sesungguhnya, aku cinta

Posted on Januari 17, 2009. Filed under: islam indie |

water-lily1 (rasa.. rasa.. rasa..)

sesungguhnya, aku cinta
hadir hangat
hadir dekat
hadir pikat

sesungguhnya, aku cinta
aku peluk
aku rajuk
aku takluk

sesungguhnya, aku cinta
tapi kini tiada daya
melihatmu berebut kuasa
dan menganggapku tak ada

sesungguhnya, aku cinta
tapi kini tiada tara
melihatmu berebut harta
dan menganggapku hal biasa

sesungguhnya, aku cinta
tapi kini tiada rasa
melihatmu mencabik semua
dan menganggapku cuma kata

maka aku
menghindarimu
menjauhimu
hanya bisa menatapmu
dari jauh

karena apa yang aku mampu ketika kau tak mau?

tapi sesungguhnya aku cinta
hadir tuk hidup yang nyata
dalam apapun rupanya

tapi sesungguhnya aku cinta
datang tuk memberi rasa
dalam apapun asa yang ada

sesungguhnya, aku cinta
yang tak tahu harus bagaimana
kalah oleh durjana
tersisi oleh petaka
olehmu yang sibuk dengan dunia

tidakkah kau lihat aku adalah cinta?

maka aku belajar hadir
dalam hal kecil hidupmu
maka aku berdiri di titik nadir
dalam kelam kesadaranmu

karena sesungguhnya,
aku cinta

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “sesungguhnya, aku cinta”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

cinta itu katanya buta.
apa harus jd daredevil dulu, baru bisa liat rasanya spt apa?

@azyla
ga segitunya siiiiih….
kita cuma suka ga care aja
terjebak oleh keasyikan sendiri
maka kita –manusia– terkenal dg ungkapan
adanya terasa setelah tiada😛

dan kadang saya pikir, itu wajar
wong katanya tuhan menciptakan juga hanya agar terasa adaNya toh?
ya mungkin memang berhubungan dengan kenyataan kita suka asyik sendiri.. hehehe

selebihnya mungkin masalah beda ekspresi aja kali yaa..😀

dulu kala ada seorang raja yg sering berucap, “I am Jerusalem (lih: Darussalam).”😎

@mas jenang
emang raja siapa mas?
saya ga tahu nih… kasih tahu donggg… berbagi ilmu ke saya deh.
atau mas jenang tuliskan, trus link ke saya yaaa… makasih😀

dari film “Kingdom of Heaven”. di situ raja Jerusalem sering mengucapken kalimat yg saya maksud. sebagian mungkin mengira beliau narsis, tapi mungkin bukan demikian maksudnya. “ingsun sejatine…”😎

*baca post ini setelah ikut kuliah sitijenang*

@ azyla
kan bisa pakai mata batin 8)
pakai perasaan tengku…

bukan begitu suhu jenang? 8)


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: