caraku mengingatMu

Posted on Mei 15, 2009. Filed under: islam indie |

silkwaves
(nyata-nyata aja yaa…)

.

sebagai orang yang susah khusyuk dan malah ngantuk di acara dzikir bersama, secara mungkin sedari awal mualaf saya sangat tak terbiasa, maka saya berusaha kok tuk belajar dzikir. afdhol dzikir subhanallah, subhanallah, subhanallah gitu itu tuh..
so far sih bisa menikmati tapi ga awet lama. keburu ngantuk atau celingak-celinguk. abis sholatpun, saya malah boboan di sajadah dari berdoa atau dzikir.
hehehe, jujur…

nah, maka suatu ketika, setelah tinggal di Bogor dan katanya ada majelis dzikir gitu, saya pun minta izin ma suami. pengen deh ikutan yang katanya lebih dalem suasana dzikirnya. biasanya bada maghrib di masjid berikut kompleks sekolah itu. agak jauh sih dari rumah, tapi pengen tau deh. boleh ya? boleh ya? plis.. plis.. plis..
hehehe…

maklum saya jarang keluar rumah, palagi harus malam-malam. selama ini nyaris selalu bersama suami. waktu itu juga belum lama tinggal di bogor loh. tapi yaa… suami gi ga bisa nolak tuh, cos saya gi pengen tau banget-banget.
maka katanya, – yang penting bawa hp, kalau dah apa-apa tilpun.
siip bos…! niat belajar nih. mulia kan??

setelah diizinkan, sayapun berangkat jam 5 sore dari rumah. harapannya sholat maghrib disana, lalu ikutan dzikir bersama itu. menjelang maghrib masjidnya malah gelap. saya sholat maghrib bersama satu orang murid SMP (putri) yang kebetulan ngekost dekat kompleks sekolah itu. sholatnya agak lama sih, bacaan imamnya panjang-panjang. saya berusaha khusyuk loh.
seru..

eeee… setelah sholat tetap aja masjidnya sepi. malah makin gelap, beberapa lampu dimatikan lagi. ternyata, setelah ditanya, hari itu ga ada acara dzikir bersamanya.
yeeee….

maka kabari suami dan pulang deh..

nah, saya pulang tuh agak aneh…
setelah angkotnya sampai dekat kompleks rumah, saya malah memilih turun di jalan yang melewati perkampungan. tiba-tiba pengen jalan kaki. kebetulan saya hafal kok jalan itu, cuma jauuuh dan lewti balong ikan segala. tapi pengen aja dan malam itu cerah.

wuuuiiih, gelap dan senyap.

jalan sepanjang kampung temaram. sesekali lewat rumah penduduk, nampak ada yang kongkow-kongkow di teras. atau lewat warung kecil tampak bapak-bapak nongkrong sambil ngopi, beli di warung itu. atau sesekali anak-anak lewat pake sajadah, pulang ngaji kali dari masjid dekat situ. ada juga yang malah bawa sepeda, bawa kresekan sepertinya baru pulang dari beli sesuatu di warung.

saya kebetulan pake pasmina, berasa kek santri deh.

pohon-pohon samping jalan ada yang besar ada yang ramping. bunyi jangkrik, krik-krik-krik… angin semilir, beda sekali suasananya. kadang lewati bagian jalan yang hanya pohon aja, gelappp.. kadang lewat juga di bagian jalan yang sampingnya tanah lapang. wah, sunyi sekali..

entah deh, semua suasana seolah tertangkap oleh indera saya.

palagi ketika jalannya menurun terjal, dibawahnya melewati balong ikan. dalam gelap malam, balong hanya tampak hitam saja. terlihat bayangan langit di permukaan air balong ikan itu. awan dan cahaya bulan tertangkap di sana.
saya yang berjalan turun, menjadi seperti turun ke langit, turun ke bayangan langit di permukaan balong.

pas di samping balong yang menangkap bayangan langit, saya menengadahkan kepala ke atas. wuuiiih, seperti terjepit di tengah-tengah langit.

luarbiasa..

lalu saya kembali melanjutkan perjalanan pulang. kali ini jalannya menanjak, suasana masih senyap. saya pun berjalan santai. menikmati suara katak dan jangkrik dari dekat balong. juga suara kresek-kresek aneka pohon tertiup angin. sudah lebih terang di sini, karena mendekati jalan kompleks rumah saya.

memasuki jalan kompleks saya, tepatnya di sebuah boulevard baru, kebanyakan rumah belum tegak berdiri. maklum itu lahan bukaan baru. bangunan beru beberapa dan sebagian masih tanah kosong. senyapnya masih terasa tapi pencahayaan lampu jalan kompleks sudah lebih terang dari di perkampungan. dari boulevard baru itu, langit juga bebas dinikmati.

dari sana saya tinggal berbelok tuk kemudian masuk ke cluster rumah saya. melewati pak satpam yang bertanya,
– malam-malam sendirian bu? dari ngaji yaa?
– iya.
pake pasmina kali ya maka disangka pulang ngaji. di hp jam menunjukkan jam 8 lebih dikit.

trus berjalan, asyik menyimpan semua pemadangan tadi, sampai-sampai rumah sendiri kelewatan. hehehehe…
sampai di rumah, disambut anak-anak. suami juga baru pulang. maka kita duduk di teras bercengkarama. lalu masuk ke dalam dan menutup malam itu dalam tenang.

.

sebelum pejam..
pengen deh bilang ini..

.

Tuhan, Kau begitu tau aku
lebih dari yang kumampu untuk diriku sendiri
maka Kau ajak aku mengingatMu tidak dengan apa-apa
selain dengan caraku sendiri

tak pada kata yang terucap
tapi pada rasa yang tertancap

malam itu saya tidur nyenyak.
membawa suara jangkrik dan katak, kemeresek dedaunan dan cucuran balong. membawa semilir angin yang menerpa wajah, juga yang membelai kuduk karena begitu senyapnya. juga membawa langit dan bayangannya di bawah permukaan air balong yang bergoyang perlahan ditiup angin.

.

yup, malam itu saya merasa telah berdzikir lebih banyak dari yang saya pikir tuk berdzikir itu sendiri..

.

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “caraku mengingatMu”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

1. Berdzikir itu bisa dilakukan sambil duduk,berdiri atau berbaring dan dimana saja kecuali ditoilet.
2. Coba diupayakan melaksanakan dzikir 3 macam dalam sehari sebanyak 100x tiap macam dzikir ( jadi boleh dicicil)
3. Dzikir tsb adalah : Istighfar ( Astaghfirulaahal adzim 100x dalam sehari),Lailaha ilallah 100x dalam sehari) dab Surat Al Fatihah 100x dalam sehari.Awalya terasa berat namun lama2 akan menjadi enteng. Insya Allah
4.Selamat dan sukses.

@Abdul Cholik
makasih mas…

yg b3n3r, masak di toilet g blh dzikir?🙂

mbak anis kok bawaannya skr adem ayem gitu😀..

Apa yg diingat, akan dikenal.
Apa yg dikenal, akan dirasakan.
Apa yg dirasakan sama dg yg dilihat dan yg didengar.

Apa2 yg dilihat, adalah PerbuatanNya.
Apa2 yg didengar, adalah FirmanNya.
Apa2 yg diketahui, adalah IlmuNya.

Apa yg dirasakan merupakan keselarasan antara perbuatan dan perkataan. Sehingga dicapailah kesucian pikiran, perkataan dan perbuatan. Suci dan sempurna, tanpa noda.

Kita jgn mudah terpengaruh dg sikon yg ada saat ini, hingga spt kerbau dicucuk hidungnya. Jp juga jgn diabaikan. Pinter2 aj lah ngaturnya.

@aryf
hehehe… kalau rasa sudah menyatu, dimana Dia tak ada untuk kita?

apa lagi kalau mendengarkan
lagunya ungu “surga hati”
semakin merindukannya…,
salam kenal….,


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: