hangat

Posted on Februari 24, 2009. Filed under: islam indie |

batik02 (tiba-tiba…)

namanya mang Said. istrinya namanya bi Ecih.
saya mengenal mereka sebagai –kalau di urut generasi– sebagai kakek dan nenek Egi, ojek langganan saya yang kini sudah bekerja di salah satu suplier kantor suami.

mang Said sendiri tukang ojek. bi Eci jadi pembantu pulang hari. kebetulan waktu itu ada teman yang ngontrak di blok persis belakang rumah saya. maka saya menyuruhnya memakai bi Eci sebagai yang membantu di rumahnya. secara keduanya –suami istri– yang bekerja, dan belum memiliki putra.

nah, saya juga suka memakai jasa bi Eci. seperti ketika lebaran si mbak belum datang, maka bi Eci yang nyadangin. atau kalau si mbak sakit, bi Eci juga ikutan bantu di rumah.
ga sampai di situ..
kalau saya harus keluar kota dan si mbak diajak tuk nemenin anak2 sekalian refreshing, maka saya akan meminta bi Eci dan mang Said menjaga rumah dan membereskan rumah yang biasanya berantakan kalau kami mau pergi apalagi jika buru-buru.

dan tahunya, pulang-pulang semua sudah beres. si mbakpun ga terlalu repot.

secara mang Said dan bi Eci rumahnya di belakang kompleks rumah saya. maka menitipkan rumah terasa mudah.

sampai menurut ibu di dekat rumah yang kebetulan usianya lebih tua dari saya, bilang gini..
– bu anis kok enak aja yaa.. ninggalin rumah ya tinggal main titip.
hehehe…
duh maaf bu…
saya belajar mempercayai manusia, sebagaimana saya juga ingin di percaya.
sekalipun mereka orang kecil, saya juga kecil kok…
hehehehe.. di rumah saya ga ada apa-apa..

nah, saya tuh akan sibuk bawain ole-ole buat bi Eci dan mang Said setiap pulang dari jalan-jalan. meski sekedar nyami’an — makanan kecil– saya suka mengajaknya tuk tahu dan mencoba.

burger waktu mofa ultahpun, bi Eci dan mang Said turut mencicipinya.
J-co juga ikutan coba kok.. bahkan mang Said turut duduk minum kopi bersama suami saya. lah, ya suami sayalah yang nemeninnya ngopi, masa saya??

suami saya pun akhirnya terbiasa dengan saya yang kaya gini.

hal seperti ini saya pelajari dari ibu dan ayah saya.
beliau-beliau tuh sama semua orang ga beda-bedain. semua boleh duduk bersama di meja tamu dan meja makannya.
ga ada bedanyaaaaa….

.

adalah abah Ujang, supir yang suka dibawa oleh bapak mertua dari bandung, jika beliau akan ke bogor.
Mofa sangat sayang sama abah Ujang.
sampai katanya,
– abah Ujang adalah sahabat mofa.. mbah uti dan mbah kakung bukan sahabat mofa. mbah sahabat adik raka aja.
halahhh…
*adik raka adalah sepupunya..

bikin abah Ujang menangis mendengar itu.
– saya dianggap euy sama Mofa..

jadi inget juga ketika saya dapat musibah
dipojokkan oleh seseorang yang sangat tidak tepat.
abah Ujang, yang ketika itu ada di samping dan sedang menyupiri saya ke sebuah tempat, turut mendengar, sampai bilang…
– neng anis, kemana pun neng pergi abah akan anterin neng. neng jangan takut. ada abah…

maka saya selalu mengole-olenya roti unyil jika Abah main ke bogor. tuk anak dan istrinya di bandung. walau ada mata yang ga suka saya melakukan itu, saya ga peduli… selama saya sudah minta izin suami..
hehehe…

mereka juga manusia seperti saya
mengapa saya harus membeda-bedakannya…?

saya pernah hampir mati
saya tahu dinginnya rasa itu
maka saya belajar mencintai kehidupan
saya mencari kehangatan di sela-sela
termasuk jika hangat itu dari mereka
dan hanya mereka yang bisa
mereka yang jauh dari benda
mereka yang tak terbendakan

.

maka tahukah kau rasa hangat ini?
yang karena inilah Aku hadir
meski manusia memilih menyingkir
Aku nyaris tak terpinggir
karena Aku hanya kumpulan rasa
yang ada juga tiada
sampai kau membuatnya nyata
goreskan warna dalam jiwa
hingga kau ingat Aku

.

sebetulnya, banyak di antara kita begitu peduli
tapi tak benar-benar sadari indahnya empati
maka semoga dengan ini, kita berbagi..
.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “hangat”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

ada dan tiada itu beda kok. kalo dipaksain utk sama, pasti akan selalu bentrok🙂

supaya g melulu berbeda lalu bentrok, bermusyawarahlah utk mencari kata sepakat.
kalo pun tdk sepakat, ya gpp juga. toh manusia telah diberikan segalanya, nantinya juga akan dimintai pertggjwban atas apa2 yg telah diperbuatnya.

emg dari awal penciptaan udh spt itu Bu, tp sgt jarang dipikirkan dan diambil hikmah dibalik kejadian tsb.

pada awalnya sama, pd akhirnya juga sama. yg sama itulah yg ada, yg ditengah2nya. gtu aj kok repot🙂

@aryf
yup.. mas. akhirnya dia ke tengah, dia di tengah, dia pertengahan…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: