“membumi”

Posted on Februari 6, 2009. Filed under: islam indie |

long-green-pathway-along-nanyang-crescent (di lepas yaa…)

rasanya kemarin sudah cukup berprestasi
sudah berani keluar rumah
walau masih serba ditemani
sekarang ditambah belajarnya
mencoba banyak hal baru
membaca lebih banyak lagi
hingga mengerti

maka kebayang ga
ibaratnya
anak rumahan itu
seperti di jemput seorang anak jalanan
melihat hidup yang ga pernah diketahuinya

melonggo..
tuing..tuing..
bingung..
ga nyambung..
mukanya penuh tanda tanya..
nyamain frekuensi aja susah banget.

duh, Tuhan
betapa banyak dalam hidup yang belum kuketahui

rasanya kemarin sudah cukup berprestasi
sudah berani naik ke gunung
menenggok beragama yang sederhana
lalu kini tambah belajar menjadi alami
bahwa berbuat baik itu melayani sesama
mengurangi banyak kesukaan diri sendiri

maka kebayang ga
ibaratnya
anak rumahan itu
seperti di jemput seorang anak jalanan
menjalani hidup yang ga banyak teorinya

excuse..
confuse..
gagap..
lemot..
pengen nangis..
seperti di belantara..

duh, Tuhan
betapa banyak dalam hidup yang belum kuketahui

maka kuturuni lagi menara gading keberagamaanku
lihat lagi dan lihat lagi sekitarku
melawan rasa takutku dan teori-teoriku
aku kena debu, hujan, ampir keserempet
lecet, tergores, kesenggol, kesikut, bahkan jatuh

maka anak jalanan itu
menghampiriku yang terjatuh
mengusap kepalaku
mencium keningku
meyakinkanku semua baik-baik saja

tangannya menggenggam tanganku
menuntunku berjalan di jalanan
sambil bercerita tentang kehidupannya
membuatku mencuri tuk menatapnya
melihat peluh yang jatuh di keningnya
bertanya akan sudah berapa jarak ditempuhnya

duh, Tuhan
betapa banyak dalam hidup yang belum kuketahui

maka aku turuni menara gading keberagamaanku
melihat nyata yang sejatinya hidup ini
mengagumi kehidupan yang tak terkirakan
dan aku tak takut atau kebingungan lagi
dia ada temani aku memandang hari-hariku ke depan
membimbingku hingga aku bisa berjalan sendiri

walau hari ini
aku belum dan tak mau ditinggal sendiri

aku telah lama di menara gading keberagamaanku
aku telah lama beku di ketinggian jiwaku
kini aku turun, aku membumi
hangatnya membuatku mencair
hangatnya membuatku mengalir

maka kebayang ga?
anak rumahan itu
seperti dijemput seorang anak jalanan
dan dibawa berpetualang
melihat yang selama ini tak terlihat
mendengar yang selama ini tak terdengar
merasa yang selama ini tak terasa

duh, Tuhan
betapa banyak dalam hidup yang belum kuketahui

maka kini aku siap berjalan
temui dia menjadi sang gravitasi
tukku berjalan tegak di muka bumi

.

aku membumi
aku di bumi

yukk, membumi 😀

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: