dingin

Posted on Januari 20, 2009. Filed under: islam indie |

snowing (di lepas yaa…)

saya pernah dioperasi sinus.
alhamdulillah, dua kelahiran anak saya normal sehingga tidak perlu operasi cesar. maka itulah, satu-satunya operasi yang pernah saya jalani, setidaknya hingga saat ini.

setelah melewati serangkaian pemeriksaan, saya di putuskan harus operasi kuras rongga sinus. bahkan, saya dipertemukan dengan dokter anestesi yang kelak akan membantu operasi saya. beliau dengan segar dan semangat menerangkan anestesi apa yang akan diberlakukan pada saya. sesuai kondisi saya saat itu. dari tensi dan tes darah yang ada.. yang bikin saya boleh bertanya ini itu.
hehehe.. lucu juga, semua di persiapkan sepengetahuan dan seizin saya.

saya akan di bius total, selama kurleb 1 jam.

menjelang detik-detik akan operasi, sayapun menjalani prosedur standar tuk memasuki ruang operasi. halahh… seperti mau perang deh.
lalu berpamitan pada suami yang dilarang serta ke dalam ruang operasi.

dan…..

eng, ing, eng….

saya memasuki ruang dengan kursi roda. ruang operasi itu begitu dingginnnnnn…. berrrrlll…
saya pun di suruh berbaring di ranjang operasi itu.

dokter tiba dan menunjukkan wajahnya pada saya. begitupun asisten dokter anestesi yang sudah di jelaskan sebelumnya.
lalu.. sebuah suntikkan entah di bagian mana.. dan tiba-tiba hidung dan mulut saya di bekap dengan alat bius.

masih terdengar – siap dok..
dan……….. saya hilanggg….

.

saya suka pingsan. waktu SD apalagi.
maka saya sangat mengenali tubuh saya ini. dia akan terasa tiba-tiba tak lagi terkendali, seolah lepas dan akan jatuh ke bawah, padahal saya masih inginnya ada, trus nafas sesak dan pandangan mengkabur, tidak selalu kunang-kunang. lalu brukkk… saya hilanggg…

bersyukur sekali ketika remaja kebiasaan pingsan ini, berkurang bahkan nyairs hilang. tapi tetap, ketika SMA dan kost sendirian, saya juga pernah pingsan di kamar kost. tanpa ada yang tahu. sadar-sadarpun sendirian..
hehehe.
maka ibu saya dulu sangat cerewet dan serba membatasi saya.

pernah juga ketika sudah punya anak. sedang jalan-jalan di mall, sambil mengendong bayi, saya merasa tubuh saya ga lagi terkendali. terasa mau jatuh. di sisa kesadaran dan kekuatan yang ada, saya memberi anak pada suami, lalu brukk… duduk di MC D, kebetulan terdekat itu adalah counter Mc D, dan… saya hilangggg….

sampai terakhir yang terparah, saya ambruk di dini hari setelah ultah di tahun 2006 kemarin. ya gitu, jantung tiba-tiba bergetar kuat, tubuh saya tak lagi bisa saya sanggah, sesak, dan … saya hilanggg..

di semua sadar setelah pingsan itu, baik yg alami dan karena operasi, adalah rasa dingin yang hebat. ga cuma tubuh yang dingin, sampai hidung, mulut, lidah, telinga, semua persendian… aaaah, dinginnn… !!

maka teh manis hangat, selimut, pelukan selalu diberikan tuk menghangatkan saya kembali..

nah, dengan banyak pengalaman pingsan seperti itu, membuat saya bertanya-tanya dalam hati,
– hmm, tadi itu saya hilang kemana yaaa??
hahahaha πŸ˜€

teman saya suka menggoda dengan menyebut bahwa saya jadi seperti pp alam sadar – alam ghoib.
halahhh.. πŸ˜€

satu deh yang ingin saya bilang..
kalau saja kita semua tahu rasa dinginnya, tentu kita akan lebih menghargai hidup ini.
yang hangat, yang nyata dan dekat.
karena dalam hilang itu… duh, tak bisa dilukiskan… cuma rasanya saja yang…… dinginnnnnnn…..

maka seandainya bisa disadari, tentu… perang, pembunuhan, kemiskinan, kenestapaan… tak mesti dibiarkan berlarut-larut, lebih-lebih atas nama agama dan klaim golongan..

aku di sini saja tak tega, mengapa kau disana melulu bersengketa?

.

setelah operasi, internist yang juga mendampingi vonis operasi sinus itu, sambil memeriksa nadi saya bilang gini..
– sinus itu alergi. ga bisa dibilang sembuh total juga dengan operasi ini. tapi selalu ada pemicunya. terkendali juga tidak terkendali. spt udara dingin, debu dsbnya. tapi ya kita mikir yang bisa kita kendalikan deh. seperti salah satunya, jangan suka menangis. segukkan membuat rangsangan produksi lendir berlebihan juga. ok?

ah, dokter…
perjalanan hidup sejak saya memilih agama ini, menyadari rasa tuhan ini, memang suka membuat saya menangis…

maka sudahlah.
maafkanlah banyak kenyataan yang ada
ikhlaskan semua yang telah terjadi
mari hangatkan diri,
bahagiakan semua seperti matahari..
sebelum dingin benar-benar menghampiri
dan membawa kita pergi…

.
salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “dingin”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

rasa ‘hidup’ membuat kita selalu bersyukur

penutupnya itu,.. kata-kata yang sederhana
tapi daleeem maknanya,.. bikin ikut nangis juga…

@mbak indah
makasih mbak..πŸ™‚


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: