sebelum dia benar-benar hilang dari muka bumi

Posted on Januari 28, 2009. Filed under: islam indie |

blue-in-misty (di lepas yaa..)

melihat perkembangan yang ada..
saya jadi ingin bertanya..

.

apakah kita telah bener-bener siap jika israel hilang dari muka bumi?
bukankah itu yang diharapkan banyak “pihak”?
seperti dengungnya hari ini..

.

saya tidak pernah bisa membayangkannya..
sama seperti tak pernah menyangka perang di Gaza menjadi begitu kelamnya..

tapi saya percaya tuhan tetap akan menghitung
Dia tak memberi lebih dari apa yang diminta
Dia tak meminta lebih dari yang bisa diperbuat
Dia maha mengetahui apa-apa yang tersembunyi

dan Israel tetap tak akan bisa lari dari apa-apa yang telah dilakukannya
sebagaimana kita, dalam apa-apa yang telah kita lakukan

..

demi tuhan yg mengabulkan orang-orang yang berdoa dengan percaya kepadaNya
saya hanya mampu berdoa agar tuhan memberi hidayah dan cinta
tak mampu berdoa agar tuhan murka dan membinasakan

sebelum dia benar-benar hilang dari muka bumi
semoga Tuhan senantiasa memberkati
seperti ketika pertama kali Tuhan menghadirkannya
seperti ketika pertama kali Tuhan memilihnya

.

hidup tak lagi menghitung agamamu
hidup tak lagi menghitung gelar duniamu
hidup tak lagi menghitung keluh kesahmu
hidup menghitung sejauh ketulusanmu

termasuk dalam menghadapiNya
dalam menghadapi hidup itu sendiri

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “sebelum dia benar-benar hilang dari muka bumi”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

saya penggemar caping gunawan muhammad temo.
ada blog yang dengan tekun mendomentasinkannya.
salah satunya yang menarik adalah tentang Goa:
http://caping.wordpress.com/2008/06/23/gua/

@rozan
samaaaaaa…
saya juga penggemar GM, tapi ga sampe mendokumentasikannya.
berarti kalau butuh arsip, tinggal minta ke mas rozan aja yaa… boleh kan?
insyaAllah saya mo ke link caping yg di pasang mas rozan nih.. saya juga mau menikmati tulisan2 mas rozan di blognya, ayo menulissss….

makasih yaaaa….😀

Teman yang wartawan Kompas cerita. Dua gak habis pikir, katanya, ada kuli bangunan yang lulusan STM bisa produktif nulis cerpen dan novel sampai 40 buku. Setiap malam sambil melepas lelah dia nulis tangan di kertas, lalu diketik, kemudian dikirim ke media. Sementara saya, katanya, udah baca segala macam jenis buku dari filsafat, sosiologi, agama, seni, novel, dsb, dst dengan pergaulan dan perjalanan yang lumayan kaya, nulis satu cerpen aja gak jadi2. hehehe.

Ini dia liputannya yang bikin dia gak habis pikir dan menertawakan diri: http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/11/11520872/ketika.kuli.jadi.novelis.

Mbak Anis, bikin novel ya. Cerita kisah perjalanan Mbak aja kayanya menarik. Minimal saya udah pesan dari sekarang satu eks (baca: kemungkinan besar: kontan). Kalau perlu “komentator”, saya punya teman baik di majalah horizon.

Terima kasih untuk supportnya.

@rozan
makasih mas rozan..
belum terpikirkan tuh… saya masih aja asyik bereksplorasi nih. hehehe
duh, emang saya suka ga punya target apa-apa, jadi ya santai aja..
mohon doa deh, jika memang layak tuk di bagi lebih luas, saya bisa menuliskannya.

satu deh, saya tuh ga mau kalau pindah agama saya ini jadi komoditas tuk menjelekkan2 agama saya sebelumnya. secantik apapun bahasa saya, dalam menunjukkan bahwa kepindahan ini sangat subyektif saya, tapi tidak jaminan bisa tetap membuat netral yang membacanya. sampai saat ini, masih itu yang tidak saya ingini.. walau kadang ingin juga tuk bisa nunjukkin bahwa pindah agama itu bisa baik-baik saja tuk semuanyaaa…

maka tuk sementara sih, nikmati saja yg adalah
rasanya ada atau tidak ada pindah agama ini, terima sajalah saya yg begini.. hehehe😀
tapi usul mas rozan ini saya mulai saya pikirkan deh.
sekali lagi, makasih yaa..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: