cahaya yang ilmu dan cinta

Posted on Februari 25, 2009. Filed under: islam indie |

buku-dan-cahaya (akhirnya nyampe ke sini…)

setelah mengekplorasi rasa di akhir-akhir ini, lalu sebelumnya mengeksplorasi pikiran yang se-ala kadarnya, maka akhirnya sampai deh di sini..
saya coba uraikan yaa….

manusia yang jiwa dan jasadnya terikat oleh nafas,
yang kalau nafas ini putus maka kita mati. di kubur dan tamat…

dan manusia yang pikir dan perasaannya terikat oleh kesadaran,
yang kalau kesaadaran ini putus maka kita “mati”.. alias ga sadari diri… alias gila. baik gila harta, gila perempuan, gila jabatan, gila pujian, sampai gila yg schizoprenia itu..

maka….
di pikir adalah ilmu
di rasa adalah cinta

sederhananya inilah intinya.
maka agama menyoal kedua itu
.

bahkan – maaf – kalau agak sembarang mengutip. bahwa katanya Isa mengajarkan cinta kasih, lalu katanya lagi, qur’an yang dibawakan oleh Muhammad dikatakan sumber ilmu. intinya, ketika dibawakan dalam realitas mereka saat itu, mereka telah menjadi cahaya.
yang dari mereka adalah ilmu
yang dari mereka adalah cinta

dan semua yang nabi memang demikian..

atau kutip aja yang spektakuler, Lia Eden… dan banyak lagi yang sejenis. bahkan dari zaman ke zaman ini ada. sebut saja juga al Ghazali, Rumi, dstnya sampai Anthony de Mello dan Thinch Nhant Hanh..

melalui apa yang Lia Eden klaim sebagai jibril, ruhul kudus etc, sesungguhnya beliau sedang membicarakan cinta dan ilmu. beliau tahu apa-apa yang akan dan sebaiknya terjadi, dia juga sibuk mengajari kasih.
hehehe… cuma beliau kacau balau…
karena ini memang bukan hal mudah. butuh perenungan lama dan perjuangan jiwa yang bener-bener lurus dan kuat. atau kemudian yang paling mungkin, hanya bisa mengambil ekspresi sesuai kapasitas aja deh.

sederhananya begitu…
walau kadang –kasarnya– kenyataan spt Lia Eden ini spt menyoal demand and supply aja. hehehe… kalau bahasa agama, bicaralah sesuai bahasa kaumnya. sesuai kebutuhannya..😛

tapi sadari bersama bahwa, spiritnya memang cinta dan ilmu.
spiritnya adalah cahaya… spiritnya satu.

maka mereka yang berilmu tapi tak memiliki cinta dalam hati, wuihh.. kejam.
dan mereka yang penuh dengan rasa cinta tapi tak berilmu, wah.. klemar-klemer..

idealnya, serasi ilmu dan cinta
sederhananya, benderanglah cahayanya
maka karenanya, bangkitlah jiwa-jiwa di sekitarnya

ilmu membukakan tabir akan banyak hal yang belum kita ketahui
cinta menyibakkan rasa akan banyak hal yang belum kita pahami

keduanya serasi dalam satu diri
menjelma menjadi cahaya

konon begitu

nah…. akankah kita –sebagai manusia biasa– bisa?
jawabnya, bisa..

wong pentujuk itu untuk kita kok. biar kata ada nabi, nabi juga manusia-manusia biasa. walhasil bukan mustahil kita juga bisa.

lah, maka di sekolah selain materi keilmuan juga ada pelajaran budi pekerti.
selain mengajari ilmu juga mengajari cinta.
cinta yang melahirkan pekerti yang baik. menjadikannya manusia istimewa.

ya pinter otaknya, juga pinter hatinya : pinter jiwanya

kalau bahasa hari ini:
IQ?
EQ?
SQ?

cerdas ..das ..das ..das deh…

maka jangan salah yaa..
agama ga bisa melulu dipahami sebagai pelajaran fiqih, syariah dsnya
duh, itu sangat kecil dari mempelajari agama itu sendiri…
jujur, saya malah sedikit mengabaikannya…
selain memang ketertarikannya ke arah sana. toh sebagai ilmu, pelajaran fiqih, hukum syar’ih dsbnya itu boleh dan sah saja tuk dipelajari.

tapi bukan itu yang dinamakan agama…

lah, kalau Muhammad di bilang sebagai qur’an berjalan, artinya sih bahwa agama itu prilaku. maka dikatakan Muhammad itu berakhlaq mulia, ya artinya sih agama itu lagi-lagi menyangkut prilaku.

sehingga…

genaplah sebuah agama jika mampu menjadikan manusianya sebenar-benar manusia…

dan manusia, maka sempurnalah agamanya jika dia menjadi manusia yang manusia. manusia yang paling banyak bermanfaat bagi sesama dan kehidupannya.

itulah cahaya
itulah agama
itulah cinta
itulah ilmu

yang dengannya, sampailah dia pada rasa tuhannya yang esa..
yang tiada tuhan lain selain rasa tuhan yang kuasa dan sangat menguasainya…

melepas kebendaan
melepas keterikatan
melepas batasan
melepas sekat-sekat
menjadi hanya terang
menunjukkan jalan
menyampaikan manusia pada cita dan cintanya yang nyata

belajarlah lebih jernih
dari hidup sehari-hari
temukan arti diri
tak hanya di ego pribadi
tapi di sela-sela hari
sampai kita mengerti
ketika cinta meliputi
ketika ilmu mengisi
menjadi terang sejati

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “cahaya yang ilmu dan cinta”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

waaah…. cahaya yang hangat… makasih ya mbak….

@godamn
sama-sama mas… terimakasih juga…😀

Selamat Siang Mba Anis

Ada info bagus,, metode “Hanifida” untuk lebih cepat menghafal Quran secara Bacaan & artinya hingga ke Tafsir & Aplikasinya..

Bisa membantu kita mengembangkan potensi-2 IESQ yang banyak terpendam.. sekalian perdalam ilmu yang kita tekuni saat ini…

Hubungi Ibu Ita : 0815-8581-6985 atau
http://www.KlubGuru.com Pak Pito : 0818-0851-5803
Sekretariat Klub Guru di Jalan Jatipadang 23 Pasar Minggu.
Telp : 021-7883-6778.

Good Luck yaa Mba Anis….

Selamat Siang Mba Anis,

Ada info bagus,, metode “Hanifida” untuk lebih cepat menghafal Quran secara Bacaan & artinya hingga ke Tafsir & Aplikasinya..

Bisa membantu kita mengembangkan potensi-2 IESQ yang banyak terpendam.. sekalian perdalam ilmu yang kita tekuni saat ini…

Hubungi Ibu Ita : 0815-8581-6985 atau
http://www.KlubGuru.com Pak Pito : 0818-0851-5803
Sekretariat Klub Guru di Jalan Jatipadang 23 Pasar Minggu.
Telp : 021-7883-6778.

Good Luck yaa Mba Anis….

@agung fitriyadi
makasih mas agung
good luck juga..😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: