tentang akhir perang

Posted on Januari 10, 2009. Filed under: islam indie |

field-soil-sky1(dibagi yaa… saya tiba-tiba teringat…)

saya pernah nyambi menjadi guru ekskul seni rupa di TK-SD Salman al Farisi Bandung –sekitar tahun 1995 deh. mengisi hanya di hari sabtu, tuk hari khusus ekstrakurikulernya saja. kelompok seni rupa terdiri dari anak kelas TK sampai 5 SD.

seperti biasa, saya akan membacakan sebuah buku cerita pada anak-anak. mereka akan menggelilingi saya, dengan sebuah buku cerita bergambar…

duh, suara saya yang segini, harus bersaing dengan riuh rendah suara anak2… maka rasanya berat banget tuk menyelesaikan satu buku cerita bergambar yang sesungguhnya hanya berberapa halaman itu..

setelah cerita selesai… saya akan menutup buku. lalu meminta anak2 itu sejenak memejamkan mata. suasana pun menjadi hening.
lalu…
– ok, sekarang matanya boleh di buka, dan gambarkan ibu sesuatu yang ingin kalian ceritakan pada ibu.. gambarlah sesuatu sesuka hati kalian…

oops… jangan salah. instruksi emang mudah disampaikan.
tapiii… pertanyaan atas instruksi itu yang huahhhh… banyak banget..
– bu guru, aku boleh gambar ini ga?
– bu guru, aku mo gambar yang ininya deh
– bu guru… bla-bla-bla
sampai….
– bu guru, ini pelajaran menggambar atau membaca ya?
halahhh…
– ayo dongg gambarkan sesuatu tuk ibuuuuuu….😦
saya merayu, anak-anakpun mulai sibuk dan tetap saja bertanya..
– bu guru namanya anis ya?
hehehe…😛

nah, sebagian anak-anak akan menggambar seperti cerita di buku itu, tapi dengan sudut yang terekam seadanya dalam ingatan mereka.

seperti jika cerita tentang kereta api, maka ada yang ingat lokomotifnya saja, ada yang ingat relnya saja atau stasiunnya, sampai ada yang ingat…. ibu yang memasukkan baju ke koper tuk di bawa naik kereta atau aku pergi ke laut dan tidak melihat kereta satupun.😀

atau bahkan, anak-anak akan menggambar sesuatu yang ga berhubungan sama sekali dengan cerita di buku yang saya bacakan itu..

dan saya akan geli sendiri melihat bagaimana mereka mempresentasikan gambarnya pada saya…

begitulah, salah satu cara saya mengajari mereka.. tentang bagaimana sebuah gambar bisa mewakili apa yang ingin kita sampaikan..

sampai suatu ketika datang pada saya seorang anak lelaki kecil, usia kelas TK B dengan gambarnya yang …… aneh!
yang ga ada hubungan dengan cerita apapun.

sebuah warna coklat, dan warna biru di atasnya…
dan ga ada apa-apanya, cuma itu..

saya bingung memandang gambarnya maka saya minta dia menceritakan gambarnya itu..
maka gini katanya

– bu, tadinya di sini terjadi perang..
dor dor dor.. brummm… brumm tank baja datang, duarrr… di langit, ngungggggg… pesawat terbang… musuh, dan nginggggggg….. rudal jatuh….. duaaarrrrrrrr!! korban banyak. hancur rumah-rumah. dan pesawat tertembak, brugbrugbrug.. asep gelap, jatuhhhh… drummmmm. di sini hancur, lalu tentara datang lagi dari arah sana, tembakkkk…. trererereretttttt… suiiiiiiing, bomnya di lempar.. booommmmm!!… orang-orang teriak, tolonggg… di tembak, dor-dor-dor-dor.. lempar geranat, srek… boommmmm!!!

…saya ga bisa berkata-kata…

– trus?
– trus.. mati semua bu.
– oh…
– ga ada sisanya
– lalu… kenapa gambarnya hanya coklat dan biru gini?
yang coklat ini tanahnya, bu. semuanya sudah di kuburkan. dan yang biru ini langitnya. semua sudah tenang kembali..
dia menerangkan dengan antusias dan poloss…
sementara saya… kehabisan kata-kata

wowww….!

dan seperti biasa, anak-anak akan segera lari keluar kelas tuk pulang. maklum sabtu sesudah ekskul adalah jalan-jalan dengan keluarga..

salim dan lari….
.

waktu itu, saya geli dan merasa ajaib dengan anak itu. kok bisa ya dia begitu?? saya sampai menceritakan gambarnya itu kepada banyak teman saya, termasuk menceritakan yang jadi suami saya sekarang.. maklum waktu itu saya belum menikah…

.

hari ini..
malam ini..
saya teringat gambar itu…

hmm….
foto-foto dari berita tentang israel dan palestina yang kini tengah beredar di seluruh media di dunia, mengingatkan saya akan gambar itu…

membuat saya bertanya pada diri saya sendiri..

akankah besok semua akan menjadi seperti gambar itu?
tentang akhir perang dalam benak anak-anak?
tanah coklat tempat semua di kuburkan dan lagit biru cerah karena semua telah kembali tenang?

lalu bayang-bayang ruang kelas di sekolah-sekolah, dengan seorang ibu guru muda duduk membacakan sebuah buku cerita dan dikerumuni anak-anak.

ada yang duduk manis memperhatikan, ada yang malas-malasan, ada yang gelayut di lengan bu guru, ada yang bahkan ikutan menarik-narik buku cerita itu… lalu ada pula, yang asyik sendiri, duduk di samping bu guru tapi rumpi dengan temannya..

bersama tas dan buku gambar yang di letakkan dimana saja
dan crayon berserakkan di meja-meja…
.

tuhan..
seandainya selalu ada hari esok
tanah yang coklat rata
dan langit yang biru tenang
semua simbol sirna
anak-anak kembali ke sekolah
amin…

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “tentang akhir perang”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

masa itu sudah pernah ada.
dan akan berulang suatu saat.
bersiaplah untuk itu.
dimana Tuhan membereskan semua.
membereskan semua kerumitan ini.
kerumitan tindakan.
kerumitan pikiran.
kerumitan ambisi.

dan disederhanakan menjadi cinta.

@kang trend
setelah perang selesai
semua simbol terkuburkan
maka hidup kembali di awali dari…’tiada’😀

di kebeningan anak-anak, tak ada simbol yang mesti di sisakan..

Semoga bu.

@mas dana
ehm, apa mungkin emang semua simbol itu harus hancur ya mas? agar manusia ke depan tak lagi pusing oleh permusuhan abadi itu?

@langit jiwa
emang luarbiasa..
maka saya semalaman sibuk cari gambar yang beneran spt biru dan coklat gitu.. ingin bisa memberikan kesan terdalamnya. banyak keajaiban selama saya jadi guru…🙂

@ayadila
hehehe… demi memberi kesan atas gambar itu, saya jadi ada kemajuan nih…😛

ckckck
hebat sekali anak itu mengambarkan tentang perang
walau dgn dua warna,tapi berbicara sekali lukisan itu
mewakili semuanya.hebat!

yes, akhirnya ada gambar juga ..kemajuan nih bu


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: