kok diam?

Posted on Maret 15, 2009. Filed under: islam indie |

kok-diam (akhirnya nyempet…)

alkisah, seseorang datang pada saya dan berkata gini..
– mbak anis.. katanya mbak tuh aliran islamnya beda ya?
– maksudnya?
– iya. katanya mbak tuh menulis di mana gitu, kalau mbak tuh ga cocok dengan pengajian yang ada di kita.
– hmmm… saya memang pernah berkomentar tentang beberapa materi pengajian yang pernah saya datangi, di blog saya.
– di internet ya?
– iya
– nah.. ya itu di baca. lalu bilang ke saya kalau mbak tuh ga cocok.
– o.. trus?
– iya enak jadi mbak anis.
– enak?
– iya, sikap mbak anis jadi jelas. jadi ga diganggu ini itu. jadi ga ditawari ini itu.
– oiyaa.. ga pernah lagi ada tawaran ini itu ke saya.
– di RTnya, masih dapet undangan pengajian?
– dapet, tapi saya dah lama ga dateng.
– karena mbak anis ga cocok?
– ya mungkin gitu, selebihnya ya malas aja.
– saya juga ga datang mbak. malas.. ustadnya itu-itu saja. ga boleh yang lain. padahal ganti-ganti deh mbok biar ga bosen gitu loh.. banyak juga tuh yang malas datang mbak, padahal dulunya kita-kita tuh pastisipatif sekali loh. suasananya ga enak sih.. baca al fathihah katanya ga dicontohkan, baca yassin katanya ga syar’i. ga boleh ini itu… harammm…
– hehehe..
– e, mbak anis tahu ga? katanya tuh isi pengajian sekarang tuh kampanye!
– hmm, masa sih?
– eee… semua orang juga dah ngeh kok mbak sekarang.

gini mbak anis…
bla-bla-bla-bla…

.

manusia mendengar,
manusia melihat,
manusia merasa,
manusia mengukur,
manusia menyimpulkan…

kita adalah manusia
dan kita berhadapan dengan manusia
bukan benda
bukan tak berpikiran
bukan tak berperasaan

kita hanya butuh waktu tuk mencapai kesadaran tertinggi dari diri kita sendiri…

karena dimana kita bisa dustai hidup ini?
ketika hidup menghitung kita dalam setiap tarikan nafas ini?

..

saya bangga pada manusia-manusia yang belajar tuk berani berbicara menyatakan diri dan hatinya
saya ingin manusia itu menjadi dirinya sendiri
belajar melihat, membaca, merasa dan menyimpulkan..
syukur-syukur bisa mengambil tindakannya sendiri
sebagaimana saya sendiri yang senantiasa belajar menjadi diri saya sendiri

saya tidak merasa perlu tuk menuntun manusia seolah dia seorang penyakitan.. tidak ada yang sakit kok. yang ada hanya tengah belajar menyatakan diri..

maka saya merasa tak lagi perlu banyak bicara
apalagi di ruang publik yang tengah diserbu banyak kata-kata

saya ingin satu demi satu manusia indonesia ini menyadari keadaan ini
bukan karena saya,
bukan karena siapa-siapa,
tapi karena hati nuraninya sendiri…

.

maka diam…
saya terdiam

tapi saya tetap mengamati
dan saya tetap mau mengerti
bahkan saya tetap mengukur diri
tentu, saya tetap berjalan dengan hati

.

manusia-manusia yang tengah belajar menjadi dirinya sendiri, yang perlahan berjalan menuju ke kesadaran terdalamnya tentang hidupnya dan kehidupan ini
adalah bak bunga-bunga yang tengah bermekaran..
wanginya semerbak
indahnya menyibak

menyibakkan kegelapan…

.

saya percaya, setelah ini akan masuk ke tahap bertindak…
maka kenapa selama ini indonesia seperti tak mampu bertindak? ya karena masih belum benar-benar menyadari keadaan…

🙂

saya menunggu pagi itu tiba…
dari gelap yang begitu panjang..
dari nyenyak yang tak lagi nyenyak..

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: