mari merdeka

Posted on Maret 20, 2009. Filed under: islam indie |

mari-merdeka (di lepas yaa…)

.

beberapa hari lalu, si mbak bertanya
– ibu.. kok ibu ga mengikuti soal pemilu? dah kampanye nih. kok ibu sudah dekat pemilu malah diem?
hehehe… saya cuma senyum aja.

e, belum dijawab, si mbak bilang gini lagi
– tapi emang pusing kok bu. ga usah di dengerin deh.
loh?? kok sudah di jawab sendiri???

.

saya pernah datang ke suatu tempat yang ramai dengan banyak orang. dan saya terdiam walau tetap berbicara secara aslinya saya termasuk suka berbicara, suka mengeluarkan pikiran. tapi kali itu, hari itu saya —relatif— dieeeemmmmm…

bahkan saya jadi asyik bermain sepeda aja, kebetulan acaranya di tempat terbuka..

begini..

ketika banyak orang ingin berbicara dan sibuk menunjukkan dirinya, apa iya saya harus ikutan demikian?

biarlah mereka berbicara dan saya mendengarkan.
lah, kalau saya juga berbicara, siapa yang mendengarkan??
itupun jika memang perlu tuk didengarkan. dan jika tidak, bukan berarti saya harus mengganggukan? saya cukup bermain sepeda atau melakukan hal lain yang bermanfaat secara saya tidak bisa mengikuti pembicaraan.

ternyata saya begitu..
saya bukan orang yang bisa maksa selain memang sudah waktunya tuk saya menunjukkan diri. atau saya hanya menunjukkan diri jika memang ada yang harus saya katakan, dan jika sudah selesai ya sudah… ga perlu lagi.

termasuk pada si mbak..
biar deh dia mengolah apa-apa yang dia dengar dan dia tahu.
ga melulu harus saya berbicara sebelum dia tahu lebih banyak

duh, saya memang ga bisa maksa…

jadi inget masa lalu..
dulu, ketika saya masih ikut pengajian. saya diminta tuk jadi guru ngaji.
haduuuhh, di sebelah mana saya mampu ya? waktu itu bahkan sudah di korting, yang tabligh aja atau yang umum-umum aja.

dan teteeeeeeppppp…..
saya ga bisa.
ga berhasil deh jadi guru ngaji. sementara teman-teman seangkatan saya sudah pada jadi guru semua tuh.

padahal katanya sih, saya tuh persuasif. saya bisa mempengaruhi orang.
halahh… masa sih??
wong bukan apa-apa kok.
hehehe…

atau bahkan ada teman yang suruh saya dagang.
haduhhh… ga bisa..

maka sudahlah
santai ajaaaa…

saya sudah bicara banyak sebelum ini, saya dah menunjukkan siapa dan bagaimana haluan hidup saya.
gantian deh saya mendengarkan kali ini. itupun jika ada yang pantas tuk saya dengarkan dari begitu banyak atribut di jalanan.

merdeka aja.. ya ga??

.

kelak kita akan tahu kok harus bagaimana sebaiknya..

mari menjadi merdeka…..😀

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: