dinner, deras, dingin

Posted on Januari 15, 2009. Filed under: islam indie |

rainyzn7 (masih soal ultah…)

kemarin malam, sepulang kantor, suami laper dan mengajak makan keluar. sebetulnya saya sudah cape dan seru ingin cerita pengalaman naik KRL di siang harinya. suami ga maksa sih, tapi karena anak-anak sudah denger mau makan di luar, ya sudah ga bisa ga, harus keluar juga…
padahal hujan malah membesar..

dinner hujan-hujan nih?

karena hujan sangat deras dan saya sudah kecapean, kita cuma memilih makan di area jajanan warung tenda aja. masih di kompleks kami juga, tapi beda cluster, agak jauh. suami pengen nyobain sop betawi cabang roxi – jakarta yang baru buka di sana..

sebagai istri ya ikut aja deh.
parkir tepat di samping warung, di bawah hujan deras, eee… anak-anak ga mau turun. mau nyante di mobil aja. duh, karena pada dasarnya mereka sudah pada makan malam..

walhasil ya saya dan suami dinner berdua di warung itu.
dan kebayang deh, di sana-sini kita berada di kepungan air. di lantainya deras mengalir air. di tendanya sendiri, para karyawan warung itu sibuk menurunkan air yang tergenang di atas tenda.
byuuurrrr!!!

sudah masuk ke sana, kasian kalau keluar lagi..
maka ya sudah ah, pesen aja. duduklah kami –dan hanya kami– di antara kesibukan penjual sop betawi itu mengatasi banjir dan hujan deras.

sop mengepul di antara hujan deras..
sedikit-sedikit terdengar byuuurrr!! byuurrr!!
air genangan di atas tenda ditumpahkan…

dan saya pun akhirnya ikutan pesan sop betawinya, karena lihat suami saya kok enak banget makannya. tadinya saya hanya niat menemani saja, masih kenyang. tapi karena dingin, mo ikutan juga ahhh..
pesan setengah porsi saja, tanpa nasi…
tuk anget-anget…

dan huahhhhh…
kaki saya dinginnnnnn….
dibawahnya air deras mengalir, basah deh.
cari kursi tuk jejekkan kaki, agar tidak kedinginan terus..

hehehe…
makan malam diantara serbuan air…
dinginnya air terasa sampai ke ulu hati

romantiskah dinnernya?
hahahaha…
kita makan di antara pelayan yang sibuk ngurus banjir dan hujan deras
jadi ya romantis juga.. para penjualnya juga suka cita ada kami, pembeli di derasnya hujan malam itu. sementara suasana sekitar memang jadi relatif sepi karena hujan.

melihat hidup penuh warna..

rasanya setiap suapan sop betawi itu saya persembahkan tuk mereka. yang malam-malam gitu masih sibuk mencari nafkah di antara hujan dan air yang deras mengalir..

rasanya setiap hangat sop betawi yang mengalir ke mulut saya, saya persembahkan tuk semua yang kedinginan malam itu. ingin berbagi kehangatan tuk semua..

walau kepedesannya, yang rasanya hanya se-unyil deh sambel saya masukkan ke dalam kuah sop, tapi lumayan bikin saya ssshaah, sshaah, sshaah
dasar saya yang emang ga kuat makan pedes😦
trus obat pedesnya, saya ya sibuk ngambilin tulang muda yang ada di mangkuk suami saya, hehehehe…

suami saya sudah biasa tuh, kalau saya suka ikutan ambil makanannya… yang ngabisin tulang muda pesenannya, malah saya… sementara pesanan saya. eee… pindah ke dalam mangkuknya..
hihihi 😛

ya begitulah saya..
lagi suka dengan hal-hal yang ga biasa
saya suka melihat-lihat kehidupan
padahal aslinya relatif anak rumahan
betahnya diam dengan buku bacaan
maka, kadang saya jadi agak aneh
dan ga pada tempatnya deh..

saya bersyukur ultah kali ini
terisi dengan banyak hal yang luarbiasa
dan di luar kebiasaan..
hehehe…

.

melihat kehidupan
seperti membaca buku
mengingatNya
dan merasakanNya
maka kadang bagi saya
hidup menjadi bak kitab suciNya

.

buat seluruh sodara-sodara saya yang harus menghadapi banjir di musim penghujan kali ini, saya turut pihatin dan sangat ingin persoalan banjir ini bisa dijawab dengan baik dan tidak harus berulang terjadi.

musibah memang harus dimaknai,
tapi bukan melulu dibiarkan terjadi…
.

saya di sini..
turut merasakan dinginnya
dan sedihnya

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “dinner, deras, dingin”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

selamat ulang tahun. semoga selamat dari banjir yang menghanyutkan dan dari hujan deras yang menyakitkan. salam buat suami dan keluarga.

dari saya dan istriku.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: