sarung

Posted on Februari 12, 2009. Filed under: islam indie |

sarung (di bagi yaa… harfiah nih..)

kadang saya emang kuno atau sebut saja (rada) konservatif. padahal pikiran saya bebas merdeka, melebihi yang liberal.

bukan saya tidak senang atau tidak ingin memiliki yang indah-indah dan yang bagus-bagus, yang melulu silih ganti sebagai mode. bahkan saya suka terpaku dan terkagum-kagum kok, melihat banyak keindahan yang bagus dan trendi itu.
rasa ingin sering menyisir.
tapi lagi-lagi dan lagi-lagi yang saya miliki ya yang begitu-begitu aja.

apa itu?
mau tahu?
hehehe…
itu adalah…..
mukena berbawahan sarung!
😀

meski ada hadiah dari tante dan tetangga, satu set mukena lengkap, tapi tetap saya memilih memakai atasannya dengan bawahan sarung.
lah, mas kawin saya juga hanya atasan mukena dengan bawahan sarung. bukan yang satu set mukena gitu. entah kenapa saya sukanya dan maunya hanya yang begitu..

padahal mukena yang setelan itu lucu-lucu dan indah-indah yaa?! dari bahan batik malah banyak sekali saat ini. atau plus yang aplikasi ini itu, ga sekedar bordiran.

dulu, waktu masih sering main di masjid salman, juga mukena berbawahan sarung yang ada di tas saya. saya ga suka yang berbahan parasit, walau bisa dilipat kecil dan praktis.

saya tuh merasa cukup dengan atasan mukena dengan bahan katun (selalu) putih yang adem, sederhana bahkan ga ada bordiran. karena saya ga suka yang berat-berat. lalu bawahannya sarung deh.
sarung asli buatan indonesia…
hehehe🙂

hmm, sarung yang saya punya sendiri sebetulnya hanya ada dua. satu yang dari mas kawin dan satu yang dari saya masih jadi aktivis itu. warna hijau lembut dan biru dongker. garis-garis dan kotak-kotak. selebihnya sih, nilep punya suami… tapi jaranggg…
hehehe 😛

nah… saya suka mengenakan mukena dan sarung itu lama-lama. biasanya sehabis sholat, saya akan buka-buka buku di atas sajadah dan seru sendiri. atau bahkan naik ke ranjang, masih lengkap dengan mukena dan sarung, asyik goleran bercanda dengan anak-anak.

entah deh rasanya suka aja.

pagi ini…
saya inget sarung
inget indonesia
inget tuk selalu menjadi yang pertama bangga dengan indentitas indonesia.

kemarin suami cerita kalau di malaysia itu sudah ada satu hari wajib berbatik tuk pegawai negerinya. hmm, batik kita memang sudah terus bertarung melawan klaim negara tetangga itu ya?

ayo, kita jaga budaya kita.
sederhana, dengan mari senang memakainya.
betapa dari Sabang sampai Merauke itu banyak sekali budaya bangsa kita, yang harus kita jaga, dengan tetap mau menggunakan, merawat sampai melestarikannya.

dan saat posting ini pun, saya masih bermukena dan berbawahan sarung nih. kebetulan udara bogor dingin, jadi lumayan bikin terasa anget.

hayooo… siapa yg suka sarung?
boleh deh kirim ke sini..

hehehe

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “sarung”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Sarung memang gaun serba guna dan praktis, untuk shalat, dipakai tidur, jadi sekedar “kain penyela” kalau ganti baju atau ke kamar mandi. Biasa juga dipakai untuk nyantai di rumah atau kongkow dengan tetangga. Bahkan bisa dibikin topeng ala ninja, (ada juga yang bunuh diri dengan berkalung sarung, hehehe)
Bagi saya, kalau ke luar kota, sarung menjadi pakaian wajib yang harus ada.
Sarung juga jadi sebutan bagi identitas komunitas muslim santri: “kaum sarungan”, karena orang pesantren (santri) biasa bersarung. Sebutan yang bernada sinis memang. Konotasinya: ortodoks/kolot/tradisional.
Tapi yang jelas, bersarung memang nyaman rasanya. Anda ingin nyaman? Bersarunglah.

saya juga ngefans sarung mbak. bahkan skr sy tambah senang dgn sarung saya krn bisa menyala dan bunyi kretek kretek setiap bergesek dgn kaki saya🙂

TuanSUFI yang lagi
keheranan akibat cuaca

@mas rozan
@tuan sufi
maaf ya baru sempet balas komen
kemarin sedang gi nikmati sibuk-sibuk dg diri sendiri.. ciee…😛

yup, begitulah sarung..
saya diam-diam menyukainya, seiring saya kenal islam..
ga nyangka juga, kok bisa-bisanya suka sarungg.
terlebih banyak sarung dg aneka motif di nusantara… suka deh.
gi kepikir tuk koleksi, tapi nanti deh…
total baru punya dua..😛


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: