parodi buah apel

Posted on Januari 9, 2009. Filed under: islam indie |

200803110029_apel2(refreshing deh… jangan marah yaa…๐Ÿ˜› )

hawa masih kecil,
ketika buah apel itu ranum di pohonnya

ular berdesis, membuat hawa menengok ke arahnya
ular berbisik, siss..siss..siss
hawa bingung mendengarnya
dan lama-lama bosen sendiri

menatap langit-langit siang yang cerah
buah merah bergantung di rimbun daun
hawa ingin mencicipinya
obat segar di terik matahari

hawa berdiri dan melompat..
ingin sekali tangannya sampai ke buah merah itu
lompat dan lompat lagi
duh, tak juga teraih

lelaki kecil di sudut sana mengambil ketapelnya
sebuah batu kecil di lontarkannya
dug!.. tepat kena dan buah merah jatuh ke tanah
hawa mengambil buah itu dan menatap kearahnya

lelaki kecil itu tersenyum
menggangguk perlahan

maka dengan senyum merekah
hawa menggigit buah apelnya
segarnya luar biasa
manisnya pas dan renyah

hawa menoleh ke lelaki kecil itu
dari jauh menyodorkan apel sisa gigitannya
jika saja lelaki kecil itu mau turut mencicipi
hawa tersenyum menawari

lelaki kecil kembali tersenyum
menggangguk lagi dari jauh

hawa pun duduk tuk kembali makan buah apelnya
tiba-tiba batu kecil ketapel melontarkan apel itu dari tangannya
hawa kaget berusaha menggambil apelnya
lelaki kecil itu tiba-tiba sudah di depannya
berdiri dengan sombongnya
dan berteriak ke arahnya

kau makan buah terlarang!
itu milik ayahku!
kau tak turuti perintahnya!
kau sumber segala derita!

ular berdesis-desis..
melingkar-lingkar naik ke atas pohon
menikmati sisa adegan
yang tak pernah di pahami

musim berganti daun berguguran
di kaki pohon masih tersisa merah
dan sisa apel segigitan kecil yang mengering
lalu sebuah bayang-bayang…

hawa kecil yang melompat-lompat
hup..
hup..
hup..
seandainya ada saksi
tak sekedar desis ular
tentang tangan yang tak bisa meraih sendiri
tentu tragedi itu tak pernah terjadi….

.

mungkin begitu jika kitab boleh ditafsirkan oleh seorang wanita
hahahahahaha
๐Ÿ˜€

parodi buah apel
parodi abadi
parodi tragedi
bahkan hingga hari ini

.

untuk wanita-wanita perkasa
yang menjadi tenaga kerja nun jauh di luar sana

untuk wanita-wanita mulia
yang menjadi tulang punggung hidup dan keluarganya

untuk wanita-wanita penuh cinta
yang menjadi ibu demi anak-anaknya

untuk wanita-wanita setia
yang menjadi kekasih hati suaminya

untuk wanita-wanita ceria
yang rajin dan tekun mencapai cita cintanya

untuk semua wanita

semoga Allah senantiasa melindungi
dan mengabulkan semua perjuangan ini
dalam apapun kenyataan yang diberi

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

11 Tanggapan to “parodi buah apel”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

I’m speechless.. So far so good…

Salam dangdut… (lho?!)

@angga erlangga
makasih..

@ara
hidup kesetaraan…๐Ÿ™‚

@mas dana
demi tak beneran jadi ironi, karena cerita ini juga karya seorang hawa, maka sebut saja kisah ini parodi di sejenak melihat sisi lain dari dunia penuh dominasi laki-laki..
duh, hawa memang baik hati yaa??? hahahahaha *maksa mode on*

๐Ÿ™‚ hup..hup..
lalu si kecil pun berdiri, tumbuh dewasa dan berhasil melewati semuanya. Alhamdulillah.

Maha Suci Engkau ya Allah, tiada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan pada kami.

Betapa sempurnanya segala yang Engkau ciptakan.

*Dibalik lelaki dewasa, pastilah ada perempuan perkasa yang siap sedia untuk berdiri setara*

Bukannya ironi nih?

dunia ini panggung sandiwara…
semuanya kita mainkan…
ada peran watak dan ada peran berpura2..
semuanya untuk dipikirkan…
agar hidup tidak sia-sia.

*jd ingat lagu ahmad albar* ^^

soal wanita saya terpesona dengan penghargaan Muhammad saw kepada kaum hawa. beliau menjalankan komitmen hanya hidup bersama Khadijah ditengah budaya yang membolehkan menikahi banyak perempuan.

dan cinta Muhammad saw kepada Khadiah tidak pernah padam sampai kapanpun. izinkan aku belajar dan mampu meniru penghormatan seperti itu. untuk menunjukkan sebuah cinta sejati dari Tuhan. untuk memuliakan kaum hawa. dengan pemuliaan yang berarti dan bermakna.

untuk selebihnya, Tuhan yang maha menentukan. bukan kewenangan hati ini.

sudut pandang lain tentang ‘dosa asal’ rupanya ^-^ menarik! mungkinkah kalo seandenya tangan hawa nyampe, akankah hanya ia yg “dibuang” dari sorga?๐Ÿ™„ *wondering*

@lumiere
hmm, kadang saya pikir ini bukan soal buang membuang, ini soal “dominasi”…. hihihi๐Ÿ˜›

dominasi? errr๐Ÿ™„
iya yah๐Ÿ˜€ masuk akal juga,
berarti…
*lirik “tamu2″nya mbak di atas*
*gak jadi ngelanjutin*

@lumiere
yeee.. tenang aja. di sini mimbar bebas kok..
ayoo.. berbagi tuk saling menginspirasi..

e, tapi ada yg menulis sesuatu, yang bikin saya malu sudah menulis parodi ini. ntar saya posting khusus tuk lumiere yaa…

@ atas
ho oh deh๐Ÿ˜‰ ditunggu…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: