masjid di bukit

Posted on Februari 2, 2009. Filed under: islam indie |

meditation-leaf (dibagi yaa…)

masjid di bukit
dingin udaranya kadang menggigit
tapi aku suka
maka bukan sekali aku ke sana

tiba di waktu sholat
akupun turut mengantri wudhu

hmm, tuhan..
ingin deh kubersihkan tempat wudhu ini
pake belimbing wulu
konon bisa membersihkan noda

ah, tuhan..
pipa wudhu itu bocor
ingin deh aku sambung ulang
di rumah akupun terbiasa otak-atik segala

aduh, tuhan..
kesetnya sudah sobek
ingin deh kuganti yang baru
padahal di rumah masih ada yang belum dipakai

iqomat memanggil
aku tersadar
buru-buru wudhu
lalu bersiap-siap

.

selesainya
para santri melantunkan pujian
aku di pojok mendengarkan
tak terasa basah

ah, tuhan..
kok sedih ya?

maka kutatap langit-langit masjid

kubahnya bolong sana-sini
lihatlah tuhan.. cahaya kecil itu masuk
jelas dari arahku
kupikir cukup di beri waterproof

kayu kusen itu lapuk
kalau saja kumampu, tuhan
ingin kuganti yang baru
dengan ventilasi tuk udara masuk

engsel pintu itu karat dan copot
ah, tuhan.. engsel itu terlalu kecil dan jauh
untuk menahan pintu sebesar itu
kalau saja bisa kuperbaiki

aku terhenyak oleh panggilan
ah, aku sibuk sendiri..
terlalu lama di sini
masjid ini bisa kurombak abis

maka keluarlah aku membawa mukenaku

dua nenek tua menghampiriku
rasanya selama beberapa kali ke sini
belum pernah bertemu

mereka tersenyum
menyalamiku
memegang bahuku

anakku datang
membuatku sejenak berpaling
ketika kutoleh lagi
mereka sudah tak ada

maka aku bingung
dan senyum mereka
mengapa terasa berbeda yaa?

ah, tuhan
semoga mereka tak marah
aku tadi menggabaikannya
karena anak-anak minta ini-itu

akupun berjalan
dari jauh bertemu pandang
dengan lelaki yang terpandang
dia tersenyum padaku

hangat
seolah semua itu baik-baik saja

ah, tuhan..
di bagian mana aku tak mengerti?
rasanya semua membingungkanku
aku memang suka sibuk sendiri

.

masjid di atas bukit
aku mengenangmu
di musim hujan ini
bocorkah kubahmu?

masjid di atas bukit
kau membuatku sadar
bahwa aku tak pernah mampu
mengingatmu dari segala yang besar

aku bahkan tak turut memuja namaNya

aku terlalu sibuk
pada hal-hal kecil
teramat kecil

maka kadang aku tak pernah mengerti
segala hiruk pikuk penuh namaNya
segala kemegahan atas namaNya
segala yang besar tentangNya

maka lagi-lagi
orang lain mentertawakan
caraku mengingatmu

maka tuhan
maafkan aku
yang kecil ini
sekecil aku
mengingatMu

tapi… itulah aku

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: