pertarungan sejati

Posted on April 19, 2009. Filed under: islam indie |

rama-shinta-2 (mo dongeng nih….
mo mencoba menembus ke kedalaman..)

.

kecantikan jiwa mungkin memang seperti Shinta. bercahaya bak dara jelita. hingga dinikahkan pada Rama lewat sebuah sayembara. seperti ketika manusia diciptakan dan diberikan akal tuk jalankan kehidupan, setelah melewati protes malaikat dan pastinya protes iblis.. lalu sang jiwapun diminta jalani hidup yang sebenarnya.

kisahpun di mulai..

di hutan Dandaka itulah Rama dan Shinta dan adik Rama, Laksmana.. bertemu dengan Rahwana. yang juga terpikat pada Shinta. yang dipikirnya adalah jelmaan dari dewi Widowati, wanita yang diiingini Rahwana.
wuiih.. hidup memang pernuh fantasi. simbol kejahatanpun terfantasi oleh kebaikan menurutnya, sangat egois.

maka fantasi demi fantasi mengalir.
Rahwana merubah pengikutnya Marica menjadi Kijang sehingga membuat Shintapun terpikat dan meminta Rama memburunya. sebagaimana jiwa yang tengah terpukau, pikiranpun diarahkan pada maunya saja.

karena lama Rama tak kembali, Laksama menyusul dari sebelumnya memberi lingkaran sakti agar Shinta aman dari Rahwana. tapi siapa sangka, Rahwana malah menjelma menjadi seorang brahmana tua, hingga singkat kata Shintapun berhasil di culik. dan dibawa ke kerajaan apa gitu deh..

hehehe… ketika pikiran mengembara, sesungguhnya masih ada kok talinya, yang mengikat dengan Tuhan. tapi kadang jiwa itu sendiri yang tak benar-benar mau mendengarkan. bisa jadi karena fantasi tipu muslihat lebih kuat, bahkan menipu atas nama kebaikan, meluputkan jiwa dari kesadaran terdalam.

lah, lah, lah… tiba-tiba ada Hanoman, kera sakti bukan made in China, yang menyelamatkan Shinta dari Rahwana.

hidup memang kadang penuh kejutan. ada aja penyelamat tak terduga yang menolong sang cahaya jiwa. karena pada dasarnya jiwa itu murni kali yaa… mungkin inilah lakon yang dinamakan pertolongan dari hal yang tak terduga-duga.. ciee..

e, ga sampai di situ.
Rama malah meragukan kesucian Shinta!
aaaahhh… pikiran itu kadang mang bikin pinter tapi juga jadi bikin banyak alasan loh.

maka kemudian Shinta di bakar tuk buktikan kesucian itu.
hiks. begitulah hidup sodara-sodara… tak pernah berhenti mempertanyakan hidup itu sendiri..
dan Shinta tak terbakar. tak tersentuh panasnya api! Shinta…. makin cantik. Ramapun kembali memperistrinya.

lalu lakonpun selesai…

semua pemain Sendratari Ramayana muncul, Rahwana berdampingan dengan Rama, Shinta, Marica, Leksama, Hanoman dan semua, lalu mengganggukan kepala tanda pamit pada penonton. layar di tutup, sutradara selesai menggelar lakon itu.

pada akhirnya hidup hanya persinggahan. melakoni sebuah cerita kehidupan tersendiri yang setelahnya tak ada lagi si jahat dan si baik selain lakon telah selesai dan layarpun di tutup. dan penonton membawa kesan dari lakon yang di gelar..

maka sutradaralah sang pemenang.

saya tersenyum sendiri melihat gambar dan mambaca cuplikan tulisan dari lakon Ramayana. itulah yang terbayang dalam benak dan hati saya. saya tergetar pada pesan yang ingin disampaikan. membuat saya melihat hidup yang penuh ironi ini memang telah di rekam dari dulu kala..
tapi kita melulu tak menyadari…

juga membuat saya merasa setiap jiwa yang bersih dan terpelihara memang cantik bak Shinta. meski telah didampingi kebaikan sebagai kealamiannya, tetap saja tergoda dan diperebutkan oleh keburukan yang iri. keburukan yang sebetulnya juga hanya tengah terfantasi. terfantasi akan sesuatu yang diangankan sebagai sebuah kebaikan. hehehe… ya itu ketika Shinta oleh rahwana sendiri dibayangkan sebagai titisan dewi Widowati yang dicintainya..

terbayangkan. bahwa potensi kejahatan sendiri sering kali tak memiliki alasan tuk beneran melakukan kejahatan, selain ketika dia berangan dan berusaha mewujudkan tentang kebaikan menurutnya sendiriโ€ฆ yang baru bisa menyadari ketidak-tepatan itu setelah di evaluasi. bahkan setelah kalah..
mungkin itu yang dikatakan bahwa niat jahat belum akan dihisab sebelum benar-benar dilakukan kali yaa??
hehehe….

lalu lihat juga ketika Hanoman hadir. duh… betapa pertolongan itu sangat tak terduga yaa?? siapa sangka ada kera sakti??? sebuah personifikasi yang tengah tak ingin begitu di permasalahkan. menjadi bonus tersendiri deh.. bahwa jiwa itu memang sebetulnya sangat dijaga dan terjaga oleh Tuhan yang maha menciptakan dan tentu oleh buah dari perbuatannya sendiri.

dan terakhir, saya tertarik ketika akhirnya Rama malah sempat meragukan Shinta.
ah…. ironi seperti ini sering terjadi. dan melulu tak disadari...

adalah jiwa tercipta cantik dan bercahaya bak Shinta
namun adalah jiwa tergoda dan teruji juga bak Shinta
tak sedang menyoal benar atau salah, tapi sedang menyoal kesejatian dari jiwa di dalamnya.

dan kita adalah penonton
tuk pinter setelah di beritahu
tuk kelak kita tahu bagaimana melakoni hidup dengan baik..
dalam apapun lakon yang kita bisa…

loh, kok jadi bahas ginian yaa?? hehehe..
saya memang gi agak sufi nih.. tepatnya : sufido fidooo….๐Ÿ˜‰

dan inget deh, konon dalam islam dikatakan jihad akbar itu justru ketika mengatasi diri sendiri..
hmm.. berarti lakon Ramayana ini Islami juga yaaa?? hahaha…

yuk, jangan sempit dalam beragama…

salam indie
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “pertarungan sejati”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

“The Greatest Battle Lies Within” – Spider-man 3๐Ÿ˜Ž

@siti jenang
maka kenapa saya sufi alias suka film, karena spiderman juga bicara hal yang sama, hal yang universal… hehehe.
gitu ga sih mas jenang??๐Ÿ˜‰

setiap kebudayaan punya kearifan sendiri-sendiri, termasuk yang disebut para musyrikin dan tidak bertuhan… ketika di jepun, betapa tertib mereka antri kereta api, di sini, untuk kelas eksekutif sekalipun, sering ada yang main serobot…
kalau ada orang seperti hanoman yang suka menolong tanpa pamrih apakah dia akan masuk neraka karena bukan muslim? saya merasa tidak, kebaikan akan mendapat ganjarannya apapun agama dia…

@m huda
saya setuju sekali…
bahkan bagaimana jika saya yakin surga dan neraka itu sesungguhnya dekat?
maka mengapa main klaim? hehehe…๐Ÿ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: