batu berasa

Posted on Februari 19, 2009. Filed under: islam indie |

batu (tiba-tiba inget…)

waktu kecil, di sebuah kampung — bahkan di banyak kampung di Indonesia — punya tradisi unik. hehehe… setidaknya tuk hari ini.

apa itu?

begini…
jika ada anak kecil kebelet pup, sementara mereka masih di tengah perjalanan atau keperluan, dan jauh dari WC atau apapun itu, maka konon dengan menggenggam erat sebongkah batu kecil, lalu berpikir positif, dan …… taraaaaaaa ….. rasa mules itu hilang!

selamet…
selamet…
selamet…

rasa mules hilang
perjalanan dapat dilanjutkan
dan semua baik-baik saja…

hehehe…

.

maka ketika terjadi keributan soal batu bertuah, yang sampai-sampai menyebabkan kematian dari mereka yang mengantri berkahnya, saya hanya bisa senyum-senyum saja..
secara saya ga ngikutin beritanya, hanya dari si mbak yang rajin duduk di depan layar kaca…

jadi inget….. batu berasa!
berasa bisa
berasa kuat
dan berasa sembuh

maka dimana keampuhan batu itu????
dimana kekuatan batu itu??

ya ga dimana-mana
selain di rasa manusia yang meyakininya..

hehehe…
pinjam istilah : – gitu aja kok repottt…😛

.

eeeee……
kok tiba-tiba dituduh praktek syirik??
hehehe…
bentaaaarrrr….. jangan buru-buru…
sebelum sampai ke tuduhan itu, coba deh jawab dulu..
– kenapa beragama yang formal selama ini, ga bisa mencegah praktek-praktek syirik kaya gitu dari digemari masyarakat?
kejadian kaya gini kan melulu terulang.

kudunya introspeksi dongg..
jangan cuma bisa menuduh dan menghukum..

sederhananya, beragama yang formal itu sudah terjebak materialistis, sehingga ga bisa menumbuhkan rasa percaya dari masyarakat pemeluknya secara luas..
karena jika beragama yang formal ini sampai pada rasa ketuhanannya, ya jangankan praktek syirik, sedikit berpikir dan berasa syirik aja……. ga akan bisa!

maka saya — diam-diam — malah jadi salut..
batu berasa telah mengembalikan rasa
bahwa masyarakat rindu rasa
rindu rasa akan tuhan yang maha menolong

naaaaah…,
bagi pihak-pihak yang suka berbisnis tuhan, maka buatlah tuhan itu maha menolong. jangan tuhan cuma maunya meminta tempat tuk begitu banyak bentuk-bentuknya atas nama hukum dan ekspresi, juga jangan tuhan cuma memaksakan kuasa doangg..
ya pastinya, tuhan seperti itu — akhirnyaaaa… — akan selalu ditinggalkan….

gitu ga sih???
😛

.

tuhan o tuhan
kau membuatku tersenyum
memandang langit biru
lalu berjalan santai di sepajang pedestrian
di bawah daun mahoni di ujung-ujung pepohonan
kakiku menendang batu kerikil di sela-sela jalan
melihatnya terlontar dan jatuh dari trotoar ke jalan raya
hmm… kalau saja batu bisa begitu berasa
mengapa aku tidak bisa??
bukankah aku hidup dan merasa??

tuhan o tuhan
mengapa aku tak bisa???
merasakan Mu
disela hari-hariku
sehingga mereka mengambil tampetMu
menggantikanMu
mengkerdilkanMu
dari hanya sekedar batu
hingga dalil-dalil semu

tuhan o tuhan
.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “batu berasa”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

waktu saya kecil batunya harus tiga untuk nahan pup dan dipegang erat-erat, btw yang saya heran di indonesia ini kalo mau jualan apapun mesti ada aja yang beli, contohnya nabi palsu yang pake dangdutan,pake nama aneh-aneh , pake baju aneh-aneh ada saja pengikutnya, Mungkin sistem pendidikannya yang kurang bener sehingga masyarakatnya tetep aja bodoh, air comberan ,air hujan, air bekas mandi segala dibuat obat,ga rasional blass.
usul !!!! batunya di cemplung saja di samudera indonesia biar nanti air yang ikut menguap jadi hujan sudah kena batunya sehingga ga usah lagi ada antrian yang membawa korban

Bagi yang sudah pernah punya pengalaman mencari kesembuhan akibat sakit yang tidak tertahankan, pasti tau rasanya “ingin sembuh”. Saya kira keinginan untuk sembuh, kadang kurang bisa dimasuki oleh tawaran yang diberikan agama.

Lah, ternyata mengenai batu mujarab penahan pup itu dialami juga toh mbak. Kirain di daerahku aja.

@ayadila
@danalingga
hehehe… sama ya kita..🙂

@iwal
intinya sih saya mo bilang, mungkin banyak hal masih harus di perbaiki deh.
dikenali lebih dekat, diamati lebih cermat, agar kita tahu persis Dia di hati kita dan Dia di hati sodara-sodara kita.
ini bukan soal salah atau benar, ini soal lebih jernih aja deh.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: