di antara banyak wanita di dunia

Posted on April 21, 2009. Filed under: islam indie |

batik-mask cuma mau jujur yaa….

.

seperti ketika saya masuk islam, saya hanya tertarik pada konsep ketuhanannya. tertarik pada kalimat Allahu ahad. dan saat itu saya tidak begitu baik mengenal Muhammad saw.

maka setelah islam dan belajar mengenal Muhammad saw berikut syariatnya, saya banyak tercengang dan mendapati pertanyaan-pertanyaan mendasar terutama terkait pada polemik seputar kehidupan beliau sebagai nabi. membuat saya dari awal, mau tau dan –ke sininya– menjadi semakin harus mau tau bagaimana kondisi beliau di masanya.

karena bagi saya, kisah kenabian adalah bentuk interaksi aktif sang nabi dengan umat di masanya. maka ok Muhammad saw adalah uswahtun hasanah, tapi –tentu– dalam konteksnya. selebihnya adalah bagaimana memaknainya, mengambil nilai2nya.

maka juga, saya menjadi tak begitu kenal dengan wanita-wanita di seputar Muhammad saw. dulu ketika awal islam dan saya sempat hidup bersama kelompok islam tertentu, saya memang membaca dan ikut mengidolakan Khodijah, Aisyah, Fatimah dan para wanita suhada di masa itu. tapi sungguh, saya hanya tau sebatas literasi. saya tak merasa benar-benar mengenal.

dan kalaupun ada sosok wanita seputar Muhammad saw yang menyentuh hati saya, dia adalah Aisyah.

pertama, karena ketika masuk islam, ada teman muslim yang iseng memanggil saya Hum. katanya itu dari Humairah, yang kemerah-merahan. karena pipi saya memang mudah memerah. dan konon itu adalah julukan tuk Aisyah.

kedua, karena di mata saya hanya Aisyah wanita yang diceritakan di buku-buku sangat suka bermain, mengganggu, bertanya ini-itu, bahkan menyatakan kecemburuannya pada Muhammad saw.

hehehe… saya suka Aisyah.
buat saya beliau sangat wanita apa adanya.
saya juga suka membaca cerita ketika Aisyah memberikan semua bekal di tangannya pada seseorang yang membutuhkan. tanpa menyisakan tuk dirinya. terasa sekali Aisyah adalah wanita yang tak banyak alasan, selain cinta. saya juga suka ketika hanya Aisyah, –istri Muhammad saw– yang menuai fitnah, sampai-sampai “merepotkan Tuhan”, yakni sampai harus menunggu turunnya wahyu. hehehe…

Aisyah mungkin memang menikah masih muda usia. EGP deh…
tapi Aisyah sangat apa adanya, itu yang asyik sekali bacanya, hehehe…
yang karenanya dia menjadi kesayangan Muhammad?

duh, mungkin saya aja kali yaa.. yang tidak bisa mengagumi wanita yang perfekto seperti Khadijah, atau yang qonaah seperti Fatimah. saya suka yang apa adanya…

lalu.. pada kenyataan hidup saya di masa kini, saya suka dan sangat mengagumi Lady Diana Spencer.
huaaaaahhhh…. jauh amat ya??? dari arab ke barat!

tapi ini jujur…

sejak saya tumbuh menjadi anak dan remaja di tahun 80-an, Diana adalah idola saya. bukan karena cantik atau kisah cinderella-nya yaa. saya hanya suka satu hal dari Diana. saya suka ketika dari banyak gambar yang ditayangkan tv atau media lainnya, Diana adalah wanita yang banyak berjabat tangan dengan manusia.
lihat saja, Diana adalah seperti pekerja sosial yang salaman dengan orang-orang kusta, aids, dsb-dsbnya.

sampai-sampai saya membayangkan seandainya ada Diana tuk Indonesia. yang berjabat tangan dengan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
hehehe…
para ibu negara kita selama ini aja tuh, keknya ga ada yang bisa banyak berjabat tangan dengan rakyatnya.. seperti Diana berjabat tangan dengan banyak manusia di dunia.
eiiits, ini di mata saya yaa. belum ada bukti hitungan secara valid berapa jumlah jabat tangan yang dilakukan Diana 😛

entah ya, di mata saya jabatan Diana itu terasa seperti sebuah sapaan. terasa seperti sedang menyapa jiwa di hadapannya..

lalu, setelah Diana… dari kecil saya suka ibu kita Kartini

mungkin karena setiap 21 April, sebagai anak sekolah saaya suka dapat tugas mengarang tentang beliau.
tapi yang saya tahu pasti, ibu Kartinilah yang memaksa saya pake Kebaya tuk pertama kalinya…!!

wah, bagaimana tidak? bukankah di perayaan Kartinilah semua anak sekolah harus mengenakan pakaian daerah. sebagai keturunan cina di Indonesia, jelas kebaya bukan budaya kami ya. walau nenek buyut saya sehari-hari memakai kain dan kebaya encim, tapi bukan saya kan yang pake? maka hanya hari Kartinilah saya mengenakan kebaya.

wuiiih, rasanya Indonesiaaaaaaaaaa banget!

ya iyalah, saya inget waktu itu masih kelas 3 SD, dipakaikan kain, kebaya dan….. konde sodara-sodara… hahahahaha.
kek bu Tin Soeharto deh rasanya, secara bu Tien lah yang saat itu sering terlihat pake kebaya. bahkan di setiap acara kenegaraan.

itulah Kartini, sesederhana ingatan saya tentang beliau.
Kartini buat saya adalah ingatan tentang Indonesia.
soal kisah, visi dan misi beliau sendiri sih, tuk Wanita Indonesia dan tentang Habis Gelap Terbitlah Terang-nya sih.. keknya ngelotok yaa buat semua. ya ga? ga usah di bahas deh.

lalu wanita yang saya kenang dalam hidup saya ya ibu saya donggg. secara ibu sendiri gitu loh. dalam lebih dan kurangnya, ibu saya adalah wanita yang telah melahirkan dan membesarkan saya. membuat saya melihat adanya tawa dan airmata dalam menjalani hidup ini.. standar…😀

so?

hari ini adalah hari Kartini
harinya Wanita Indonesia

saya hanya seorang wanita biasa yang terlahir sebagai bagian dari warga negara Indonesia. saya yang saat ini, dengan jari-jemari di keyboard komputer dan kacamata bertengger di hidung, sedang menuliskan perasaan saya –yang apa adanya– tentang wanita di hari Kartini.

sambil mengenang begitu banyak wanita Indonesia. dari mereka yang ada di desa dan kota di seluruh Indonesia – dari Sabang sampe Merauke, mereka yang ada di negeri-negeri orang nun jauh di sana, tuk mencari nafkah menambah devisa, juga mereka yang bekerja segala aneka profesi, juga mereka yang hanya wanita rumah tangga biasa…

semoga sebagai wanita, saya dan semua wanita Indonesia adalah tiangnya negara…
dalam sedikit atau banyak, dalam kebanggaan atau malah hanya air mata, dalam tawa atau bahkan getirnya hidup sebagai wanita, kita adalah tiangnya negara.
tiangnya Indonesia!

semoga sehat lahir dan batin seluruh wanita Indonesia,
semoga menjadi cahaya yang membuka gelap menjadi terang..
amin

..

hari ini adalah hari Kartini
cuma mau bilang, kalau saya adalah bagian dari wanita Indonesia
dalam apa adanya, ingin sejati sebagai wanita Indonesia
amini

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “di antara banyak wanita di dunia”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Selamat hari kartini buat semua perempuan indonesia, dan anda mesti bangga, negeri ini penuh kearifan dalam memperlakukan perempuan. Bandingkan di arab saudi, jangankan menjadi presiden atau menteri, menyupiri mobil sendirian adalah barang haram. Beruntung pula di sini bukan di afganistan, anak-anak perempuan yang lagi sekolah ditembaki dan dilempari air keras karena dianggap melanggar syariat islam. Hiduplah perempuan indonesia. Meskipun ada juga sih, yang menginginkan indonesia jadi arab saudi atau negeri taliban hehehe

Kartini…
Aini pake.. baju tradisional nih, hari sabtu nanti… pasti seruuu…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: