aku memilihmu

Posted on Januari 13, 2009. Filed under: islam indie |

sehabis-hujan (untuk pagi yang basah…)

aku masih belia ketika memilihmu
dengan luguku
berjalan kepadamu

kau membuatku bergemuruh
seru memberi warna aku
seperti kutatapi
hatiku jatuh padamu

.

aku masih belia ketika memilihmu
menarik tanganku
ajari bercinta denganmu

kau membuatku peluh
seperti kudapati
rasa seluruh sukmamu
di setiap poriku

.

aku masih beliau ketika memilihmu
dengan pasrahku
rasakan semaumu

kau bahkan menguncangku
seperti ketika kusadari
berdarah sela kakiku
nikmati bersamamu

.

sakitnya kau bawa aku berlari
menemui cahaya di setiap pagi
lupakan semua sensasi dalam sepi
menjadi bak rahasia sanubari

gemuruh
seru
kau warnai aku

luruh
biru
kau peluk aku

bertahun sudah lalu
aku tersipu
selalu mengganggumu

bertahun sudah lalu
kau masih di situ
selalu inginkanku

.

tuhan
aku masih belia ketika memilihmu
belajar tumbuh bersamamu
dalam seribu kumpulan tanyaku

menghabiskan banyak waktu
tertawa menangis bersamamu
dalam banyak hal yang tak selalu kutahu

maka,
apa yang ingin kau dongengkan untukku
agar aku tenang dalam lelapku?
jangan beranjak sampai pejamku utuh
jangan pergi sampai aku setuju

.

tuhan
aku memilihmu
bahkan dari semua hidup itu

.

cium keningku setiap pagi
temui kau kupatri
di kesadaran ini

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “aku memilihmu”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

kuharap cinta akan selalu bertumbuh

mba anis bukan memilih
tapi menemukan.

setelah berkeliling di lorong2 bawah tanah. akhirnya, mba anis menemukan sebuah tangga yang diatasnya ada pintu. kemudian terbuka dan keluarlah mba anis dari lorong itu. dan sekarang berada di padang yang luas.

dan sekarang di padang yang luas ini mba anis bisa membicarakan lorong yang dulu pernah dialami oleh mba anis cukup lama. sehingga masih membekas pengalaman di lorong itu.
*lorong itu bukan dimaksudkan agama tertentu lho mba*
tapi sebuah pemikiran yang terkungkung dan terbelenggu sehingga tidak bisa bereksplorasi menemukan rasanya hidup.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: