gratismu, tidak gratisku

Posted on Februari 12, 2009. Filed under: islam indie |

two-birds (liputan lagi dulu yaa…)

kemarin saya masih diajak teman survey sekolah-sekolah.
hehehe…
saya ya mau aja, seru sih.
dan kemarin kami mampir di sekolah dengan program belajar : gratis.

jadi, sejak januari tahun ini, katanya (kurleb) dikenakan dua sistem tuk sekolah-sekolah negeri kita.

pertama, sistem SBI.
seperti sudah saya ceritakan di tulisan Ah! kemarin. bahwa sekolah berbasis internasional ini bisa mengambil bayaran dg sendirinya. ini biasanya di selenggarakan oleh sekolan2 negeri unggulan. yang dianggap cukup kualitasnya tuk menyelenggarakan SBI.

kedua, sistem Gratis.
disini dari uang masuk sampai SPP setiap bulan digratiskan. gratis itu jelas tidak termasuk buku dan biaya ekskul, karena bergantung keputusan komite sekolah masing-masing.

nah, dengan sistem SBI, sekolah negeri unggulan jadi hanya menyediakan 3 kelas dg @30 anak.
dari biasanya (sistem reguler) 6 kelas @40-50 anak.

lah, kemarin sekolah yg kena program gratis, hanya menyediakan 2 kelas saja! @ 30 anak.
dari biasanya 5 kelas @ 40-50 anak.

gusti…
lantas mau kemana anak2, jika tidak tertampung dengan pengurangan jumlah kelas dan murid atas sistem SBI dan gratisan tahun ini?

lah, SBI mahal tenan
Gratisan juga sedikit tenan kelasnya…

..

padahal kenapa ya ga sistem yang biasa aja asal bisa menampung jumlah anak sekolah yg ada? soal kemudahan biaya bisa di formulasikan lagi.
atau mau kesannya sudah (sekedar) meluncurkan program sekolah gratisan?

duh, negara kok kaya main-mainan sih?????

pantes ibu-ibu pada panik… sekolah jadi kaya rebutan giniii….
saya baru sadar…. 😦

….

pengen deh bilang :

dear…. bapak-bapak mentri yg budiman
agak-agak realistis dong..
ini hidup, bukan angan-angan
jangan melulu jadikan kami : permainan

ah, speechless deh
malas juga ngomongnya, hehehe….

.

segini dulu ya
saya masih mau melihat masalah lebih dekat nih
nanti saya liput lagi..

membumi..
membumi..

.

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “gratismu, tidak gratisku”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

mending kejar paket A aja. sekolah sendiri di rumah atau di masjid, macam pengajian gitu. Kalo udah merasa siap, ikutan ujian deh. Lulus ujian, dapat ijasah deh. Biaya lebih murah dan memakmurkan Masjid.

Asli, ini memang memurahkan biaya pendidikan. Ga perlu bayar uang sekolah, tinggal bayar uang ujian. Toh, diakhirnya sama-sama juga dinilai dari hasil ujian. Bukan dinilai dari proses belajar.

seperti kebanyakan kebijakan populis di negeri ini, semuanya cuma basa-basi…


SBI memang membuat bingung ya..?

Sedih juga, melihat kesempatan yang semakin kecil bagi orang2 cerdas namun miskin.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: