suci

Posted on Mei 5, 2009. Filed under: islam indie |

softly-tulip1
(dibagi yaa…)

orang tua itu berkata..
– suci itu ibarat putih sampai di ketiaknya pun tak ada noda hitam. bersih bahkan dari sekalipun noda itu bernama andeng-andeng.

suci itu sampai di tempat tersembunyinya pun tak ada noda. meski itu sekedar bayangan lipatan kulitnya sendiri

aku terperangah..
– sampai seperti itu?
– ya. sampai seperti itu..

maka aku belajar memandang diriku seperti memandang tubuhku sendiri. tanpa apa-apa hanya dengan diriku sendiri, di sebuah cermin di ruang pribadiku.
adakah noda disana?
bahkan sampai di setiap lipatan kulitku?

ah, Tuhan.. mataMu menembusku.
bahkan sampai ke relung sum-sum tulangku

hingga setiap hari, aku belajar membersihkan diriku sebagaimana kubersihkan tubuhku. menyiramnya dengan air, meratakan basah pada semua bagiannya, membasuhnya, lagi dan lagi.. berharap air membawa pergi semua noda jiwaku. membuat aku menyebut namaMu di setiap bagianku. mengingatMu..

karenanya di setiap peribadatan air menjadi perlambang tuk mensucikan?

tuhan.. tuhan.. tuhan..
lihatlah..

dalam apapun yang kukenakan,
aku berjalan menujuMu
membawa jiwaku ke hadapanMu
menemukanMu di setiap tempat sedang memandangku

sehingga ketika Kau ada dimana-mana
bak cahaya dari segala penjuru
dimanakah lagi noda itu bisa sembunyi?
meski itu adalah bayangku sendiri?

sebagaimana kisah bercerita tentang suci yang bagai perawan
kemurnian yang pertama di hati yang bertatah mahkota
berbaju putih bak pengantin dan dipinang Tuhannya di saat pagi
menjadi berkah sepanjang hari hingga kembali keperaduan diri
Tuhanpun duduk di kursi menjaga di sepanjang lelap jiwanya

.

orang tua itu berkata,
– suci itu di sini.
– di rasa ini
– jagalah
– dalam sabar dan doa

maka doanya,
Robbanaa atinaa fiddunya hasanah, wa fil ‘akhiroti hasanah, waqinaa ‘adza bannaar..

tuk kelak di jemput di dunia, memasuki surgaNya yang nyata dan jauh dari segala goda.. satunya dunia dan akhiratmu, satunya kenyataan dan perasaanmu, satunya utuhmu.. ahadu..

.

dan lihatlah aku melulu membersihkan seluruh nodaku. membersihkan segala egoku, hasratku, gemuruh jiwaku. belajar meraih tenang, dalam rela dan direlakan. agar kelak Tuhan menjemputku, tuk memasuki surgaNya. dalam sucinya hati, seperti perawan yang pertama

maka katanya menikah ibarat memasuki surganya dunia?
bukan sekedar alat sosial juga bukan ceremonial
bukan bukti kemampuan dan bukan ekspresi keakuan

seandainya semua menyadari..

.

orang tua itu berkata,
suci itu… alami. kilaunya tak pernah mengelabui..

aku hanya bisa memandangnya
tak tahu bilang apa..
susah

orang tua itupun tertawa
ah, wanita…

ayo, “sekolah”..

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

7 Tanggapan to “suci”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

wah…si eta beuki alus euy… sigana moal ka udag ku sayah… susunan kata-katanya sarat makna… geus we lah nyieun buku…

@kang tanto
si eta saha kang? hehehe.. duakeun aja ya kang..
ah, malu… basa sundanya kalah ma kang tanto…😀

Komen belakangnya lucu : “ah, wanita…”
Kenapa orang tua itu ngomong begitu ya?🙂

KAYAKNYA SIH karena kebanyakan cara berpikir wanita ya seperti itu… seperti yg di tulis mba anis… walaupun ga sdkt lelaki yg mempunyai pola pikir sama… (beuki liyeur nya ??)

@fitra
@jarot
sebetulnya, sih itu krn ekspresi saya aja yang agak-agak bodoh pisan. dinasehatin jadi aja dibilang kitu..
sesungguhnya ga untuk wanita aja kok. universal tea…

Mba Anis.. minta profile nya dong…

@jarot
minta profile? mas jarot punya facebook ga?
kalau itu add aja saya di Luzie Megawati..
gimana?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: