kutipan : crying in the rain

Posted on Februari 23, 2009. Filed under: islam indie |

playing_with_the_rain tadi saya naik bis Trans Pakuan, mengantar kakak sepupu suami dari Bandung ke tempat tuk keperluannya di Bogor. kebetulan kami tidak hafal tempat yang dituju, maka saya bertanya pada kondektur tempat pemberhentian yang terdekat.

bapak di samping saya turut mendengar dan turut memberi saran.

beliau seorang yang sederhana, belum terlalu tua tapi nampak sangat cerah wajahnya. pakaiannya juga rapi. setelah membicarakan rute angkot lanjutan dari bis trans pakuan itu, maka saya bertanya pekerjaannya.

jawabnya dengan senyuman
– saya supir angkot neng..
wah, ga nyangkaaa….
– oya? wah pantas bapak tahu rute-rutenya.
– iyaa..
ketawanya merekah.

pembicaraan pun berlanjut pada bagaimana kehidupan saat ini. jawabnya tetap cerah.
– sekarang memang serba susah neng. tapi saya tetap harus bekerja. anak-anak bahkan sudah lulus sma, salah satu juga sudah kerja. tapi biarlah.

gantian saya tersenyum, tambahnya lagi
– sekarang saya hanya bawa angkot tua, rute yang juga ga gemuk banget. setorannya 80 ribu saja. kalau angkot yang baru, rute gemuk, setorannya lebih banyak 140 ribu. dulu ketika semua serba mudah, saya bawa banyak rute, semua rute bahkan sudah saya coba .
– wow…
– iya, sekarang saya bawa angkot nomor 13 neng. juga ambil hanya shift siang.
– shift siang dari jam berapa sampai jam berapa pak?
– dari jam 12 ini ke jam 10 malam.
– oo… kalau shift pagi?
– dari jam 5 sampai jam 12. lebih pendek krn pagikan ramai neng.
– hmm.. iya. ada tukeran shift pak?
– ga. saya cuma ambil yang malam. rumah saya yang jauh ke pangkalan, ga kekejar paginya. tapi ga papa kok. yang penting semua baik-baik saja.
– oo..

pasrahkah? dia tersenyum menatap ke depan, saya mencuri pandang wajahnya dari samping.

ketika turun, saya dipanggilnya.
– lewat sini aja neng. lebih dekat dan cepat. jangan panas-panasan.

ah, masih ke pikir saya tuk jangan panas-panasan ya?

pulang menghantarkan kakak sepupu, saya sendirian saja di bis. kantuk menyergap. disamping saya, seorang kondektur yang kebetulan katanya sudah selesai shiftnya dan mo pulang. beliau banyak bicara dg supir, secara tempat duduk itu dekat di depan. seru dan lucu-lucu. mereka mentertawakan hidup di kendaraan itu. bikin sesekali saya tertidur di perjalanan yang panjang, secara seperti mendengarkan dongeng.

lalu hujan turun sangat deras.

turun dari bis, saya berjalan di bawah hujan..
berpayung hitam kecil, blues batik saya basah di sana-sini, ujung celana jeans saya pun basah. beberapa bapak ojek menyapa, tuk menghantarkan saya pulang. maka saya bersama ojek menembus hujan.

payung pun saya tutup
ada air basahi wajah saya, entah air dari hujan atau air dari mata..
– maaf basah neng. kita ngebut saja ya.. biar si neng ga kelamaan di bawah hujan.

.

tuhan..
dimanakah kutaruh hidupku?
diantara mereka yang begitu mau dan sangat sederhana bahkan yang dulunya berjaya tapi tetap memilih melayani aku? tuk sedikit senyum yang kuberikan dan sedikit ongkos yang kukeluarkan. maka bukankah seharusnya aku melayani mereka dengan yang terbaik yang aku bisa? dan belajar tak melihat siapapun mereka?

di bawah hujan
jangan sakit
tetap tersenyum yaa
yuk, berbuat sesuatu
apapun itu, terbaik yang tetap kita bisa
tuk rasa di hati, rasa bahwa kita menyayangi hidup ini

ntar hujannya reda
cepet sembuh yaa
dan kembali berkarya
rasakanlah, Aku bangga melihatmu untuk itu
seandainya cukup Aku untukmu

selamat menikmati
semoga mengispirasi

***

Crying In The Rain
by : Everly Brothers

I’ll never let you see
The way my broken heart is hurting me
I’ve got my pride
And I know how to hide
All my sorrow and pain
I’ll do my crying in the rain

If I wait for cloudy skies
You won’t know the rain from the tears in my eyes
You’ll never know
That I still love you so
Though the heartaches remain
I’ll do my crying in the rain

Raindrops falling from Heaven
Could never wash away my misery
Since we’re not together
I pray for stormy weather
To hide these tears I hope you never see

Some day when my crying’s done
I’m gonna wear a smile and walk in the sun
I may be a fool
But ’til then darling
you’ll never see me complain
I’ll do my crying in the rain

Some day when my crying’s done
I’m gonna wear a smile and walk in the sun
I may be a fool
But ’til then darling
you’ll never see me complain
I’ll do my crying in the rain

Raindrops falling from Heaven
Could never wash away my misery
Since we’re not together
I pray for stormy weather
To hide these tears I hope you never see

Some day when my crying’s done
I’m gonna wear a smile and walk in the sun
I may be a fool
But ’til then darling
you’ll never see me complain
I’ll do my crying in the rain
I’ll do my crying in the rain
I’ll do my crying in the… rain

.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: