perjalanan panjang itu

Posted on Februari 11, 2009. Filed under: islam indie |

tangan (liputan…)

kemarin saya jalan bersama teman, bertiga. sempatkan bermain di sektor satu, tempat sebuah tempat peminjaman buku. sekalian cari makan siang. batagor
… hmm yummy…

agak surprise, ketika saya berjumpa dengan sang pemilik tempat peminjaman buku itu. seorang ibu dengan semangat yang tinggi yang sudah saya kenal sejak pertama tahu tempat itu. dulu kita suka ngobrol bareng. dan lebih surprise mendengar ceritanya..

– haduuhhh… saya kehilangan 400 buku nih!
ya Allah, saya turut berduka dan prihatin banget.

maka saya hanya bisa bilang padanya
bahwa saya salut pada idealisme dan cita-citanya. saya akan mencatatnya sebagai seorang yang turut membudayakan membaca di negeri kita ini.

tapi ya sebagaimana kita tahu sendiri..
negeri ini masih sangat jauh dari budaya membaca.
idealnya, jika membaca adalah budaya, maka seseorang itu akan apik dengan buku. akan mengembalikan dan merawat, meski itu buku pinjaman.

dan jawabnya
– iya! persoalannya sekarang semua dalam hidup ini hanya seperti life style aja, termasuk buku. orang membawa-bawa buku hanya tuk terkesan baca buku. padahal, belum tentu dibaca.

kedangkalan memang menyerang semua lini hidup kita yaa..?!
termasuk menyoal membaca buku.

alhamdulillahnya, sang suami bekerja di sebuah perusahaan “raksasa” dunia. jadi katanya, suami terus mensupport. anggap aja ini charity, tuk mencerdaskan bangsa deh.
dan memang luarbiasa perjuangannya, hari kemarin itu beliau sedang menerima buku dari GPU – gramedia pustaka umum, tuk kembali memasok ragam buku pinjamannya.

saya mengenal taman bacaan ini sejak pertama kali tinggal di bogor. lalu saya mengajak teman-teman saya tuk turut meminjam buku di sana. menjadikan baca adalah budaya yang menyenangkan.
tapi walhasil saya sudah lama berhenti, karena memang stock buku di sana berkurang drastis, berkali-kali ganti prosedur peminjaman dan ribet, sering tutup tanpa pemberitahuan, lalu ternyata… akibat banyak buku yang tidak kembali..

hmmm..
betapa panjang ya jalan tuk bangsa kita menjadi maju.
menyoal buku saja, sudah begini..
padahal ini masih relatif di kota besar..
mbogor toh?

hiks..

tapi jadi inget deh, acara di Kick Andy
seorang buta yang menjadi guru matematika dan fisika. beliau mengutip tulisan yang berbunyi..

perjalanan panjang tak akan terasa
jika ada teman di sampingnya..

(kurleb begitu…)

yukk, jalan bersama
biar ga kerasa jauhnya

.

hmm,
btw, btw, btw…
buat semua di sini…
mau ga yaa jalan sama saya?

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: