ujian cinta

Posted on Februari 11, 2009. Filed under: islam indie |

canoe_sunset_sc0485 (dilepas yaa..)

ketika proposal itu sampai di hadapannya, Dia membaca dengan seksama. sekilas memang seperti proposal pada umumnya. maka Dia mengajukan beberapa pertanyaan mendasar/penting dari sebagai beneran bertanya sampai yang bersifat penegasan. juga melakukan beberapa toleransi di sana-sini, sejauh yang diperlukan.

maka kemudian disepakati team kerja didasari proposal itu.

namun, kesepakatan kerjasama memang tinggal kesepakatan.
di lapangan, semua malah menjadi pekerjaan yang bersifat single fighter. seperti bermain badminton, ga ada lawannya. maka berkali-kali hanya seperti memukul bola satu arah.
entah kemana yang satunya…

so far, ketika segala masih bisa diatasi, kerugian belum di terlihat, dampak juga belum nampak, Dia pun bertahan.

tapiiiii….
namanya kerjasama memang harus kerjasama. bukan kerjasama kalau bersama tapi bertahan diam saja.

maka…
proposal itu pun dibanting!
brukkk!!

darah sudah tumpah
korban sudah jatuh

mau ga mau, proyek itu ditinjau ulang..
dari kelayakkan sampai sejauh apa kemungkinannya ke depan..
so far, masih bertahan dengan tambal sulam
koreksi di sana-sini…

secara saya bukan orang dari dunia kerja, maka saya sangat tidak paham soal proposal itu. hanya intuisi saja, saya bisa merasakan bahwa proposal kerja sama itu telah tidak berjalan sebagaimana mestinya. team yang diharapkan telah gagal melakukan sinergi sebagaimana tertera dalam penawaran proposal itu.

proyek tetap berjalan tapi tersendat dan agak berat…
walau bisa dianggap biasa dan baik-baik saja

dan Dia berkata kepada saya..
– manusia itu memang sering asyik dengan dirinya sendiri. mengumbar janji akan bekerja sama. namun begitu tangan diraih, semua dibiarkan begitu saja. mengumbar janji sehidup semati tapi semua ditinggal seperti mimpi. berjanji membangun negeri tapi malah memperkaya diri sendiri..
sampai manusia itu mengerti dan mau menguji dirinya sendiri.
saya jadi bertanya-tanya,
– oya?
– iya. bukankah manusia di minta tuk menghisab dirinya sendiri sebelum dia dihisab? maka maknai, sebelum diuji dari sang maha.
– sang maha?
– sang maha menguji justru dari apa-apa yang kita cintai. yang sakitnya sampai ulu hati. tuk menggetarkan sanubari, demi menghidupkan cahaya nurani.
– hah?
– lah, memang mau dari apa lagi tuk kita bisa bener-bener mengerti?
– haruskah segitunya?
– maka menjadi mengerti dini itu lebih lebih meringankan jiwa..
– mengerti lebih dini?
– iya. mengerti… lebih.. dini…

Dia mengajak saya ke tepian, melihat lautan yang bebas dan lepas. di hari senja, di matahari yang turun perlahan. meninggalkan saya sendiri, masih tergiang..

sang maha menguji
justru dari apa-apa yang kita cintai
yang sakitnya sampai ulu hati
tuk menggetarkan sanubari
demi menghidupkan cahaya nurani

maka apa-apa yang kau cintai?
haruskah aku merelakannya tuk mengujimu?

tiba-tiba tubuh saya dingin
meringkuk merasa remuk
ah tuhan,
akan begitu gelapkah malam ini?

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: