kutipan : Islam – Kristen yang saya rindukan

Posted on Mei 3, 2009. Filed under: islam indie |

tangan-merpati
saya tertarik sekali dengan tulisan ini di sebuah notes teman di facebook, sampai saya meminta kepada sang pemilik tuk berkenan saya pasang tulisannya di blog saya. kamipun berkenalan dan menjadi sahabat maya.

namanya mas Manuputty Yusak.. dan baru saja di add.

sudah banyak opini yang saya dengar dari beberapa sahabat saya yang berbeda agama dan keyakinan, yang merindukan kedamaian dalam perbedaan di ruang publik Indonesia. sebagaimana yang pernah mereka rasakan, terlebih ketika mereka masih kecil. tapi –sebut saja– baru kali ini, yang saya temukan terbuka dan tertulis, sehingga saya ingin mengutip dan meletakkannya di blog ini..

untuk kita sama-sama nikmati, belajar melihat dari sudut tersendiri… menemukan keindahan dalam sentuhan yang tersendiri pula.
tentang Indonesia kita yang unik, Indonesia kita yang Bhinneka Tunggal Ika.

berbeda dari pengalaman mas Yusak. saya pribadi malah agak ajaib. saya relatif jarang dan jauh dari komunitas islam. saya hidup dan besar lingkungan pecinan tengah kota dan lebih banyak di rumah saja. lah, saya kok bisanya malah jadi mualaf..?? membuat seluruh keluarga saya shock, tidak menyangka saya bisa pindah agama..

maka persoalan iman itu tak melulu kita yang kuasa…
tak sekedar menyoal dogma tapi juga rasa..
hidayah datang dari mana saja..
walau kita tetap boleh memilih dan bukan melulu memilah..

sehingga bolehlah kita pelajari agama kita masing-masing, yakini dalam hati sendiri-sendiri, dalami secara utuh menyeluruh bahkan resapi tuk menjadi bagian dari pribadi. tapi bukan dijadikan alasan tuk kemudian kita paksakan pada orang lain, dalam bagaimanapun caranya..

perbedaan sebagai ekspresi yang juga buah dari keyakinan dan pendalaman atas agama dan keyakinan kita, semoga menghasilkan semangat tuk tidak takut bersama berdampingan. saling menghargai. mengasihi dan melindungi..

dan secara bersama pula menghasilkan aturan dan budaya hidup cermin damai di hati dan damai di bumi.

walhasil, ga cuma sodara-sodara saya yang berbeda yang rindu kedamaian di bumi Indonesia tercinta, saya yang beragama islam juga sangat-sangat merindukan kedamaian tegak di bumi pertiwi ini…

mari melihat dari sudut tersendiri

terimakasih tuk tulisan dan persahabatan dari mas Manuputty Yusak
salam hangat dan damai selalu dari saya, juga semua di sini..😀

selamat menikmati
semoga menginspirasi

***

Islam-Kristen Yang Saya Rindukan….

Manuputty’s Notes
Wednesday, April 29, 2009 at 10:59am

Saya lahir di Jakarta, tepatnya di “KOMDAK” orang Jakarta lebih kenal dengan sebutan “BelKom” alias Belakang komdak, yang tahun 90an sudah digusur, kini sudah berdiri Hotel Ritz Carlton, Artha Graha, Jak TV dan masih banyak yang lainnya.

Di Kampung yang bernama Tulodong itulah saya berbagi hidup dengan teman-teman saya yang beragama Islam, mereka tidak canggung bergaul dengan saya orang Kristen, bahkan ketika bulan puasa tiba, saya ikut ke mushola dan masjid untuk antar teman yang ingin Taraweh, sekedar untuk main-main, saya menunggu teman-teman saya selesai Taraweh, kemudian kita main Benteng, Bulu Tangkis, Galasin, Dampu, dan masih banyak yang lainnya.

Waktu Natal tiba pun, rumah saya sesak didatangi tetangga saya yang beragama Islam, diantara mereka ada yang bawa kue, lalu makan juga di rumah saya, sambil bercanda mereka bilang “Makanannya halal kan Pak?” begitu tanya mereka, lalu mereka pun makan, karena percaya makanan itu pasti halal dan keluarga saya juga tidak mungkin memberi daging babi bagi tetangga yang beragama Islam.

Setiap Sholat Jumat saya sering duduk di depan masjid, mendengar renungan pak Haji atau Ustad, yang selalu menyuarakan Kedamaian dan juga Toleransi antar umat beragama, tidak ada kata-kata Kafir, Haram, sesat dan Maksiat, renungan disampaikan dengan tenang dan teduh.

Isu-isu Kristenisasi atau Islamisasi tidak perlu dirisaukan, karena antar umat beragama sudah saling percaya dan menjaga perasaan sesama manusia. Kecurigaan dan merasa terancam sama sekali tidak ada diantara Kristen dan Islam, segalanya berjalan dengan Baik dan Tenang.

Itulah Islam yang saya kenal, dan itu pula Islam yang senantiasa saya rindukan sepanjang kehidupan saya, sampai saat ini.

Walaupun pada saat-saat ini saya merasakan hubungan Islam dan kristen cenderung saling mencurigai, tetap saja saya selalu menilai orang Islam itu Baik, walaupun cukup banyak Gereja sulit mendapatkan Ijin, tetapi saya percaya tidak semua orang Islam seperti itu.

Begitu pula bagi orang-orang Kristen, saya merasa kini ada sebuah “permusuhan tersembunyi” atau “perang dingin”, namun orang-orang Kristen juga harus mengkoreksi diri dan semakin bermasyarakat tanpa tujuan untuk mengkristenkan orang Islam, biarlah itu menjadi Karya Roh Kudus.

Begitulah masa lalu saya, entah bagaimana masa kini anak-anak, apakah anak-anak masa kini terdidik di dalam toleransi antar umat beragama? Lalu, saya pun tidak tahu bagaimana masa depannya? Namun, Islam itu sebuah pandangan hidup, yang mengajarkan untuk bersahabat dengan orang-orang non-muslim. Begitu juga Kristen yang mengajarkan mengasihi sesama manusia apa pun agamanya.

Salam
Manuputty Yusak

.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

27 Tanggapan to “kutipan : Islam – Kristen yang saya rindukan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

bagoos, tulisannya menyejukkan…

@tanto
nuhun kang tanto. sejuk? angin ti surga kaliii.. hehehe 😛

Saya pernah mengalami keindahan seperti yang Mas Yusak tulis… besar harapan saya mudah-mudahan bisa umum kita jumpai lagi di Indonesia…

@mbak lenny
amin… makasih mbak lenny dah mampir ke blog saya.😀

sudah mulai sepi blognya ya bu, mulai nurunin tulisan “gaya” gini hehehe

“bagi orang-orang Kristen, saya merasa kini ada sebuah “permusuhan tersembunyi” atau “perang dingin””

BENAR! dan itu gara-gara >>

“cukup banyak Gereja sulit mendapatkan Ijin”

Salam!

@jephman
apa kabar bang jephman? sehat dan sukses selalu yaa..

wah, masuk ke fb saya deh bang. di sana saya memuat foto berisi spanduk yg menolak pembangunan gereja. saya menyuarakannya. membela hak semua. membela kebhinnekaan kita.

dan saya – sebagai muslim – dalam sikap itu terasa jadi minoritas juga bang.. hehehe…

soal sepi, saya sedang membantu dan menyiapkan anak saya tuk UN. kebetulan keduanya harus masuk sekolah ke jenjang berikutnya bang. terlebih di sistem pendidikan yg baru ini. dan lagi, saya ga mikir sepi atau ramai tuk blog ini. yang penting, saya bisa menuliskan apa dalam benak dan rasa saya. indie..😀

salam hangat..

Oh jadi minoritas ya bu.
Memangnya yang mayoritasnya apa? Mualaf?
🙂

@jephman
mayoritas itu sederhananya : sistem..
dalam siapapun pemainnya …🙂

Permusuhan hanya ada di jiwa-jiwa yang tidak bersih. Ayo benahi diri. Berbeda itu indah tapi ttp damai. Ayo ke blog saya, he.

@new soul
setuju. makasih… ke blognya nih…

Dunia akan terasa damai jika indahnya kebersamaan dan toleransi beragama itu ada sampai saat ini🙂

@nasir
salam kenal mas. setujuuu… amin.

Tenang saja mbak..masih banyak kok yang saling
menyayangi..masih banyak yang bisa kita lakukan untuk negri ini bersama sama.

@mas datyo
makasih mas. kita bisa bersama..
bukan bersama kita bisa, hihihi…😀

Salut dengan tulisan mas Manuputty Yusak itu. Aku rasa ‘permusuhan tersembunyi’ itu tak perlu ada. Islam dan Kristen punya satu kesamaan, yakni menyembah Tuhan dan mengasihi sesama. Selama esensi itu diimani, tak ada soal kita memeluk agama yg mana. Klo Tuhan saja memberi umatnya kebebasan, kenapa pula manusia hrs saling curiga?
Btw, salam kenal ya…numpang komen nih

@fanda
makasih mbak…😀
salam kenal juga…
boleh banget kok komen. apa aja…

sebenarnya semua itu bergantung kepada orangnya, bagaimana ia bergaul dengan lingkungannya, kalo yang dikembangkan sifat fanatisme yang berlebihan dari masing2 agama baik islam maupun kristen, maka tidak mungkin ada kedamaian seperti yang pernah dirasakan oleh pak Manuputty. islam agama dakwah, kristen juga agama dakwah, mari sama2 kita dakwahi atau benahi umatnya masing2. persoalan mayoritas-minoritas, ga usah heran, di india hindu mayoritas islam merasa tertekan, di mesir islam mayoritas kristen merasa tertekan, di indonesia islam mayoritas kristen merasa tertekan, di australia kristen mayoritas islam merasa tertekan dsb. membangun rumah ibadah baik masjid maupun gereja ga usah banyak2 sesuaikan saja dengan kebutuhan, kalo berlebihan suatu saat akan ada masjid atau gereja yang kosong dari jemaatnya.
trima kasih

@muslich
seperti saya bilang kepada bang jephman, sederhananya yang disebut mayoritas itu adalah sistem. dalam siapapun pemainnya.
bisa kristen, bisa islam, bisa apa saja. bahkan bisa saja hanya atas kepentingan ekonomis.
makasih yaa..

Dalam hubungannya dengan hablumminallah kita ada aturan2 yang mesti kita taati secara ketat namun dalam hablumminannas agak sedikit longgar. Kita bersahabat dgn teman non muslim tentu boleh saja, bahkan dianjurkan untuk saling tolong menolong.
Dalam agama Islam ada pedoman yang sangat gampang:
1. Dalam hubungan dengan ibadah mahdhah(ritual) tidak boleh melakukan apapun -kecuali yang diperintahkan.
2. Dalam hubungan muamallah boleh melakukan apa saja -kecuali yang dilarang.

Tentang apa yang boleh dan apa yang dilarang silahkan dipelajari lebih mendalam. Gunakan Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman.

Selamat dan sukses.

@Abdul Cholik
makasih mas. sukses juga…

wow,,,amazing!!!saya sngat tersanjung,,dan sekarang saya menyadari bahwa masih ada orang yang peduli dengan kedamaian meskipun berbeda agama,,karena memang sebenarnya kita bersaudara,,

@imma
makasih mbak imma… maaf baru balas komennya.🙂
kita sama-sama yaa..

yA TU,saya juga rasanya permusuhan tersembunyi dari Islam dan Kristen.Saya Islam dan pernah menghadiri ceramah Kristen. Santai saja…..Memang namanya juga manusia, pikirannya kan terbungkus rapi….pakaiannya apalah. Tinggal hati kita saja….jangan risaukan yang setitik. Amiin

@sumono
ketika kita hadir dan berbagi sudut pandang wajar jika selalu ada friksi, sebagai bagian dari keterbatasan kita melihat keseluruhan hidup ini. maka katanya tak kenal maka tak sayang. maka kita kenal apa yg dinamakan toleransi. toleransi yg ga hanya dari kita pada yg lain, tapi juga toleransi dari yg lain pada kita..

Saya juga sangat terkesan dengan tulisan ini, karena sebagian besar saya alami sendiri. Di kampung halamanku juga sangat terasa toleransi antar umat beragama, disemua bidang dan aspek kehidupan masyarakat, baik itu dalam acara adat, perayaan hari besar danlain sebainya. Tetapi setelah saya melangkahkan kaki keluar daerah dan semakin banyak mengetahui dunia luar, baru saya mengetahui bahwa di daerah2 lain tidak seindah kampung halaman ku. Dimana daerah batak yang memang terkenal dengan daerah mayoritas Kristen tetapi kerukunan antara pemeluk agama bisa terpelihara. Bahkan pada saat pesta adat sekalipun Saudara2 yang beragama Islam pun turut hadir dan ambil bagian dalam acara tersebut, dengan di sediakan tempat dan makanan yang halal menurut Islam juga tentunya. TERIMAKASIH ATAS TULISANNYA SEMOGA BISA MENJADI RENUNGAN BAGI DIRI KITA MASING2.

lam kenal mas, klo bs d link dunk..hm..:)

@zilmita : sy bukan mas-mas loh.. hehehe. silakan.. sy agak gaptek nih. gimana sih ngelinknya? halahhh..🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: