

Ia juga bertindak sebagai koresponden senior untuk majalah politik bulanan, The American Prospect.
Dreyfuss pun sering muncul dalam sejumlah acara di radio dan TV antara lain C-Span, CNBC, MSNBC, Court TV serta acara radio publik nasional, The Diane Rehm Show dan Public Interest with Kojo Nnamdi.
Dreyfuss saat ini adalah anggota dari American Society of Journalists and Authors (ASJA) dan Investigative Reporters and Editors (IRE).

tentang buku
* Judul: Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam
* Penulis: Robert Dreyfuss
* Tebal: 400 halaman
* Penerbit: Henry Holt and Co (Metropolitan Books)
tentang penulis
* Jurnalis investigasi, bekerja untuk media The Nation, Rolling Stone, Mother Jones, The American Prospect, dan TomPaine.com
* Bukunya antara lain Hostage to Khomeini, Devil’s Game: How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam (widyabuana)

.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “kutipan : Ungkap Fakta AS yang Pelihara Islam Radikal”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

semua konspirasi, apapun itu, tetap dalam rencana Tuhan. soal rencana Tuhan, kita akan yakin tidak ada yang salah.

kebingungan yang ada akibat adanya pihak2 yang berkonspirasi terjawab dengan tulisan mba anis.
‘ketulusan tak akan ternodai dengan konspirasi secanggih apapun.’

saya yakin, pemilik konspirasi di atas konspirasi adalah Tuhan. Puncaknya konspirasi ada dalam rencana Tuhan. berupa rencana kebaikan untuk alam semesta ini.

maka ketika kita berada dalam rel kebaikan. memegang teguh Tuhan. maka kita berada dalam puncak konspirasi itu. konspirasi Tuhan untuk mengatur alam semesta ini.

selamat berkonspirasi bersama Tuhan.
buka begitu mba?

@kang trend
konspirasi tuhan?
saya kadang merasa tuhan tidak sedang ngajari apa-apa selain sebab akibat.. aksi reaksi..
baik kau buat, baik hasilnya.. jelek kau buat, jelek pula hasilnya..
di antaranya adalah sabar dan selebihnya adalah tawakal…

saya menulis konspirasi itu sebagai ‘konspirasi’. Tuhan kan sudah maha hebat.

kalau konspirasi manusia pasti baru dibuat, dijalankan, ada masalah, dievaluasi, direvisi, disesuaikan, pokoknya tidak ajeg dan bisa saja lemah dalam pronsipnya.

tapi Tuhan memiliki ‘konspirasi’ yang absolute. yang tujuannya menjebak manusia selalu menjadi baik. ada yang terjebak dengan sukses. namun ada juga yang tidak terjebak.

‘konspirasi’ itu sudah tersusun bersama dalam penciptaan alam semesta. kemudian dikenal dengan sebab akibat.. aksi reaksi.. baik kau buat, baik hasilnya.. jelek kau buat, jelek pula hasilnya..

jadi kalau di dunia ada yang membuat konspirasi juga, maka ketika konspirasi ini bertentangan dengan ‘konspirasi’-Nya maka tetap akan menjadi lemah dan kalah.

sehingga, intinya, sebetulnya, seperti yang dikatakan mba anis, kita tidak perlu takut dengan konspirasi itu. ketika kita selalu berusaha menuju Tuhan kita. sehingga ketika ada konspirasi manusia yang membelokkan kita, maka kita akan selalu menemukan jalan tembus kembali ke jalan-Nya yang lurus.

saya banyak mendapat pelajaran dan hikmah dari pengalaman mba anis soal itu. begitu mba?

Saya malah gak yakin kalo semua itu masalah agama. Tapi ekonomi…agama
diputar balik demi kepentingan ekonomi.

Amerika kalo merasa islam menguntungkan ya dia rangkul, kalo sudah mulai merugikan
ya dia lepas, kalo perlu dimusuhin.

Tapi saya sudah capek sama yang beginian.
Makanya salut banget dengan bu Anis yang
masih konsisten.
Gak capek buk ? jangan capek ya buk…cukup saya saja.

Jadi blog saya cuma berisi kucing, ikan cupang dan lego…

@mas datyo
wah, itu sih mas cape kerja aja kali. yuk kita main lego… kalau kucing, saya ga mau.. hiii, geli…πŸ˜›

cerita ya mas.. seorang kyai pernah minta agar kalau soal negara, saya jangan letih. waktu itu saya bingung, emang apa yang bisa saya lakukan tuk negara? urusan pribadi saja, saya masih suka bingung sendiri. lalu secara saya nih ya apa buat negara?? ga ada apa-apanya. ya ga?? walhasil, saya mikirrrrr… apaan sih maksudnya?

akhirnya ya saya sadari, saya menulis-nulis semua ini juga tuk negara. saya, mas datyo dan semua di sini, juga adalah bagian dari negara indonesia. ketika mas berbagi ikan cupang, lego dan… kucing, itu juga bagian dari urusan kita bernegara. kebahagiaan dan kebersamaan keluarga spt keluarga mas adalah contoh dari salah satu pilar negara.

berbaginya kita dan kemampuan kita menembus banyak perbedaan di sini, baik dalam berpendapat dan berekspresi juga bagian dari kita bernegara. maka di katakan kemajuan dunia literasi adalah salah satu cermin demokrasi suatu negeri…

tuhan ada di hal-hal kecil. bernegara juga berawal dari hal-hal kecil. agar ketika menyoal yg besar, kita tak melupakan dan semoga sudah menyelesaikan hal yg kecil.. sedikit demi sedikit, menjadi bukit. makin besar makin bijak, dalam apapun peran kita. mungkin itu yg di maksud dg “masuk surga”.. mensederhanakan diri, damai dan baik-baik aja. kalau saja semua bisa, indonesia jadi berasa surga deh..πŸ˜€

kenapa harus jangan letih? karena sekarang lebih banyak yg berkumpul dan berserikat hanya tuk melulu saling menjatuhkan, curiga dan pencipta musuh. cape deh… bernegara jadi saling menghancurkan sodara sendiri, ga maju-maju…
gitu ga sih mas?

Kalo semua konspirasi manusia kita serahkan pada konpirasi Tuhan…Bisa nggak yah manusia bersabar tanpa merubah konspirasi manusia menjadi konspirasi Tuhan ? Salut buat yang tidak bersabar !!!

@kang aom
jika di setiap diri manusia, sifat keilahiannya yang lebih dominan.. atau bahasa lainnya, “ada tuhan di hatinya”, saya optimis semua bentuk hidup yang di tawarkan –termasuk konspirasi di dalamnya– tentu demi kebaikan juga.. saya percaya…

Semoga kita selalu berada dalam lindunganNya di jauhkan dari pengadu domba,,,,dan jauh dari orang2 zalim…

Lagi baca…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: